Meleset dari Target, Realisasi Rumah Susun Tahun 2020 Hanya 823 Unit

Kompas.com - 02/02/2021, 11:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Dirjen Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Khalawi Abdul Hamid mengakui realisasi program pembangunan rumah susun tahun 2020 meleset dari target.

"Kami menargetkan tahun 2020 bangun rumah susun sebanyak 1.171 unit. Namun, realisasi hanya 823 unit atau sekitar 70,28 persen dari target," kata Khalawi dalam Rapat Dengar Pendapat antara Kementerian PUPR dan Komisi V DPR RI, di Jakarta, Senin (1/2/2021).

Khalawi menjelaskan, alasan tidak tercapainya target pembangunan tersebut karena  refocusing anggaran akibat pandemi Covid-19.

Refocusing ini sebelumnya memang telah disepakati dalam pembahasan rapat bersama dengan anggota Dewan.

Baca juga: Rumah Susun Dapat Anggaran Terbesar Tahun Ini, Rp 4,16 Triliun

Namun demikian, target pembangunan rumah susun tahun 2020 akan tetap dilanjutkan karena akan masuk kategori proyek multiyears contract (MYC)

"Tetapi tidak hilang, single year contract (SYC) uangnya dipotong jadi MYC, jadi programnya tetap jalan untuk tahun 2021," jelasnya.

Sementara itu, program pembangunan rumah susun tahun ini mendapatkan porsi alokasi tertinggi, yaitu sebesar Rp 4.160 triliun dari total anggaran TA 2021 sebesar 8,093 trilun.

"Kami menargetkan pada tahun 2020 itu membangun rumah susun sebanyak 9.799 unit dengan alokasi mencapai Rp 4,160 trilun. Tahun ini rusun porsinya tertinggi, kalau tahun lalu porsi tertingginya rumah swadaya," kata Khalawi.

Dari total 9.799 yang akan dibangun pada 2021, sebanyak 5.158 unit bangunan baru atau 131 menara, dan sisanya 4.641 atau 111 menara merupakan bangunan lanjutan atau MYC.

Rusun tersebut dibangun untuk sejumlah kelompok masyarakat, di antaranya untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), pekerja industri, aparatur sipil negara (ASN), TNI dan Polri, perguruan tinggi hingga pendidikan keagamaan berasrama.

Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengalokasikan anggaran program pembangunan Direktorat Jenderal Perumahan pada 2021 sebesar Rp 8,093 triliun.

Dana tersebut akan dialokasikan untuk sejumlah program pembangunan, yaitu pembangunan rumah susun (rusun) dan pembangunan rumah swadaya melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Kemudian juga bantuan pembangunan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) rumah umum, dan pembangunan rumah khusus (rusus), serta untuk Sekretariat Direktorat Jenderal Perumahan, Perencanaan, serta Kepatuhan Internal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.