Kompas.com - 09/08/2021, 11:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kloset merupakan sarana penting di kamar mandi yang berfungsi sebagai tempat untuk membuang urin dan feses.

Terkait benda yang selalu ada di kamar mandi atau toilet ini, terdapat dua jenis kloset yang umum digunakan di Indonesia, yakni kloset jongkok dan kloset duduk.

Dari kedua jenis kloset tersebut, manakah yang paling baik untuk dipilih, apakah kloset jongkok atau kloset duduk?

Baca juga: Cara Membersihkan Noda pada Kloset Secara Menyeluruh

Dilansir dari beberapa sumber, Senin (9/8/2021), berikut ini kelebihan dan kekurangan antara kloset jongkok dengan kloset duduk.

Kelebihan kloset jongkok

1. Proses buang air besar lebih sempurna

Orang yang buang air besar di kloset jongkok harus dalam posisi jongkok, sehingga pahanya ditekuk di atas perut. Hal tersebut sebenarnya meningkatkan tekanan di perut, sekaligus mengurangi kapasitas perut, sehingga menyebabkan pengeluaran feses dengan mudah.

Oleh karena itu, bisa dikatakan, posisi jongkok di kloset jongkok idealnya adalah posisi terbaik untuk buang air besar.

Selain itu, kemungkinan infeksi saluran kemih atau ISK lebih kecil pafa kloset jongkok, karena kontak langsung dengan kloset sangat minim.

Baca juga: Bahaya Tidak Menutup Kloset Saat Menyiram, Bisa Kena Penyakit Menular

2. Lebih higienis

Beberapa orang percaya kloset duduk lebih higienis, tetapi masih ada beberapa pendapat yang menentang. Banyak yang menganggap kloset jongkok lebih higienis, karena lebih mudah dibersihkan dan tidak ada kontak kulit dengan permukaan dudukan kloset.

Oleh karena itu, kloset jongkok lebih umum untuk toilet umum di beberapa negara dan wilayah.

Meski begitu, sangat sulit untuk membedakan jenis mana yang lebih higienis antara kloset jongkok dan kloset duduk. Tapi, ada satu fakta, kloset yang lebih higienis biasanya yang kondisinya baik.

 

3. Lebih baik untuk kesehatan

Semakin banyak penelitian menunjukkan bahwa kloset duduk tidak sesuai dengan fisiologi manusia.

Di samping itu, penelitian menunjukkan bahwa kloset jongkok lebih bermanfaat untuk mencegah wasir. Kloset jongkok dengan aman menutup katup ileocecal, antara usus besar dan usus kecil.

Dalam posisi duduk, katup ini tidak berfungsi dan sering bocor saat buang air besar, mencemari usus kecil.

Jadi, buang air besar di kloset jongkok adalah pengobatan yang sangat efektif dan non-invasif untuk wasir atau ambeien.

Baca juga: Cara Sederhana untuk Membersihkan Kloset Secara Alami

4. Harganya lebih murah

Karena tampilan klosetnya tampak begitu sederhana, harga kloset jongkok yanh dijual di berbagai toko bangunan jelas lebih murah ketimbang kloset duduk

Kekurangan kloset jongkok

1. Tidak cocok bagi lansia dan obesitas

Karena memerlukan usaha dan kekuatan untuk menopang, kloset jongkok tidak cocok atau tidak bisa digunakan oleh orang lanjut usia, orang cacat, atau pengidap obesitas. Selain itu, kloset jongkok juga bisa memicu timbulnya radang sendi dan meningkatkan tekanan pada lutut.

2. Tampilan kurang menarik

Jika dibandingkan dengan kloset duduk, kloset jongkok terlihat kurang menarik karena desainnya yang sangat sederhana.

Baca juga: 7 Benda yang Tidak Boleh Dibuang ke Kloset

Kelebihan kloset duduk

1. Lebih nyaman

Kloset duduk dianggap lebih nyaman daripada kloset jongkok karena seseorang hanya duduk dengan hampir tidak ada ketegangan pada otot apa pun, meski ini sebenarnya kurang baik bagi kesehatan.

Ilustrasi kloset, toilet kamar mandi.SHUTTERSTOCK/NEW AFRICA Ilustrasi kloset, toilet kamar mandi.

Kloset duduk nyaman untuk orang tua, pasien osteoartritis (peradangan sendi) dan mereka yang baru saja menjalani operasi.

2. Lebih modern

Tampilan kloset duduk memang terkesan modern, sehingga dianggap sebagai kloset yang mewah dan elegan.

Bahkan beberapa orang menganggap kloset duduk sebagai modalitas untuk status sosial, meskipun ini bukan fakta yang lebih kuat untuk mendukungnya sebagai kelebihan.

Baca juga: 5 Penyebab Kloset Mampet yang Harus Diketahui

Kekurangan kloset duduk

1. Tidak higienis

Adanya kontak kulit langsung yang cukup besar dari dudukan kloset lebih banyak menyebabkan kemungkinan Infeksi.

2. Proses buang air terasa lama dan butuh usaha keras

Karena posisi buang air besar di kloset duduk tidak sebaik kloset jongkok, maka ada upaya yang relatif lebih besar dalam proses buang air besar, baik dari segi waktu dan usaha mengeluarkan feses.

3. Lebih mahal

Karena tampilannya yang lebih modern tentu membuat harga kloset duduk lebih mahal ketimbang kloset jongkok yang sederhana.

Baca juga: Ingin Kloset Tetap Bersih? Begini Caranya

Kesimpulan

Melihat kekurangan dan kelebihan dari kloset jongkok dan kloset duduk, maka kloset yang terbaik bisa tergantung kebutuhan yang diperlukan dan pandangan pribadi penghuni rumah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.