Sofyan Djalil Beberkan Sejumlah Kendala Pelaksanaan Reforma Agraria

Kompas.com - 10/09/2021, 17:00 WIB
Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil Kementerian ATR/BPNMenteri ATR/BPN Sofyan Djalil

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan A Djalil mengungkapkan sejumlah permasalahan reforma agraria.

Sebelumnya perlu diketahui, reforma agraria merupakan program pemerintah untuk menata kembali penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam pelaksanaannnya, terdiri dari dua kegiatan utama yakni penataan aset dan akses. Penataan aset adalah melakukan legalisasi aset dengan memberikan bukti hak atas tanah.

Sementara penataan akses merupakan tata penggunaan atau pemanfaatan tanah yang lebih produktif disertai penataan dukungan sarana dan prasarana.

Baca juga: Penyelesaian Konflik Reforma Agraria di 10 Lokasi Prioritas Tuntas 2021

Sofyan Djalil menyampaikan, dalam pelaksanaan reformasi agraria tentu tidak bisa lepas dari kendala-kendala yang terjadi di lapangan. Salah satunya masyarakat diberi tanah, namun tidak diberi akses ke permodalan.

"Intinya masyarakat tidak memiliki kapasitas untuk memanfaatkan tanahnya," kata Sofyan,  dikutip dari laman Kementerian ATR/BPN saat Konferensi Nasional Reforma Agraria (KNRA) Tahun 2021, Kamis (9/9/2021).

Dia mengaitkan hal tersebut dengan sejarah reforma agraria di Iran. Pada 1940-an, para feodal menguasai mayoritas tanah. Masyarakat banyak yang menjadi land less, sehingga hidupnya bergantung pada tuan tanah.

Singkat cerita, pemimpin Iran menerapkan program reforma agraria dan membuat aturan bahwa tuan tanah tidak diperbolehkan membeli lahan itu lagi.

Program tersebut awalnya menyenangkan petani, tetapi akhirnya membuat mereka kesulitan memberdayakan tanahnya. Karena mereka kesulitan memperoleh pupuk, bibit dan akhirnya tanah tidak produktif.

Baca juga: Reforma Agraria 9 Juta Hektar Dinilai Lambat, Ternyata Ini Sebabnya

Kemudian petani pun pindah ke perkotaan tanpa pengalaman dan keahlian. Itulah akhir dari pelaksanaan reforma agraria adalah Revolusi Iran.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.