Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Turis Spanyol Diperkosa 7 Pria di India

Kompas.com - 04/03/2024, 15:57 WIB
Albertus Adit

Penulis

NEW DELHI, KOMPAS.com - Seorang wanita yang juga turis asal Spanyol diperkosa oleh tujuh pria di India. Kini, tiga pelaku masih diburu oleh pihak kepolisian.

Dikutip dari The Independent pada Minggu (3/3/2024), peristiwa buruk dialami oleh sepasang suami istri asal Spanyol ketika melakukan tur sepeda motor keliling beberapa negara dan singgah di India.

Pada Jumat (1/3/2024) malam mereka berdua diserang oleh beberapa orang di distrik Dumka di negara bagian Jharkhand, India timur, tempat mereka mendirikan tenda untuk bermalam.

Baca juga: Ikuti Google Maps, Turis Ini Malah Nyasar ke Sungai Penuh Buaya

Pasangan ini kemudian membagikan cerita mengerikan mereka berdua melalui akun Instagramnya.

Mereka yang terlihat mengalami memar dan luka di wajah menceritakan mengenai penyerangan fisik yang mereka alami. Bahkan wanita tersebut diperkosa oleh tujuh pria.

"Mereka mengalahkan kami. Mereka menodongkan pisau ke leher saya, dan mengatakan kepada saya bahwa mereka akan membunuh saya," kata pria yang bibir bawahnya bengkak itu dalam bahasa Spanyol di video tersebut.

"Sesuatu telah terjadi pada kami yang tidak kami harapkan terjadi pada siapa pun. Tujuh pria telah memperkosa saya. Mereka telah memukuli dan merampok kami meskipun tidak banyak, karena yang mereka inginkan hanyalah memperkosa saya. Kami berada di rumah sakit bersama polisi. Itu terjadi malam ini di sini di India," ungkap teks dalam video tersebut.

Petugas polisi Dumka Pitamber Singh Kherwar mengatakan semua tersangka telah diidentifikasi dan empat orang yang ditangkap mengaku memperkosa wanita tersebut, menurut surat kabar Times of India.

Baca juga: Mukesh Ambani Ajak Orang Terkaya Jalan-jalan ke Kebun Binatang India

Polisi mengatakan pemeriksaan medis terhadap wanita tersebut mengonfirmasi bahwa dia mengalami pelecehan seksual, dan pasangan tersebut dirawat di rumah sakit setempat di Dumka.

"Pasangan itu sedang menjalani tur bersepeda melintasi Asia Selatan dan telah melakukan perjalanan ke Pakistan dan Bangladesh. Mereka menuju Nepal setelah memasuki India melalui Benggala Barat," kata Kherwar.

Mereka mendirikan tenda di kawasan semi-hutan, sekitar 2 km dari jalan utama. Setelah beberapa waktu, sekitar tujuh orang memasuki tenda mereka dan menyerang. Pelaku juga merampok barang-barang mereka.

Pasangan itu kemudian menghentikan kendaraan patroli polisi sekitar pukul 11 malam pada malam yang sama dan langsung dibawa ke rumah sakit.

"Kami telah membentuk tim untuk memburu tersangka yang tersisa. Kami harus memastikan hukuman yang tegas," ujar Kherwar, kepada AFP.

Kedutaan Besar Spanyol di India telah melakukan kontak dengan pihak berwenang setempat dan telah mengirimkan perwakilan pribadi ke wilayah tersebut, lapor EuroNews.

Video pasangan yang tertekan ini telah menjadi viral di media sosial dan banyak orang mengungkapkan kemarahannya. Seorang pengguna menyebutnya sebagai insiden yang memalukan dan mengejutkan serta mimpi buruk.

"Memalukan! Orang India memperlakukan orang asing seperti mereka memperlakukan perempuan mereka sendiri. Malu pada masyarakat kita yang busuk," ungkap Aktor Bollywood Richa Chadha.

Baca juga: Kereta di India Melaju 70 Km Tanpa Masinis, Penyebabnya Sepele

Pada tahun 2022, hampir 90 pemerkosaan dilaporkan setiap hari di India, menurut data dari Biro Catatan Kejahatan Nasional.

Namun, jumlah sebenarnya mungkin lebih tinggi karena sebagian besar kasus masih belum dilaporkan lantaran stigma yang ada pada korban dan kurangnya kepercayaan terhadap penyelidikan polisi.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com