Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Helikopter Kepresidenan Iran Kecelakaan, Belum Diketahui Raisi Ada di Dalam

Kompas.com - 19/05/2024, 21:23 WIB
Albertus Adit

Penulis

Sumber AFP,AP News

TEHERAN, KOMPAS.com - Sebuah helikopter Kepresidenan Iran terlibat kecelakaan pada Minggu (19/5/2024). Namun belum diketahui apakah Presiden Iran Ebrahim Raisi ada di dalam atau tidak.

"Beberapa laporan yang belum dikonfirmasi mengatakan bahwa helikopter yang membawa Presiden Raisi mengalami kecelakaan di Provinsi Azerbaijan Timur," kata televisi pemerintah (IRNA), seraya menambahkan bahwa upaya penyelamatan sedang dilakukan.

"Kondisi cuaca buruk dan kabut tebal menyulitkan tim penyelamat untuk mencapai lokasi kecelakaan," terang TV pemerintah dalam tayangan berita di layar TV, dikutip dari AFP.

Baca juga: Pejabat Korea Utara Dilaporkan Kunjungi Iran

Menurut beberapa media lokal, Menteri Luar Negeri Hossein Amir-Abdollahian dan pejabat setempat bepergian dengan helikopter yang sama dengan Raisi.

Raisi mengunjungi Provinsi Azerbaijan Timur pada Minggu di mana ia meresmikan proyek bendungan bersama rekannya dari Azeri, Ilham Aliev, di perbatasan antara kedua negara.

Raisi (63), telah menjadi presiden Republik Islam Iran sejak Juni 2021.

Sebagaimana diberitakan AP News, Iran menerbangkan berbagai helikopter di negaranya, namun sanksi internasional mempersulit perolehan suku cadang untuk helikopter tersebut.

Armada udara militernya juga sebagian besar sudah ada sejak sebelum Revolusi Islam tahun 1979.

Raisi memenangkan pemilihan presiden Iran tahun 2021, sebuah pemungutan suara dengan jumlah pemilih terendah dalam sejarah Republik Islam.

Namun, Raisi dikenai sanksi oleh AS antara lain karena keterlibatannya dalam eksekusi massal ribuan tahanan politik pada tahun 1988 di akhir perang berdarah Iran-Irak.

Di bawah kepemimpinan Raisi, Iran sekarang memperkaya uranium hampir pada tingkat senjata dan menghambat inspeksi internasional.

Iran telah mempersenjatai Rusia dalam perangnya melawan Ukraina, serta melancarkan serangan drone dan rudal besar-besaran terhadap Israel di tengah perangnya melawan Hamas di Jalur Gaza.

Baca juga: Serangan Israel ke Iran Sengaja Dibatasi Cakupannya

Mereka juga terus mempersenjatai kelompok-kelompok proksi di Timur Tengah, seperti pemberontak Houthi di Yaman dan Hezbollah di Lebanon.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com