Perbaikan Ruas Tol Kapalbetung Harus Gunakan Teknologi Terbaik

Kompas.com - 16/01/2022, 18:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Pengatur Jalan (BPJT) Kementerian PUPR Danang Parikesit menginstruksikan agar perbaikan Jalan Tol Kayu Agung-Palembang-Betung (Kapal Betung) menggunakan teknologi terbaik.

Hal itu ia sampaikan saat melakukan tinjauan penyelesaian perbaikan penutupan lubang dan retakan yang ada di ruas Tol Kapal Betung khususnya ruas Kayu Agung hingga Kramasan pada Sabtu (15/1/2022).

Danang mengatakan, terdapat dua hal yang menjadi fokus pada Tol Kapalbetung yaitu penuntasan program perbaikan untuk menutup lubang dan retakan yang ada di ruas yang telah dioperasikan, serta progres konstruksi dari Palembang ke Betung.

"Sebagian besar lubang telah dituntaskan penutupannya. Saya juga telah instruksikan PT. Waskita Sriwijaya Tol (WST) selaku pengelola tol untuk menggunakan teknologi perbaikan jalan terbaik yang ada di pasaran," ujar Danang seperti dikutip dari situs resmi BPJT.

Baca juga: Aspal Korea Digunakan untuk Menambal Tol Kayu Agung-Palembang-Betung yang Rusak

Danang juga berharap pada pekan ini permukaan jalan harus lebih baik dan sudah dilengkapi dengan marka yang sesuai untuk dapat aman digunakan oleh pengendara kembali.

"Di beberapa lokasi terdapat permukaan jalan yang harus dilakukan rekondisi dan rekonstruksi. Selain itu juga fokus penataan lalulintas juga menjadi prioritas sehingga keselamatan pengguna jalan tol selalu terjaga," tegas Danang.

Di sela kunjungan peninjauan kondisi Jalan Tol Kapalbetung, Kepala BPJT juga berkesempatan mencoba langsung penggunaan mesin perbaikan untuk meratakan jalan setelah di aspal.

Danang juga berinteraksi langsung dengan pekerja yang sedang bekerja di lapangan untuk menyelesaikan perbaikan jalan dengan hasil yang terbaik.

Perbaikan di tol Kapalbetung ini dilakukan karena telah terjadi kecelakaan maut kembali tepatnya di KM 363+800 B ruas Tol Kayu Agung-Palembang-Betung (Kapal Betung), Jumat (7/01/2022).

Sebelumnya, seorang pengendara mobil bernama Febi Khoirunnisa (21) meninggal setelah mengalami kecelakaan setelah menghindari jalan berlubang yang terdapat di ruas jalan tol tersebut dan menabrak Median Concrete Barrier (MCB) Beton.

Sebagai informasi, Jalan Tol Kapalbetung merupakan bagian dari koridor utama (back bone) Tol Trans Sumatera saat ini sudah beroperasi dari ruas Kayu Agung hingga SS Kramasan sepanjang 42,5 kilometer yang sudah dioperasikan pada bulan April 2020 dan Januari 2021.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.