Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apa yang Terjadi jika China Serang Taiwan?

Kompas.com - 25/05/2024, 12:47 WIB
Albertus Adit

Penulis

Sumber AFP

BEIJING, KOMPAS.com - Minggu ini, China dan Taiwan mengalami ketegangan. Hal itu karena China mengerahkan pesawat tempur dan kapal angkatan lautnya dalam latihan invasi ke Taiwan.

Tujuan lain juga sebagai bentuk kemarahan tehadap presiden baru Taipei. Karena itu, militer China secara terbuka mengatakan latihan perang dua hari tersebut dirancang untuk menguji kemampuan angkatan bersenjata dalam merebut kekuasaan.

Serta untuk menduduki wilayah-wilayah penting di sekitar Taiwan dan rangkaian pulau yang dikuasainya.

Baca juga: China Mulai Latihan Perang di Sekitar Taiwan, Uji Kemampuan Rebut Kekuasaan

Sebagaimana diberitakan The Independent pada Jumat (24/5/2024), Presiden China Xi Jinping mengerahkan kekuatan militernya dalam upaya untuk mengintimidasi pemimpin baru Taiwan, Lai Ching-te.

Diketahui, pidato pertama Lai Ching-te setelah dilantik pada hari Senin yakni untuk mendesak China agar “menerima kenyataan” dari kemerdekaan de facto pulau yang memiliki pemerintahan sendiri itu.

China memandang Taiwan yang diperintah secara demokratis sebagai provinsi yang memisahkan diri, sementara Lai mengatakan hanya rakyat Taiwan yang dapat menentukan masa depan mereka.

Meningkatnya aktivitas militer China di sekitar Taiwan diawasi dengan meningkatnya kekhawatiran dari seluruh dunia, dimana negara-negara tetangga di Asia-Pasifik mendesak keduanya untuk menjaga perdamaian dan stabilitas.

Akankah China serang Taiwan?

Menurut intelijen AS, Presiden China telah menginstruksikan militer negaranya agar “siap pada tahun 2027” untuk menyerang Taiwan.

Otokrat berusia 70 tahun itu sebelumnya telah berjanji untuk memastikan Taiwan “bersatu kembali” dengan China daratan selama ia berkuasa

Xi juga mengatakan bahwa masalah masa depan pulau tersebut tidak dapat diwariskan dari generasi ke generasi.

Baca juga: Pasangan AS Tewas Ditembak Geng di Haiti, Biden Percepat Pengerahan Pasukan

Sementara Direktur CIA William Burns mengatakan, AS harus menanggapi keinginan Xi untuk menguasai Taiwan dengan “sangat serius”, bahkan jika konflik militer tidak dapat dihindari.

"Kami tahu, seperti yang telah dipublikasikan, bahwa Presiden Xi telah menginstruksikan PLA, pimpinan militer China untuk siap menyerang Taiwan pada tahun 2027, tetapi itu tidak berarti bahwa dia memutuskan untuk menyerang pada tahun 2027 atau tahun lainnya juga," kata Burns tahun lalu.

Banyak analis yang menyamakan antara invasi Vladimir Putin ke Ukraina dan aspirasi Xi dengan Taiwan.

Untuk saat ini, menurut Burns, perjuangan Rusia untuk mencapai kemajuan yang berarti dalam perang di Eropa meskipun memiliki keunggulan jumlah mungkin bisa menjadi penghalang bagi China.

Bagaimana Taiwan bertahan?

Tak lama setelah peringatan kepala CIA, Menteri Luar Negeri Taiwan Joseph Wu mengatakan bahwa Taipei menanggapi ancaman militer China dengan “sangat serius”.

"Saya pikir tahun 2027 adalah tahun yang perlu kita seriusi," kata Joseph Wu dalam wawancara dengan LBC.

Untuk itu, Taiwan meningkatkan anggaran pertahanannya pada 2024 hingga mencapai rekor $19,1 miliar, dan selain mengimpor senjata, Taiwan juga secara proaktif memperluas industri senjatanya sendiri, termasuk membangun kapal selam dan pesawat latih buatan dalam negeri.

Taiwan juga sedang mengembangkan korvet siluman ketiga dan keempat yang dirancang dan dibangun di dalam negeri untuk melawan angkatan laut China.

Baca juga: 300 Orang Lebih Terkubur Tanah Longsor di Papua Nugini

In menjadi bagian dari strategi perang asimetris di mana kekuatan yang lebih kecil melawan lawan yang lebih besar dengan menggunakan taktik dan persenjataan yang canggih atau non-konvensional.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Norwegia Beri Rp 1,7 Triliun ke Ukraina untuk Amankan Pasokan Listrik

Norwegia Beri Rp 1,7 Triliun ke Ukraina untuk Amankan Pasokan Listrik

Global
Bisnis Starbucks Turun, Apakah Pengaruh Boikot Produk Israel?

Bisnis Starbucks Turun, Apakah Pengaruh Boikot Produk Israel?

Global
Myanmar Krisis Ekonomi, Ekspor Narkoba Melonjak

Myanmar Krisis Ekonomi, Ekspor Narkoba Melonjak

Global
Tak Ada Serangan Sejak Pagi, Warga Gaza Bisa Shalat Idul Adha dengan Tenang

Tak Ada Serangan Sejak Pagi, Warga Gaza Bisa Shalat Idul Adha dengan Tenang

Global
Ini Gerobak Dorong Tercepat di Dunia Racikan Mekanik Inggris

Ini Gerobak Dorong Tercepat di Dunia Racikan Mekanik Inggris

Global
Jurnalis Rusia Tewas dalam Serangan Drone Ukraina

Jurnalis Rusia Tewas dalam Serangan Drone Ukraina

Global
Serangan Udara AS Sasar Pemimpin Tertinggi ISIS di Somalia

Serangan Udara AS Sasar Pemimpin Tertinggi ISIS di Somalia

Global
Nuklir dan Keamanan Pangan Jadi Fokus KTT Perdamaian Ukraina di Swiss

Nuklir dan Keamanan Pangan Jadi Fokus KTT Perdamaian Ukraina di Swiss

Global
Adidas Selidiki Dugaan Korupsi Besar Perusahaannya di China

Adidas Selidiki Dugaan Korupsi Besar Perusahaannya di China

Global
Qatar-Mesir Rencanakan Pembicaraan dengan Hamas Terkait Gencatan Senjata di Gaza

Qatar-Mesir Rencanakan Pembicaraan dengan Hamas Terkait Gencatan Senjata di Gaza

Global
Spesies Ikan Baru Mirip Piranha Dinamai Sauron, seperti Karakter di Lord of the Rings

Spesies Ikan Baru Mirip Piranha Dinamai Sauron, seperti Karakter di Lord of the Rings

Global
Israel Umumkan Jeda Taktis di Gaza Selatan Setiap Pagi-Malam, Ini Tujuannya

Israel Umumkan Jeda Taktis di Gaza Selatan Setiap Pagi-Malam, Ini Tujuannya

Global
Pantai Pulau Sentosa Singapura Ditutup karena Ada Tumpahan Minyak

Pantai Pulau Sentosa Singapura Ditutup karena Ada Tumpahan Minyak

Global
China Akan Ambil Panda Wang Wang dan Fu Ni dari Kebun Binatang Adelaide Australia, tapi...

China Akan Ambil Panda Wang Wang dan Fu Ni dari Kebun Binatang Adelaide Australia, tapi...

Global
Rangkuman Hari Ke-843 Serangan Rusia ke Ukraina: KTT Swiss Dimulai | Kamala Harris Umumkan Bantuan Rp 24,7 Triliun

Rangkuman Hari Ke-843 Serangan Rusia ke Ukraina: KTT Swiss Dimulai | Kamala Harris Umumkan Bantuan Rp 24,7 Triliun

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com