Sederet Proyek KPBU Jalan Tol Siap Ditawarkan, Nilainya Ratusan Triliun

Kompas.com - 27/06/2022, 10:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah tengah menyiapkan beberapa proyek jalan tol yang akan ditawarkan dengan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) pada 2022.

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR Herry Trisaputra Zuna.

"Ada (proyek tol) yang sedang ready to offer dan pelelangan," ujarnya dalam Webinar Market Update Penyelenggaraan Jalan Tol 2021-2022 melalui Youtube BPJT, Jumat (24/06/2022) lalu.

Baca juga: Konstruksi Tol Sepanjang 1.233 Kilometer Berpotensi Molor hingga 2024

Di dalam paparannya, terdapat 8 proyek jalan tol akan ditawarkan pada 2022. Dengan total kebutuhan anggaran sebesar Rp 119,18 triliun. Meliputi:

  1. Jembatan Batam-Bintan sepanjang 14,74 kilometer dengan nilai investasi Rp 14,12 triliun
  2. Jalan Tol Akses Patimban 37,05 kilometer dengan nilai investasi Rp 18,76 triliun
  3. Jalan Tol Semanan-Balaraja sepanjang 32,39 kilometer dengan nilai investasi Rp 15,53 triliun
  4. Jalan Tol Sentul Selatan-Karawang Barat 61,5 kilometer dengan nilai investasi Rp 15,38 triliun.
  5. Jalan Tol Bogor Serpong Via Parung sepanjang 31,3 kilometer dengan nilai investasi Rp 8,95 triliun
  6. Jalan Tol Cikunir-Karawaci 40 kilometer dengan nilai investasi Rp 26 triliun
  7. Jalan Tol Kediri-Tulungagung sepanjang 44,51 kilometer dengan nilai investasi Rp 10,48 triliun
  8. Jalan Tol Kamal-Teluknaga-Rajeg 38,6 kilometer dengan nilai investasi Rp 18,76 triliun.

"Jadi proses ini berjalan terus ya, ada yang sedang dalam persiapan seperti Jembatan Batam-Bintan, kemudian Akses Patimban yang sedang pelelangan, dan seterusnya," tandas Herry.

"Di luar itu juga ada yang kita siapkan (proyek jalan tol)," imbuhnya.

Meliputi, Jalan Tol Bandara Supadio-Kijing, Tol Akses IKN, Tol Samarinda-Bontang, Tol Cibadak-Pelabuhan Ratu, Tol Cilacap-Yogyakarta.

Kemudian, Jalan Tol Malang-Kepanjen, Tol Bandung Intra Urban Toll Road, Tol Lamongan-Gresik, dan Tol Demak-Tuban.

Baca juga: Hingga 17 Juni, Kucuran Dana Pengadaan Lahan Tol Tembus Rp 4,03 Triliun

Dari 9 proyek tol tersebut, kebutuhan dananya sebesar Rp 148,9 triliun. Namun nominal itu belum termasuk Jalan Tol Bandara Supadio-Kijing dan Jalan Tol Akses IKN, karena masih dalam perhitungan.

Menurut Herry, ke depannya rasio proyek jalan tol yang solicited dan unsolicited (prakarsa) tampaknya akan terjadi pergeseran.

"Keinginan untuk memprakarsai kelihatannya sudah agak mulai turun ini, karena (pengadaan) tanah menjadi satu paket dengan pekerjaannya ya," katanya.

Namun, pemerintah bisa tetap mendorong prakarsa apabila memitigasi risikonya dengan proyek-proyek tol yang kelayakannya baik.

"Atau pertanyaannya justru skema apa yang nanti bisa kita dorong tetap ada prakarsanya, namun tidak memindahkan risiko kepada badan usaha," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.