Kompas.com - 18/02/2021, 14:00 WIB
Daerah Aliran Sungai (DAS) Rungan teluk Pulau Kaja, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah tempat tenggelamnya seorang mahasiswa dari Universitas Gajah Mada (UGM) bernama Ricky Dwi Hari Yanto. AntaranewsDaerah Aliran Sungai (DAS) Rungan teluk Pulau Kaja, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah tempat tenggelamnya seorang mahasiswa dari Universitas Gajah Mada (UGM) bernama Ricky Dwi Hari Yanto.

JAKARTA, KOMPAS.com - Selain curah hujan ekstrem, kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) dianggap menjadi salah satu faktor pemicu banjir dan tanah longsor.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan hal itu dalam sambutannya yang disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian PUPR Mohammad Zainal Fatah dalam Webinar Nasional Dewan SDA Nasional: "Kenapa Banjir?", Kamis (18/2/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dari kajian Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kita kemudian tahu bahwa selain curah hujan ekstrem, kerusakan DAS juga jadi pemicu penyebab bencana banjir dan tanah longsor yang kita hadapi belakangan ini," ucap Basuki.

Dari data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), terdapat 14 juta hektar lahan kritis di Indonesia saat ini.

Basuki melanjutkan, fenomena ini tentunya dapat mengancam kelestarian fungsi DAS.

Baca juga: Kendalikan Banjir, Pekerjaan Proyek DAS Tukad Unda Bali Dimulai

Sementara itu, kemampuan Indonesia dalam menangani lahan kritis hanya berkisar 230.000 hektar per tahun.

Angka itu hanya berkontribusi 1,66 persen atau tidak sampai 2 persen terhadap jumlah lahan kritis yang tengah dihadapi.

Tercatat pada periode awal Januari hingga 29 Desember 2020 silam, telah terjadi lebih dari 2.900 kali bencana alam.

Jumlah itu didominasi oleh bencana hidrometeorologi dengan kejadian banjir sebanyak 1.065 kali atau lebih dari 36 persen dari total bencana keseluruhan.

Bahkan, baru awal tahun 2021 saja telah terjadi lebih dari 200 bencana banjir yang memakan 140 orang meninggal dunia dan 750 lainnya mengalami luka-luka.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.