Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Adu Jotos di Parlemen Taiwan | Robot Anjing Perang China

Kompas.com - 20/05/2024, 05:46 WIB
Aditya Jaya Iswara

Penulis

KOMPAS.comKabar Dunia Sepekan kali ini mencakup berita anggota parlemen Taiwan adu jotos dan China pamerkan robot anjing perang bersenapan mesin.

Sementara itu, manusia pertama penerima transplantasi ginjal babi meninggal dan pedemo israel membanting bantuan makanan ke Gaza sampai berserakan.

Berikut adalah rangkuman Kabar Dunia Sepekan sepanjang Senin (13/5/2024) hingga Minggu (19/5/2024).

Baca juga: Hilang 26 Tahun, Omar Ternyata Diculik Tetangga Hanya 200 Meter dari Rumah

1. Manusia Pertama Penerima Transplantasi Ginjal Babi, Meninggal

Rick Slayman (62), manusia pertama penerima transplantasi ginjal babi, meninggal.

Hal itu diungkapkan dalam pernyataan Rumah Sakit Umum Massachusetts di Boston Amerika Serikat.

Sebelumnya, Slayman menderita gagal ginjal stadium akhir dan menerima ginjal baru dari babi hasil rekayasa genetika pada Maret 2024.

Baca selengkapnya di sini.

2. Pedemo Israel Cegat Truk Bantuan ke Gaza, Banting Makanan sampai Berserakan

Sejumlah pedemo Israel pada Senin (13/5/2024) mencegat truk bantuan yang menuju Gaza, membanting paket makanan ke jalan sampai berserakan.

Ini adalah insiden terbaru ketika Israel berjanji mengizinkan pasokan kemanusiaan tanpa gangguan masuk ke wilayah kantong Palestina yang terkepung itu.

Akibatnya, empat pengunjuk rasa termasuk seorang anak di bawah umur ditangkap di pos pemeriksaan Tarqumiya, sebelah barat Hebron, di Tepi Barat yang diduduki Israel.

Baca selengkapnya di sini.

Baca juga: Kabinet Perang Israel Terpecah, Benny Gantz Ancam Mundur

3. AS: Boeing Bisa Dituntut atas Jatuhnya Lion Air dan Ethiopian Airlines

Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) pada Selasa (14/5/2024) mengatakan, Boeing bisa dituntut atas kecelakaan Lion Air JT-610 dan Ethiopian Airlines ET-302 yang menewaskan total 346 orang.

Dalam surat kepada pengadilan federal di Texas, dikatakan bahwa Boeing melanggar kewajiban berdasarkan perjanjian yang melindunginya dari proses hukum.

Namun, Boeing berkata kepada kantor berita AFP bahwa mereka yakin sudah menaati perjanjian dan akan membela diri.

Baca selengkapnya di sini.

Halaman:

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com