Dana Rp 11,35 Triliun Disiapkan untuk Bangun 4 Bendungan Baru

Kompas.com - 10/06/2021, 12:00 WIB
Bendungan Semantok Ditargetkan Rampung dan Mulai Impounding Tahun 2022 Kementerian PUPRBendungan Semantok Ditargetkan Rampung dan Mulai Impounding Tahun 2022

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengalokasikan anggaran sebesar Rp 11,35 triliun untuk membangun empat bendungan baru pada tahun 2022.

Keempat bendungan tersebut yaitu Bendungan Kedung Langgar di Jawa Tengah, Bendungan Cabean di Jawa Tengah, Bendungan Riam Kiwa di Kalimantan Selatan dan Bendungan Kolhua di Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Selain itu, dana ini juga digunakan untuk merevitalisasi sejumlah danau dan situ, seperti penyelesaian Alur Tano Ponggol Danau Toba di Sumatera Utara, Danau Rawa Pening di Jawa Tengah, Limboto di Gorontalo dan Tandano di Sulawesi Utara," kata Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR Jarot Widyoko dalam dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi V DPR RI, Rabu (09/06/2021).

Baca juga: Tuntaskan Ganti Rugi Lapindo, Pemerintah Butuh Rp 1,5 Triliun Lagi

Kemudian melanjutkan pembangunan 34 bendungan yang hingga saat ini masih berlangusng yakni Bendungan Keureuto di Aceh, Rukoh dan Bangunan Pengarah di Aceh, Lausimeme di Sumatera Utara, Tiga Dihaji di Sumatera Sulatan, Karian di Banten, Sadawarna di Jawa Barat, Leuwikeris di Jawa Barat, Cipanas di Jawa Barat.

Lalu Cibeet di Jawa Barat, Cijurey di Jawa Barat, Randugunting di Jawa Tengah, Jragung di Jawa Tengah, Jlantah di Jawa Tengah, Bener di Jawa Tengah, Semantok di Jawa Timur, Bagong di Jawa Timur, Sidan di Bali, Tambiang di Bali, Beringin Sila di Nusa Tenggara Barat, Meniting di Nusa Tenggara Barat.

Selanjutnya Tiu Suntuk di Nusa Tenggara Barat, Temef di Nusa Tenggara Timur, Maniin di Nusa Tenggara Timur, Mbay di Nusa Tenggara Timur, Sepaku Semoi di Kalimantan Timur, Merangkayu di Kalimantan Timur, Lolak di Sulawesi Utara, Kuwil Kawangkoan di Sulawesi Utara, Bolango Ulu di Gorontalo, Budong-budong di Sulawesi Tenggara, Ameroro di Sulawesi Tenggara, Pamuklulu di Sulawesi Selatan, Jenelata di Sulawesi Selatan, dan Way Apu di Maluku.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jarot menuturkan, pada tahun 2022 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menetapakan pagu indikatif Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) adalah sebesar Rp 41,04 triliun.

Baca juga: 12 Tahun, Pemerintah Guyur Rp 11,27 Triliun Ganti Rugi Korban Lapindo

Pagu ini ditetapkan berdasarkan Surat Menteri PUPR Nomor KU.01.01-Mn/885 Tanggal 17 Mei 2021 setelah dilakukan penyesuaian.

Menurutnya, anggaran Rp 41,04 triliun ini akan dialokasikan untuk sejumlah program dan kegiatan Ditjen SDA yakni pembangunan irigasi dan rawa senilai Rp 5,50 triliun, bendungan, situ dan danau senilait Rp 11,35 triliun, pengendalian daya rusak sebesar Rp 7,32 triliun, dan penyediaan air baku sebesar Rp 2,03 triliun.

Selanjutnya anggaran juga dialokasikan untuk operasi dan pemeliharaan 8m63 triliun, pengadaan tanah Rp 3,09 triliun, pengendalian Lumpur Lapindo senilai Rp 270 triliun, dan dukungan manajemen sebesar Rp 2,84 triliun.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X