Justika
Platform Konsultasi Hukum

Justika adalah platform konsultasi hukum via online dengan puluhan konsultan hukum profesional dan berpengalaman.

Per-Oktober 2021, lebih dari 19.000 masalah hukum di berbagai bidang hukum telah dikonsultasikan bersama Justika.

Justika memudahkan pengguna agar dapat menanyakan masalah hukum melalui fitur chat kapan pun dan di mana pun.

Justika tidak hanya melayani konsultasi hukum, namun di semua fase kebutuhan layanan hukum, mulai dari pembuatan dokumen hingga pendampingan hukum.

Untuk informasi selengkapnya, kunjungi situs justika di www.justika.com atau tanya Admin Justika melalui email halo@justika.info atau Whatsapp di 0821 3000 7093.

Sekeluarga Meninggal, Siapa yang Berhak Jadi Ahli Waris?

Kompas.com - 27/11/2021, 06:00 WIB
Sebagai pemilik tanah sah, dalam transaksi tanah warisan itu tidak lagi diperlukan dokumen-dokumen pewarisan, misalnya Surat Keterangan Kematian dari pewaris atau Surat Keterangan Ahli Waris. www.shutterstock.comSebagai pemilik tanah sah, dalam transaksi tanah warisan itu tidak lagi diperlukan dokumen-dokumen pewarisan, misalnya Surat Keterangan Kematian dari pewaris atau Surat Keterangan Ahli Waris.
Penulis Justika
|


Kecelakaan transportasi baik darat, laut, atau udara kerap menimpa seluruh anggota keluarga dan tidak jarang menewaskan seluruh pengendara/penumpang dalam hal ini keluarga tersebut.

Meninggalnya salah satu anggota keluarga tentu akan diikuti oleh proses pembagian waris dari pewaris kepada ahli waris.

Namun, bagaimana jika seluruh anggota keluarga meninggal dunia? Siapakah yang berhak menjadi ahli waris jika sekeluarga meninggal?

Oleh: Alfred Nobel Sugio Hartono

Pembagian waris di dalam hukum Indonesia pada umumnya berpedoman pada Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Burgerlijk Wetboek) sebagai hukum waris perdata dan Kompilasi Hukum Islam (KHI) untuk warga negara Indonesia beragam Islam.

Pedoman lain, yakni hukum waris adat, namun tidak banyak digunakan dalam pembagian waris di Indonesia.

Dalam hal ini, saya akan membahas mengenai hukum waris di Indonesia berdasarkan hukum waris perdata dan hukum waris Islam.

Baca juga: Anak yang Tidak Masuk Kartu Keluarga Bisa Jadi Ahli Waris, Simak Ulasannya

Dalam pembahasan ini, saya mengasumsikan seluruh anggota keluarga yang meninggal adalah suami, istri, dan anak-anak.

Menurut hukum Perdata

Merujuk pada Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH Perdata), pewarisan dapat berlangsung karena terjadinya kematian.

Dalam pewarisan terdapat empat golongan Ahli Waris yang dapat mewarisi harta peninggalan dari si pewaris yang telah meninggal dunia.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.