Terjebak di Kereta Bawah Tanah Provinsi Henan, 12 Orang Tewas

Kompas.com - 21/07/2021, 20:30 WIB
Banjir yang terjadi di ibu kota Provinsu Henan, Zhengzhou, mengakibatkan terendamnya stasiun kereta api bawah tanah pada Selasa (21/07/2021). 12 orang dilaporkan meninggal dalam kejadian naas ini CNNBanjir yang terjadi di ibu kota Provinsu Henan, Zhengzhou, mengakibatkan terendamnya stasiun kereta api bawah tanah pada Selasa (21/07/2021). 12 orang dilaporkan meninggal dalam kejadian naas ini

 JAKARTA, KOMPAS.com -Derasnya aliran banjir menyebabkan dua belas orang tewas karena terjebak dalam gerbong kereta api bawah tanah di Provinsi Henan, China

Peristiwa tersebut terjadi di Zhengzhou ibu kota provinsi Henanpada, Selasa (20/7/2021) waktu setempat. Penyebabnya adalah hujan turun lebat selama satu jam.

Video yang beredar di media sosial menunjukkan, para penumpang berusaha menyelamatkan diri dengan kepala mereka tetap berada di atas permukaan air selama masih terjebak.

Dikutip dari CNN, Rabu (21/07/2021), rekaman yang disiarkan oleh media lokal, Xinahua, memperlihatkan para penumpang yang terperangkap, meminta bantuan di media sosial.

Baca juga: Total Transaksi Hotel di Asia Pasifik Rp 53,7 Triliun, China Dominan

Pasca-kejadian tersebut, pihak berwenang di Henan mengatakan sistem kereta bawah tanah kota, yang berisi tujuh jalur dan 153 stasiun, telah dihentikan sementara waktu.

Sementara itu, di jalan raya, ketinggian air mencapai pinggul orang dewasa. Banyak orang yang terjebak dalam mobilnya serta di mal bawah tanah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di kota terdekat Gongyi, setidaknya empat orang dipastikan tewas dan lebih dari 20.000 orang terpaksa mengungsi dari rumah mereka.

Lebih dari selusin kota di provinsi Henan terpengaruh. Presiden Xi Jinping mengatakan,  bencana ini membuat mereka kehilangan banyak penduduk dan mengalami kerusakan properti yang massif.

Hujan deras juga menyebabkan pemadaman listrik di seluruh kota Zhengzhou. Bahkan beberapa rumah sakit terendam banjir. 

Salah seorang pengguna Weibo mengatakan di rumah sakit tempat ayahnya di rawat, yakni Rumah Sakit Universitas Zhengzhou telah terjadi pemadalam listrik. 

Hal itu mengakibatkan matinya ventilator di unit perawatan intensif dan membuat berdampak pada kesehatan ayahnya. Syukurnya pada Rabu (21/7/2021) pagi, aliran listrik sudah kembali dinyalakan. 

Lebih dari 6.000 petugas pemadam kebakaran, dan hampir 2.000 anggota polisi dan pasukan militer China, telah dikerahkan untuk operasi pencarian dan penyelamatan di seluruh daerah yang dilanda bencana. 



Sumber CNN,BBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X