Bambu Bakal Digunakan dalam Konstruksi Jalan Tol Semarang-Demak

Kompas.com - 26/09/2021, 07:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Bambu selama ini dikenal sebagai material untuk pembuatan beragam furnitur.

Namun siapa sangka, material ramah lingkungan ini tengah diuji coba untuk menjadi bagian dalam konstruksi jalan tol.

Seperti dikutip dari situs Kementrian PUPR, Balai Bahan dan Struktur Bangunan Gedung, Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan, Direktorat Jenderal Cipta Karya tengah melaksanakan uji untuk mengukur kelayakan material bambu.

Bambu akan digunakan sebagai suatu sistem matras guna meningkatkan daya dukung tanah dasar di lokasi konstruksi Jalan Tol Semarang-Demak.

Baca juga: Tersambung Tanggul Laut, Tol Semarang-Demak Diperkuat Matras Bambu 17 Lapis

“Pengujian dilakukan untuk mempersiapkan bahan bambu yang akan digunakan sebagai konstruksi matras untuk mempercepat waktu konsolidasi pada tanah di lokasi konstruksi Jalan Tol Semarang-Demak,” ungkap Kepala Balai Bahan dan Struktur Bangunan Gedung, Ferri Eka Putra.

Menurutnya, perbaikan kondisi tanah dengan konstruksi matras bambu dilakukan karena konstruksi tanggul laut yang terintegrasi dengan jalan tol Semarang-Demak akan dibangun di atas tanah dengan klasifikasi very soft soil.

Pengujian yang dilakukan terdiri dari dua jenis yaitu uji tarik sistem matras bambu dan uji lentur sistem matras bambu.

Tujuan pengujian ini untuk mengetahui perilaku dari bambu yang dirangkai menjadi matras ketika mengalami gaya tarik dalam arah horisontal serta gaya tekan pada arah tegak lurus.

Pengujian tarik sistem matras bambu dan uji lentur sistem matras bamboo ini baru pertama kali dilakukan dan diharapkan dapat memberikan terobosan dalam solusi perkuatan tanah lunak yang murah dan tepat guna.

Baca juga: Jokowi: Tol Semarang-Demak Tingkatkan Konektivitas dan Kendalikan Banjir Rob

Kegiatan ini diprakarsai oleh PT Pembangunan Perumahan Semarang Demak (PPSD) selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang nantinya akan mengelola operasional Jalan Tol Semarang-Demak.

Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak terintegrasi dengan tanggul laut dimana struktur timbunan di atas laut direncanakan diperkuat oleh matras bambu setebal 17 lapis.

Selain sistem matras bambu, penguatan kondisi tanah dilakukan juga dengan cara pemasangan material pengalir vertikal pra-fabrikasi atau PVD. 

Selain itu, dilaksanakan pembebanan menggunakan material pasir laut yang diambil menggunakan alat Trailing Suction Hopping Dredger atau TSHD.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.