Kompas.com - 17/09/2021, 07:00 WIB
Aktivitas warga saat sore hari berkumpul di sepanjang tanggul laut yang berfungsi menahan air laut masuk di Muara Baru, Jakarta Utara, Rabu (11/8/2021). Laporan Fitch Solutions Country Risk & Industry Research memprediksi wilayah utara Jakarta dapat tenggelam secara menyeluruh pada tahun 2050 jika tidak ada intervensi lebih lanjut dari pemerintah. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGAktivitas warga saat sore hari berkumpul di sepanjang tanggul laut yang berfungsi menahan air laut masuk di Muara Baru, Jakarta Utara, Rabu (11/8/2021). Laporan Fitch Solutions Country Risk & Industry Research memprediksi wilayah utara Jakarta dapat tenggelam secara menyeluruh pada tahun 2050 jika tidak ada intervensi lebih lanjut dari pemerintah.


JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah kota di kawasan Pantura Jawa, termasuk DKI Jakarta diprediksi akan terendam air laut. Setidaknya pada 2050 mendatang.

Dengan waktu yang ada saat ini, sejumlah ahli menyarankan beberapa langkah mitigasi agar hal tersebut tak sampai terjadi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pakar Iklim dan Meteorolog Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Wakil Ketua Kelompok Kerja I IPCC Edvin Adrian mengatakan, menekan penggunaan air tanah pada sumur-sumur di lahan masyarakat bisa mengantisipasi terjadinya land subsidence atau penurunan muka tanah.

"Menyetop pengambilan air tanah dari sumur-sumur penyedotan," kata Edvin dalam diskusi virtual bertajuk Ancaman Tenggelamnya Kota Pesisir Pantai Utara Jawa, Apa Langkah Mitigasinya? pada Kamis (16/09/2021).

Baca juga: Muka Tanah Pekalongan Turun Paling Tajam, hingga 11 Cm Per Tahun

Sebab, fungsi air di dalam tanah yakni menopang permukaan. Jika volume air habis, maka akan terjadi penurunan muka tanah alias ambles.

"Artinya Pemda harus bisa menyediakan PAM cukup air untuk kehidupan di kota," jelasnya.

Selain itu, perlu memastikan situ-situ penampungan air di wilayah untuk cadangan air. Hal ini tentu berlaku juga untuk Jakarta.

"Karena tata ruang kota yang modern baiknya seperti itu. Misalnya di Melbourne," ujar dia.

Menurut Edvin, langkah mitigasi yang sempurna yakni menyediakan sarana dan prasarana air bagi masyarakat agar tidak mengambil air dari tanah.

Baca juga: Mengkhawatirkan, Muka Tanah Cirebon, Pekalongan, Semarang, dan Surabaya Turun Paling Ekstrem

Sementara itu, Peneliti Ahli Utama BRIN Eddy Hermawan menyampaikan, langkah yang efektif untuk menanggulangi potensi kawasan perkotaan di pesisir Pantura Jawa terendam air laut yakni dengan mengembalikan tata lingkungan yang sesuai.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.