Kompas.com - 21/02/2022, 21:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Selain lilin aromaterapi, salah satu perangkat yang dapat digunakan untuk mengharumkan ruangan adalah diffuser minyak esensial atau diffuser essential oil. 

Diffuser essential oil memiliki bentuk dan ukuran yang tidak memakan tempat sehingga tidak perlu pusing atau repot mencari tempat untuk meletakkannya. 

Kendati demikian, dilansir dari Shape, Senin (21/2/2022), ada sejumlah hal yang harus diperhatikan sebelum membeli diffuser essential oil. 

Baca juga: Cara Mudah Membuat Diffuser Aroma di Rumah

Pilih jenisnya

Ilustrasi diffuser aroma.SHUTTERSTOCK / Pixel-Shot Ilustrasi diffuser aroma.

Ada beberapa jenis diffuser yang bisa dipilih seperti ultrasonic diffuser, nebulizing diffuser, dan heat diffuser.

  • Ultrasonic Diffuser

Leigh Winters, peneliti kesehatan biobehavioral klinis, ahli aromaterapi bersertifikat, dan ahli kecantikan alami, menjelaskan, ultrasonic diffuser menggunakan frekuensi elektronik untuk menciptakan getaran pada air.

Nantinya, getaran ini menciptakan kabut halus yang terbuat dari air dan minyak esensial. Kabut akan dilepaskan ke udara.

Baca juga: Humidifier dan Diffuser, Apa Perbedaan Keduanya?

Ultrasonic diffuser menggunakan air sehingga menjadi pilihan paling populer, terlebih saat musim dingin karena dapat melembapkan udara. Bahkan, ada ultrasonic diffuser yang dikombinasikan dengan humidifier.

Meski begitu, diffuser jenis ini memiliki kelemahan, yakni terbuat dari plastik sehingga tidak ramah lingkungan.

“Beberapa ahli percaya, plastik dapat berinteraksi secara negatif dan mempengaruhi kualitas minyak esensial,” jelas Winters. 

Baca juga: Bolehkan Menggunakan Humidifier di Kamar Tidur Bayi? Ini Penjelasannya

  • Nebulizing diffuser

Ilustrasi diffuser essential oil.FREEPIK/PVPRODUCTIONS Ilustrasi diffuser essential oil.

Nebulizing diffuser bekerja dengan memecah minyak esensial terlebih dulu menjadi molekul-molekul kecil.

Setelah itu, lanjut Winters, mereka akan disebarkan ke dalam ruangan hanya menggunakan udara. Biasanya, diffuser jenis ini memiliki fitur pengatur waktu (timer).

Baca juga: 8 Alasan Mengapa Kamu Membutuhkan Diffuser di Rumah

  • Heat Diffuser

Diffuser jenis ini menggunakan panas yang biasanya dari nyala lilin untuk menyebarkan minyak.

Cara ini membuat heat diffuser dianggap kurang efektif karena panasnya dapat mengubah sifat kimia minyak esensial sehingga mengubah keefektifan dan wanginya.

Cari minyak esensial berkualitas

Terkait dengan minyak esensial, carilah yang berkualitas. Menurut Winters, tidak perlu memakai minyak esensial yang dikeluarkan oleh merek diffuser yang digunakan

Kamu dapat membeli minyak esensial yang 100 persen murni. Artinya, tidak tercemar oleh aditif yang berpotensi beracun dan dari perusahaan tepercaya. 

Baca juga: Ingin Membeli Humidifier? Jangan Lupa Mengukur Ruangan Terlebih Dulu

Periksa alergi

Ilustrasi diffuser minyak esensial. Menyalakan diffuser berisi minyak esensial adalah salah satu cara mudah mengharumkan ruangan.SHUTTERSTOCK/PIXEL-SHOT Ilustrasi diffuser minyak esensial. Menyalakan diffuser berisi minyak esensial adalah salah satu cara mudah mengharumkan ruangan.

Serena Goldstein, dokter naturopati, menyarankan, memeriksa dulu apakah diffuser essential oil menyebabkan alergi atau tidak. 

“Letakkan setetes minyak dan setengah sendok teh minyak kelapa pada bagian kapas dari plester obat. Oleskan ke lengan bagian dalam, tepatnya di bawah pergelangan dalam,” jelas Goldstein. 

Setelah itu, tunggu selama 15 menit. Jika tidak ada reaksi apa pun, artinya minyak esensial aman digunakan sebagai cairan diffuser.

Baca juga: Kapan Diffuser Essential Oil Harus Dibersihkan dan Bagaimana Caranya?

Hati-hati jika punya asma

Dokter Stephanie Long menyarankab untuk berhati-hati menggunakan diffuser minyak esensial bagi mereka yang memiliki masalah asma. “Pasien asma dapat memiliki reaksi negatif terhadap senyawa di udara,” ujar Long.

Bahkan, beberapa penelitian menemukan, minyak esensial mengeluarkan senyawa organik di udara yang dapat mengiritasi saluran udara sehingga menyebabkan gejala pernapasan pada orang dengan asma.

Hati-hati jika sedang hamil

Ilustrasi diffuser. PEXELS/CHRIS F Ilustrasi diffuser.

Begitu untuk perempuan yang sedang hamil, Long merekomendasikan agar berbicara dengan dokter sebelum menggunakan diffuser minyak esensial.

“Meski kebanyakan minyak esensial tidak apa-apa digunakan pada sebagian besar pasien, dokter dapat mempertimbangkan riwayat kesehatan kehamilanmu untuk menentukan apakah produk tertentu aman digunakan,” tutur Long.

Baca juga: Benarkah Area Dekat Air Purifier Mendapat Lebih Banyak Udara Bersih?

Tidak perlu menggunakan minyak esensial ekstra

Setiap diffuser memiliki rekomendasi jumlah tetesan minyak esensial. Winters tidak menyarankan menambahkan tetesan ekstra karena dapat menyebabkan rasa mual serta pusing.

Harus rajin membersihkan diffuser

Idealnya, diffuser perlu dibersihkan setiap kali digunakan untuk mencegah kontaminasi silang dan pembentukan jamur.

Hal ini direkomendasikan Omid Mehdizadeh, dokter otolaryngologist dan laringologist di Providence Saint John’s Health Center di Santa Monica, California, Amerika Serikat.

Setiap diffuser memiliki petunjuk seberapa sering membersihkannya guna mencegah jamur. Untuk diffuser yang menggunakan air, jangan biarkan air di dalam diffuser berhari-hari tanpa digunakan.

Baca juga: Alasan Perlu Membersihkan Humidifier Secara Rutin

Ketahui periode penggunaan

Ilustrasi diffuser aroma.SHUTTERSTOCK / FotoHelin Ilustrasi diffuser aroma.

Menyalakan diffuser sepanjang hari dapat menjaga ruangan tetap wangi. Namun, cara terbaik dalam menggunakan diffuser minyak esensial adalah menyalakannya selama 30 menit.

Waktu ini cukup untuk menyebarkan minyak ke seluruh ruangan. Setelah itu, matikan selama setidaknya satu jam untuk menghindari efek samping negatif seperti sakit kepala.

Akan tetapi, ujar Winters, hal ini bergantung pada perangkat yang dimiliki. Ada beberapa diffuser yang memiliki pengatur waktu.

Pengatur waktu ini memungkinkan diffuser untuk menyebarkan molekul aromatik ke udara hanya setiap beberapa menit selama sekitar beberapa jam, lalu akan mati secara otomatis.

Baca juga: Langkah Membersihkan Humidifier Pakai Cuka Putih

Hati-hati jika memiliki hewan peliharaan

Pemilik hewan peliharaan, khususnya kucing, perlu memperhatikan bagaimana cara hewan peliharaan merespons wewangian baru.

Mengutip American Society for the Prevention of Cruelty to Animals (ASPCA), Mehdizadeh mengatakan minyak esensial adalah salah satu penyebab toksik paling umum dari tremor kucing.

Jika kucing peliharaan mulai sakit, bukalah jendela dan beri ventilasi pada ruangan tersebut. Jika gejalanya memburuk, segera bawa ke dokter hewan.

Sebelum membeli diffuser minyak esensial, periksa dulu daftar bahannya. Terkadang, reaksi hewan peliharaan tidak terjadi karena minyaknya, tapi pada bahan tambahan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Shape


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.