Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menurut Feng Shui, 5 Tanaman Ini Terlarang Ditanam di Area Rumah

Kompas.com - 30/10/2021, 12:34 WIB
Audrey Aulivia Wiranto,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menambahkan tanaman di halaman rumah Anda merupakan cara yang bagus untuk memasukkan beberapa hal positif dalam hidup, karena dapat menciptakan suasana rumah yang lebih teduh dan adem.

Banyak tanaman yang memiliki khasiat obat dan dapat membantu membersihkan udara.

Namun, tahukah Anda ada beberapa tanaman yang tidak dianjurkan untuk berada di area sekitar rumah?

Menurut feng shui, tanaman besar yang berdaun rimbun atau lebat dipercaya mempunyai energi negatif bagi kehidupan manusia.

Keberadaannya membuat energi tidak kasat mata cenderung mendominasi area sekitar pohon tersebut karena suasana disekitar pohon terlihat gelap dari luar rumah.

Baca juga: 4 Strategi Menata Tanaman Hijau di Dalam Rumah

Adapun tanaman yang tidak disarankan untuk ditanam, sebagai berikut:

1. Tanaman buah

Hindari untuk menanam pohon berbuah seperti pohon nangka, pohon jambu, pohon mangga, pohon rambutan, dan lain-lain.

Nantinya jika sudah tumbuh, pohon-pohon tersebut tumbuh sangat rimbun dan memenuhi area sekitar karena bentuknya yang besar.

Menurut  feng shui biasanya energi tidak kasat mata atau energi tidak hidup suka tinggal di area seperti ini.

2. Tanaman peneduh

Tanaman yang tidak dianjurkan ditanam di halaman rumah adalah tanaman peneduh.

Jika Anda hendak menanam pohon peneduh seperti pohon beringin, pohon angsana, pohon palem, cemara, ketapang kencana dan bambu di halaman rumah, maka lupakanlah impian tersebut.

Biasanya makhluk tak kasat mata atau energi tidak kasat mata cocok berada di area atau lokasi yang berenergi yin.

3. Pohon tinggi berbatang kecil

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Demak: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Demak: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Klaten: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Klaten: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Wonosobo: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Wonosobo: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Boyolali: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Boyolali: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Identifikasi 100 Properti, OYO Fokus Layani Akomodasi Pemerintah

Identifikasi 100 Properti, OYO Fokus Layani Akomodasi Pemerintah

Hotel
Permintaan Membeludak Pasca-Lebaran, KAI Siapkan Tambahan Relasi Ini

Permintaan Membeludak Pasca-Lebaran, KAI Siapkan Tambahan Relasi Ini

Berita
Lebaran 2024, 2,1 Juta Kendaraan Lintasi Tol Trans-Sumatera

Lebaran 2024, 2,1 Juta Kendaraan Lintasi Tol Trans-Sumatera

Berita
Meski Tahan Lama, Wastafel 'Stainless Steel' Punya Kekurangan

Meski Tahan Lama, Wastafel "Stainless Steel" Punya Kekurangan

Tips
Juli Ini, Proyek Tol Bayung Lencir-Tempino Seksi 3 Kelar

Juli Ini, Proyek Tol Bayung Lencir-Tempino Seksi 3 Kelar

Berita
Metland Catatkan Laba Bersih Rp 417,6 Miliar Sepanjang 2023

Metland Catatkan Laba Bersih Rp 417,6 Miliar Sepanjang 2023

Berita
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Jepara: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Jepara: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Ini 147 Bangunan di Sulbar yang Beres Direkonstruksi Pasca Gempa

Ini 147 Bangunan di Sulbar yang Beres Direkonstruksi Pasca Gempa

Berita
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Banjarnegara: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Banjarnegara: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kota Banjar: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kota Banjar: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Sukabumi: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Sukabumi: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com