Beredar Kabar Tol Padang-Sicincin Disetop, Hutama Karya Angkat Suara

Kompas.com - 06/03/2021, 16:30 WIB
Tol Padang-Sicincin ditargetkan beroperasi pada Desember 2021. 
Dok. Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPRTol Padang-Sicincin ditargetkan beroperasi pada Desember 2021.

JAKARTA, KOMPAS.com - Belum lama ini, beredar kabar bahwa ruas Tol Padang-Sicincin akan disetop.

Menurut kabar tersebut, alasan penghentian pembangunan koridor pendukung (feeder) Jalan Tol Pekanbaru-Padang ini disebabkan kemajuan progresnya yang sangat lamban.

Selama tiga tahun, PT Hutama Karya (Persero) selaku kontraktor hanya mampu membebaskan lahan sepanjang 6 kilometer dari total 36 kilometer jalan yang direncanakan.

Atas beredarnya kabar ini, Direktur Operasi III PT Hutama Karya (Persero) Koentjoro angkat bicara.

Koentjoro menegaskan, Hutama Karya mengikuti sepenuhnya arahan dan kebijakan yang diberikan oleh regulator yakni, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). 

Meski demikian, dia tak memungkiri bahwa pembangunan Tol Padang-Sicincin memang mengalami kendala di lapangan.

Pembebasan lahan di wilayah Sumatra Barat memang masih menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan hingga saat ini," ucap Koentjoro dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (6/3/2021).

Baca juga: Tol Padang-Sicincin Dijadwalkan Beroperasi Desember 2021

Walau begitu, progres yang tidak begitu signifikan di ruas tol ini bukan karena pembangunannya yang lamban, namun perusahaan hanya dapat mengerjakan konstruksi tol sesuai dengan lahan yang telah dibebaskan.

Jika tersedia kelebihan sumber daya, maka Hutama Karya akan melakukan refocusing ke ruas proyek tol lain yang lahannya lebih siap.

Untuk mempercepat pembangunan Tol Padang-Sicincin, berbagai skema alternatif telah dilakukan oleh Hutama Karya agar proyek dapat terus berjalan.

Misalnya, mulai dari pengajuan penetapan lokasi (penlok) baru, relokasi trase, hingga koordinasi dengan berbagai pihak yang terlibat dalam pembangunan ini.

Upaya itu dilakukan untuk mempertimbangkan kondisi masyarakat setempat yang menyatakan bahwa tanah di sekitar pembangunan merupakan tanah pusaka dan produktif.

"Namun dalam pelaksanaannya, kami mengikuti sepenuhnya keputusan yang telah ditetapkan oleh regulator,” tuntas Koentjoro.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X