Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pemerintah Kamboja Peringatkan Para Siswa soal Perayaan Valentine

Kompas.com - 14/02/2024, 14:52 WIB
Irawan Sapto Adhi

Penulis

Sumber AFP

PHNOM PENH, KOMPAS.com - Pemerintah Kamboja telah mengeluarkan teguran keras kepada para siswa untuk menghindari "kegiatan tidak pantas" pada Hari Valentine ini.

Hari Valentine telah menjadi populer di kalangan anak muda di banyak negara Asia Tenggara dalam beberapa tahun terakhir.

Karangan bunga mawar merah dan cokelat berbentuk hati bisa dengan mudah ditemui di toko-toko dan kios-kios di jalan menjelang 14 Februari.

Baca juga: Khusus Valentine, Kebun Binatang AS Izinkan Namai Kecoak dengan Nama Mantan

Sementara beberapa orang mungkin melihat perayaan tahunan untuk merayakan cinta ini sebagai sebuah kesenangan yang tidak berbahaya, pemerintah Kamboja merasa terganggu.

Kementerian Pendidikan Kamboja diketahui telah mengeluarkan instruksi kepada sekolah-sekolah negeri dan swasta pada Selasa (13/2/2024) yang memerintahkan mereka untuk mengambil langkah-langkah guna mencegah terjadinya kegiatan tidak pantas pada Hari Valentine.

"Ini bukan tradisi kebangsaan Khmer," kata pernyataan dari Pemerintah Kamboja, yang sebelumnya telah mengeluarkan peringatan keras mengenai perangkap cinta muda-mudi dan seks pranikah.

Kementerian Pendidikan Kamboja juga mencatat bahwa acara tersebut telah membuat sejumlah kecil anak muda dapat melupakan belajar dan "kehilangan martabat diri dan keluarga".

Kementerian Kebudayaan Kaboja juga telah meminta pihak berwenang dan orang tua untuk mengingatkan anak-anak agar menggunakan hari tersebut sesuai dengan tradisi Khmer yang indah demi kehormatan dan martabat mereka.

Baca juga: Wali Kota Bujangan Seumur Hidup, Beri Gaji Ekstra untuk Para Jomblo Saat Hari Valentine

Sementara, Kementerian Urusan Perempuan mengatakan bahwa beberapa orang "salah memahami arti dari 14 Februari".

Dikutip dari AFP, Otoritas AIDS Nasional Kamboja memperingatkan bahwa AIDS masih menyebar dan beberapa orang, terutama kaum muda, menggunakan Hari Valentine untuk "menunjukkan cinta yang mengarah pada hubungan seksual".

Tahun lalu, terdapat 7.600 orang yang hidup dengan AIDS di Kamboja, termasuk 1.400 kasus baru.

Sekitar 42 persen dari kasus-kasus baru tersebut adalah kaum muda berusia antara 15 dan 24 tahun, kata pihak berwenang.

Kaum konservatif sosial melihat Hari Valentine sebagai impor asing yang mewakili ancaman moral terhadap kepercayaan tradisional Buddha.

Perempuan Kamboja khususnya berada di bawah tekanan sosial yang kuat untuk mempertahankan keperawanan mereka sampai menikah.

Baca juga: Bahaya di Balik Tren Buat Puisi Cinta Pakai Chat GPT Jelang Valentine

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber AFP

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com