Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terowongan Misterius Ditemukan di Dekat Penjara Besar Perancis

Kompas.com - 11/04/2024, 15:47 WIB
Aditya Jaya Iswara

Penulis

Sumber AFP

PARIS, KOMPAS.com - Terowongan misterius yang sedang dibangun ditemukan di dekat penjara besar Paris selatan saat pekerjaan kelistrikan rutin, Selasa (2/4/2024).

Namun, terowongan ini tampaknya bukan bagian dari pelarian tahanan, kata sumber polisi dan pejabat kota, dikutip dari kantor berita AFP.

Penemu terowongan ini adalah teknisi dari Enedis yang mengelola jaringan distribusi listrik di Perancis. Lokasi terowongan sekitar 500 meter dari Penjara La Sante.

Baca juga: Militer Israel Rilis Video Tunjukkan Pemimpin Hamas Yahya Sinwar di Terowongan

“(Ditemukan) sekantong puing dan tempat tidur,” tambah sumber itu.

Guillaume Durand selaku pejabat di balai kota distrik ke-14 ibu kota Perancis, lokasi penjara itu berada, ragu terowongan tersebut adalah bagian dari pelarian tahanan yang sukses.

“Terowongan ini sepanjang empat meter, berada di jalan buntu di rue de la Sante, tetapi berjarak lebih dari 500 meter dari penjara,” katanya.

Baca juga:

“Polisi percaya ini sesuatu yang bertujuan memfasilitasi kedatangan di katakombe, oleh karena itu merupakan pekerjaan para katafil,” lanjutnya.

Dia mengatakan, para pejabat telah nengutus seorang insinyur ke lokasi tersebut untuk menutup terowongan.

Katakombe Paris yang merupakan osuarium bawah tanah sangat besar adalah salah satu atraksi paling populer Paris ini dan ditonton sekitar 500.000 pengunjung setiap tahunnya.

Baca juga: Tentara Israel Temukan Terowongan Hamas Terbesar, Banyak Senjata Siap Digunakan

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Tragedi di Desa Yahidne Dinilai Jadi Gambaran Rencana Putin atas Ukraina

Tragedi di Desa Yahidne Dinilai Jadi Gambaran Rencana Putin atas Ukraina

Internasional
Kolombia Selangkah Lagi Larang Adu Banteng Mulai 2027

Kolombia Selangkah Lagi Larang Adu Banteng Mulai 2027

Global
Hamas Tewaskan 1.189 Orang, Israel 36.096 Orang

Hamas Tewaskan 1.189 Orang, Israel 36.096 Orang

Global
Taiwan Minta Dukungan Indonesia di Tengah Latihan Militer China

Taiwan Minta Dukungan Indonesia di Tengah Latihan Militer China

Global
Israel Mengelak Serangannya ke Rafah Sebabkan Kebakaran Mematikan

Israel Mengelak Serangannya ke Rafah Sebabkan Kebakaran Mematikan

Global
[POPULER GLOBAL] Serangan Israel Bakar Hidup-hidup Pengungsi | Biden Terkesan Membela

[POPULER GLOBAL] Serangan Israel Bakar Hidup-hidup Pengungsi | Biden Terkesan Membela

Global
Terungkap Identitas Penjual Sotong di Thailand yang Viral karena Mirip Aktor Keanu Reeves

Terungkap Identitas Penjual Sotong di Thailand yang Viral karena Mirip Aktor Keanu Reeves

Global
Di Tengah Kemarahan Global, Israel Serang Kamp Pengungsi Lagi di Rafah, 21 Orang Tewas

Di Tengah Kemarahan Global, Israel Serang Kamp Pengungsi Lagi di Rafah, 21 Orang Tewas

Global
Di Tengah Kecaman Global, Tank-tank Israel Diam-diam Telah Capai Pusat Kota Rafah

Di Tengah Kecaman Global, Tank-tank Israel Diam-diam Telah Capai Pusat Kota Rafah

Global
Bagaimana China Membantu Rusia Hadapi Dampak Sanksi Barat?

Bagaimana China Membantu Rusia Hadapi Dampak Sanksi Barat?

Internasional
Saat 145 Negara Kini Akui Negara Palestina...

Saat 145 Negara Kini Akui Negara Palestina...

Global
Produsen Susu Australia Lirik Peluang dari Program Makan Siang Gratis Prabowo

Produsen Susu Australia Lirik Peluang dari Program Makan Siang Gratis Prabowo

Global
Keluh Kesah Warga Jepang soal Turis Gunung Fuji, Kini Pemandangan Ditutup

Keluh Kesah Warga Jepang soal Turis Gunung Fuji, Kini Pemandangan Ditutup

Global
Spanyol dan Norwegia Resmi Akui Negara Palestina, Irlandia Segera Menyusul

Spanyol dan Norwegia Resmi Akui Negara Palestina, Irlandia Segera Menyusul

Global
Influencer Pendidikan China Terlampau Disiplin, Pendekatan Belajarnya Picu Kontroversi

Influencer Pendidikan China Terlampau Disiplin, Pendekatan Belajarnya Picu Kontroversi

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com