Kompas.com - 05/08/2021, 20:15 WIB
Ilustrasi kloset, toilet kamar mandi. SHUTTERSTOCK/NEW AFRICAIlustrasi kloset, toilet kamar mandi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sudah menjadi kebiasaan umum bahwa sehabis membuang air kecil maupun besar tentu kita akan langsung menyiramnya atau menekan flush pada kloset untuk menyiramnya. 

Setidaknya, rata-rata orang menyiram kloset lima kali dalam sehari. Sayangnya, kebanyakan dari kita salah melakukannya. Kita sering kali menyiram kloset tanpa menutupnya lantaran jijik dan mengganggap tutup kloset merupakan benda kotor. 

Baca juga: Cara Sederhana untuk Membersihkan Kloset Secara Alami

Padahal, tidak menutup tutup kloset sebelum menyiram jauh lebih kotor dan bahaya dibanding memegangnya, yang kemudian bisa dibersihkan dengan mencuci tangan.

Menutup kloset saat menyiram merupakan hal penting yang tidak boleh dilewatkan atau dianggap remeh. Pasalnya, tidak menutup tutup kloset saat menyiram dapat menyebabkan sejumlah bakteri jahat menyebar ke seluruh kamar mandi.

Baca juga: 5 Penyebab Kloset Mampet yang Harus Diketahui

Dilansir dari laman Family Handyman, Kamis (5/8/2021), studi yang diterbitkan dalam American Journal of Infection Control pada 2013 mengungkapkan bahwa menyiram kloset tanpa menutupnya dapat mengancam berbagai risiko kesehatan

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketika menekan tombol flush, kloset tidak hanya menarik kotoran ke dalam pipa saluran pembuangan, tetapi juga melepaskan berbagai partikel apa pun dalam kloset yang disebut "toilet plume" ke udara selam pembilasan.

Baca juga: 7 Benda yang Tidak Boleh Dibuang ke Kloset

Toilet plume yang dilepaskan ini pada dasarnya adalah semprotan berisi mikroba dan bakteri mikroskopis, termasuk e-coli. Mikroba tersebut berasal dari penyakit menular yang ada di toilet. 

Misalnya, muntah dan feses dapat mengandung konsentrasi patogen yang tinggi seperti Shigella, Salmonella, bahkan norovirus. 

Bahkan, patogen dan bakteri tersebut dapat menghasilkan aerosol yang berpotensi menularkan penyakit menular seperti influenza dan batuk

Baca juga: Simak, Cara Membersihkan Noda Urine pada Dudukan Kloset

Selain itu, patogen dan bakteri ini mampu bertahan hidup di kamar mandi selama berjam-jam, berminggu-minggu, hingga berbulan-bulan.

“Aerosol dapat menyebar di mana saja dari satu hingga enam kaki, rata-rata tiga kaki,” kata Kelly Reynolds, profesor dan Direktur Environment, Exposure Science and Risk Assessment Center di University of Arizona, Amerika Serikat dikutip dari laman Self

Melansir dari laman Today, menurut penelitian pada 1975, kuman yang dipancarkan dari semprotan flush tersebut dapat bertahan di udara hingga enam jam dan menyebar ke seluruh permukaan kamar mandi, termasuk sikat gigi, handuk, dan produk kecantikan Anda.

Baca juga: Beragam Penyebab Kloset Mampet

Untuk itu, penting menutup tutup koset sebelum menyiram dan menjadikannya sebagai kebiasaan baik. Dengan menutup kloset saat menyiram, dapat mengurangi penyebaran beberapa mikroba dan patogen di seluruh permukaan kamar mandi.

Tentu saja hal ini juga melindungi Anda dari patogen berbahaya, meminimalkan risiko penyakit, dan menjaga rumah tetap bersih serta sehat.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.