KPK dan Buruknya Pengetahuan tentang Trotoar

Kompas.com - 11/03/2021, 07:00 WIB
Satuan Polisi Pamong Praja menertibkan sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di trotoar kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (8/3/2021). Sebanyak 30 PKL ditindak oleh petugas. Dok Satpol PPSatuan Polisi Pamong Praja menertibkan sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di trotoar kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (8/3/2021). Sebanyak 30 PKL ditindak oleh petugas.

SABTU, 25 Juni 2011 di trotoar Jalan Lada Kota Tua, Jakarta, kami berempat (saya, Anthony, Panto dan Sugi) menggelar aksi pertama koalisi pejalan kaki atau KPK.

Hari itu juga dapat dianggap sebagai hari pertama berdirinya KPK. Koalisi ini sebenarnya dibentuk sebagai gerakan Nasional untuk lebih peduli kepada pejalan kaki.

Kami menilai pejalan kaki sama sekali tidak diperhatikan oleh para pemangku kepentingan dan juga masyarakat. Mulai dari keselamatan, infrastruktruktur, regulasi, dan penegakan hukumnya.

Padahal, aktivitas jalan kaki adalah basis transportasi, publik turun dari kendaraan apa pun baik umum atau pribadi pasti berjalan kaki ke tujuan.

Sutanto Soehodho dalam Road Accidents in Indonesia dalam IATSS Research (2009) mengungkapkan, sebagian besar orang yang tewas kecelakaan di jalan raya di Indonesia adalah pengendara kendaraan roda dua atau tiga, yaitu sekitar 61 persen.

Berikutnya adalah pejalan kaki (15 persen), pengendara sepeda (13 persen), penumpang kendaraan roda empat (4 persen) dan pengemudi kendaraan roda empat (3 persen).

Khusus pejalan kaki, terjadi fatalitas meninggal dunia sampai dengan 15 persen. Ini sangat ironis karena mereka tidak mengendarai kendaraan bermotor namun menjadi korban karena ditabrak.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Demikian halnya pesepeda yang mencapai 13 persen, menggenapi total korban non-motorist transport (NMT) sebanyak 28 persen. Sebuah angka yang memprihatinkan.

Pejalan kaki dan pesepeda adalah korban predator jalan raya yakni kendaraan bermotor. Cek saja data Korlantas yang menunjukkan korban kecelakaan lalu lintas mencapai total 22.000 hingga 33.000 orang meninggal dunia setiap tahun.

Sementara dalam skala lebih luas, data World Health Organization (WHO) tahun 2016 menyatakan, pejalan kaki juga kerap menjadi korban kecelakaan dengan angka 22 persen.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X