Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - Diperbarui 20/03/2023, 13:12 WIB
Abdul Haris Maulana,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk mendinginkan udara pada sebuah ruangan, terdapat 2 perangkat elektronik yang bisa menjadi pilihan bagi penghuni rumah, yakni air cooler dan AC atau air conditioner.

Meski tampilan dan penempatannya berbeda, tidak sedikit orang menganggap bahwa air cooler merupakan AC mini portable yang bisa dipindah-pindahkan.

Jika kamu beranggapan sama seperti yang ditulis di atas, maka selama ini kamu telah keliru untuk memahaminya.

Baca juga: 10 Mitos Mengenai Penggunaan AC yang Jangan Lagi Kamu Percaya

Ilustrasi air coolerSHUTTERSTOCK/MAYNATURE Ilustrasi air cooler

Baik air cooler dan AC, keduanya adalah perangkat elektronik yang berbeda satu sama lain, baik dari segi fungsi, cara kerja, hingga harga dan sebagainya.

Untuk mengetahui lebih jelas dan tak lagi keliru, berikut ini perbedaan antara air cooler dan AC yang perlu kamu pahami, dilansir beberapa sumber. 

1. Harga air cooler lebih murah dibanding AC

Di pasaran, air cooler dijual lebih murah dibandingkan AC. Harga air cooler terbaru biasanya mencapai Rp 2 jutaan. Sementara harga AC bisa mencapai Rp 3 juta ke atas. 

Dengan melihat harganya saja kamu tahu itu berbeda cukup jauh, karena keduanya memang berbeda. Apabila kamu memiliki anggaran terbatas, disarankan untuk memilih air cooler.

Baca juga: 5 Cara Efektif untuk Membuat Rumah Tetap Adem Meski Tanpa AC

2. Konsumsi daya AC lebih tinggi ketimbang air cooler

Hal lain yang perlu diingat adalah ruang dan konsumsi daya. AC menghabiskan banyak listrik yang berarti tagihan listrik akan lebih tinggi.

Namun, dengan menjadikan air cooler sebagai pendingin udara ruangan, kamu dapat menghemat biaya ketimbang AC karena konsumsi dayanya jauh di bawah AC.

Ilustrasi AC.Shutterstock/Butsaya Ilustrasi AC.

3. Cara pemakaian

Pemakaian adalah hal lain yang harus kamu pertimbangkan ketika berpikir untuk membeli AC atau air cooler.

Saat memiliki air cooler, kamu benar-benar harus menggunakan hingga 10 ember air atau es batu dan mengisinya setiap hari sebelum menyalakan air cooler.

Baca juga: 7 Penyebab AC Bekerja Terus-menerus dan Cara Mengatasinya

Namun, ketika menggunakan AC, kamu tidak harus repot-repot mengisi air. Kamu hanya tinggal menekan remote AC untuk menyalakannya dan udara dingin pun keluar.

4. Cara kerja

Air cooler dan AC memiliki perbedaan dalam cara kerjanya. Air cooler menyerap air, melewatkannya melalui bantalan penyerap basah, dan mendinginkan udara.

Sebaliknya, AC menggunakan pendingin kimiawi untuk mengondisikan udara dan mengubah suhunya.

5. Pengaturan suhu air cooler terbatas ketimbang AC

Berbeda dengan air cooler yang hanya mendinginkan udara sampai derajat tertentu, AC membuat kondisi udara lebih disukai karena menyediakan fasilitas penyesuaian suhu dan kelembaban. 

Baca juga: 13 Kemungkinan yang Menyebabkan AC Tidak Mau Menyala

6. Peletakan

Perbedaan mencolok dari air cooler dan AC adalah peletakkanya. Kamu benar-benar dapat meletakkan air cooler di ruang mana saja selama ada stop kontak.

Sementara AC tidak akan bisa kamu pindah-pindahkan setelah dipasang di ruang tertentu, kecuali kamu membongkar ulang dan memindahkannya, hal ini sangat repot dan butuh bantuan profesional.

7. Iklim

Air cooler tidak bekerja dengan baik di iklim lembap karena begitulah mereka dirancang. Sementara AC adalah cerita yang berbeda.

AC cukup menguntungkan dalam kondisi lembap dan bagian terbaiknya adalah kamu bahkan dapat memanaskan ruangan selama musim atau cuaca dingin karena pemanas termasuk dalam fungsi dan desainnya.

Ilustrasi air coolerSHUTTERSTOCK/DOOMU Ilustrasi air cooler

Baca juga: Tinggal di Kawasan Dekat dengan Laut Bisa Merusak AC Lebih Cepat?

8. Air cooler lebih ramah lingkungan

Air cooler mendinginkan udara dengan mengalirkan udara panas melaluinya. Tetapi model AC menggunakan CFL untuk pendingin yang berbahaya bagi lingkungan.

Udara panas yang dipompa keluar oleh kompresor dilepaskan di luar ruangan, dan udara dingin masuk secara internal dari unit ke dalam ruangan. Hal ini membuat AC jauh lebih tidak ramah lingkungan.

9. AC hasilkan uap air kering dan air cooler hasilkan uap air lembab

Mengutip laman Sharp, AC mengeluarkan uap air kering dan udara tidak bercampur dengan debu, sementara air cooler menghasilkan uap air lembab dan basah serta udara yang bercampur dengan debu.

Karena air cooler menghasilkan udara dingin, lembap dan basah, hal ini justru memungkinkan hadirnya virus, bakteri, jamur, parasit dan kuman.

Sementara uap air kering yang dikeluarkan dari AC apat mematikan virus, bakteri, jamur, parasit dan kuman.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com