Justika
Platform Konsultasi Hukum

Justika adalah platform konsultasi hukum via online dengan puluhan konsultan hukum profesional dan berpengalaman.

Per-Oktober 2021, lebih dari 19.000 masalah hukum di berbagai bidang hukum telah dikonsultasikan bersama Justika.

Justika memudahkan pengguna agar dapat menanyakan masalah hukum melalui fitur chat kapan pun dan di mana pun.

Justika tidak hanya melayani konsultasi hukum, namun di semua fase kebutuhan layanan hukum, mulai dari pembuatan dokumen hingga pendampingan hukum.

Untuk informasi selengkapnya, kunjungi situs justika di www.justika.com atau tanya Admin Justika melalui email halo@justika.info atau Whatsapp di 0821 3000 7093.

Anak yang Tidak Masuk Kartu Keluarga Bisa Jadi Ahli Waris, Simak Ulasannya

Kompas.com - 25/11/2021, 06:00 WIB
Illustrasi Kartu Keluarga Audia Natasha PutriIllustrasi Kartu Keluarga
Penulis Justika
|

Sebagaimana muncul di pemberitaan media massa, cukup banyak fenomena anak-anak tidak termasuk ke dalam Kartu Keluarga, dengan beragam alasan.

Sehingga timbul pertanyaan, apakah anak yang tidak masuk Kartu Keluarga dapat menjadi ahli waris dari orangtuanya?

Oleh: Gusti Ayu Cindy Permata Sari

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, saya sampaikan lebih dahulu pengertian Kartu Keluarga.

Dalam Pasal 1 angka 13 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan (“UU 24/2013”), Kartu Keluarga (“KK”) adalah kartu identitas keluarga yang memuat data tentang nama, susunan dan hubungan dalam keluarga, serta identitas anggota keluarga.

Dilihat dari penjelasan di atas, KK merupakan alat bukti autentik sebagaimana tercantum dalam Pasal 1 angka 8 UU 24/2013 yang dapat menjadi salah satu bukti kuat dan sah atas status identitas keluarga dan anggota keluarga, baik itu kepala keluarga, istri, maupun anak.

Baca Juga: Syarat Membuat Surat Keterangan Ahli Waris

Selanjutnya yang dimaksud dengan ahli waris adalah orang yang berhak menerima harta warisan dari pewaris dan diperbolehkan oleh hukum.

Pada kondisi tertentu, dimungkinkan ahli waris tidak mendapat atau mewarisi harta warisan dari si pewaris, bila ahli waris melakukan hal yang dilarang oleh Undang-Undang untuk menerima warisan.

Artinya, ahli waris berhak menerima warisan dari pewaris apabila ahli waris tidak melakukan perbuatan yang dilarang oleh Undang-Undang.

Misalnya ahli waris melakukan suatu tindak pidana dengan mencoba membunuh pewaris.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.