Digugat Perusahaan Singapura, Begini Sepak Terjang Yayasan Harapan Kita

Kompas.com - 10/03/2021, 20:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Yayasan Harapan Kita (YKH) digugat oleh perusahaan asal Singapura Mitora Pte.Ktd ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.

Tak hanya YKH, tiga anak mantan Presiden ke-2 RI Soeharto juga turut digugat Mitora yakni, Siti Hardianti Hastuti Rukmana, Sigit Harjojudanto, serta Bambang Trihatmodjo.

Mitora juga menggugat Soehardjo Soebardi, Sekretariat Negara Republik Indonesia, Pengurus Taman Mini Indonesia Indah (TMII), serta Kantor Pertanahan (Kantah) Jakarta Pusat.

Dalam petitum gugatan itu, Mitora meminta pengadilan menyatakan sah dan berharga sita jaminan properti berupa sebidang tanah dan bangunan beserta seluruh isinya yang terletak di Jl Yusuf Adiwinata Nomor 14, Menteng, Jakarta Pusat.

Mitora menuntut para tergugat dan turut tergugat secara renteng untuk membayar kewajiban sebesar Rp 500 miliar dan kerugian immateriil senilai Rp 84 miliar.

Sehingga, total kewajiban dan kerugian immateriil yang harus dibayarkan para tergugat dan turut tergugat sebesar Rp 584 miliar.

Selain itu, Mitora meminta para turut tergugat yaitu Soehardjo Seobardi, Pengurus TMII, Kantah Jakarta Pusat, serta Sekretariat Negara Republik Indonesia untuk melaksanakan putusan tersebut.

Baca juga: Yayasan Harapan Kita Digugat Perusahaan Singapura Senilai Rp 584 Miliar

Siapa dan bagaimana sepak terjang YKH?

YKH didirikan oleh Istri Presiden ke-2 RI Soeharto yaitu Siti Hartinah atau dikenal dengan Tien Soeharto pada 23 Agustus 1968. Ini artinya, usia yayasan tersebut hampir 53 tahun.

Pendirian YKH ini bertepatan pada syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) Tien ke-45 pada saat itu.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.