Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Banyak Anak Muda Nepal Bergabung jadi Tentara Rusia dan Ikut Melawan Ukraina

Kompas.com - 21/12/2023, 20:42 WIB
Tito Hilmawan Reditya

Penulis

Sumber DW

KATHMANDU, KOMPAS.com - Pada tanggal 4 Desember, Nepal mengatakan enam warganya tewas saat berperang untuk Rusia selama invasi ke Ukraina .

Seminggu kemudian, surat kabar harian nasional The Kathmandu Post melaporkan Perdana Menteri Pushpa Kamal Dahal mengatakan bahwa lebih dari 200 warga Nepal telah bergabung dengan militer Rusia sejak invasi besar-besaran ke Ukraina dimulai pada Februari 2022.

PM Dahal menambahkan bahwa pemerintah memiliki informasi bahwa warga Nepal juga bertugas di tentara Ukraina.

Baca juga: Nepal Desak Rusia Tak Lagi Rekrut Warganya Jadi Tentara

“Krisis perang yang terjadi saat ini hanya dapat ditangani secara tegas melalui dialog diplomatik antara Nepal dan Rusia serta Nepal dan Ukraina. Merupakan tugas negara untuk melindungi warga negaranya," kata Dipendra Bahadur Singh, seorang pejabat di Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Nepal, kepada DW.

"Namun mereka harus memahami bahwa bergabung dengan tentara asing tanpa persetujuan negara mereka adalah tindakan ilegal dan mengabaikan risiko perang," tambahnya.

Seperti diketahui, warga Nepal direkrut setiap tahun di tentara Inggris dan India, sebagai bagian dari Perjanjian Tripartit antara Inggris, India dan Nepal.

Perjanjian ini ditandatangani pada tahun 1947 mengenai hak-hak Gurkha yang direkrut dalam dinas militer Inggris dan India .

Nepal tidak memiliki perjanjian seperti itu dengan Rusia. Namun hal ini tidak menghentikan puluhan warga Nepal untuk bergabung dengan tentara Rusia.

Pada bulan Oktober 2022, Nepal mendukung resolusi PBB yang mengutuk upaya aneksasi Rusia atas empat wilayah Ukraina, di Majelis Umum PBB.

“Kami mempunyai informasi resmi bahwa beberapa warga Nepal yang berjuang untuk Rusia telah disandera oleh tentara Ukraina, dan ada juga informasi bahwa beberapa warga negara Nepal bertugas di tentara Ukraina," kata Perdana Menteri Pushpa Kamal Dahal.

Baca juga: Nepal Larang TikTok karena Mengganggu Keharmonisan Sosial

"Mereka yang mencapai Rusia melalui kunjungan dan visa pelajar kini terdaftar dalam wajib militer. di tentara Rusia dan enam di antaranya tewas. Sekarang kami mengetahui bahwa lebih dari 200 warga Nepal bertugas di tentara Rusia, dan ini adalah situasi baru dan menantang bagi kami,” tambahnya.

Pada bulan Mei tahun ini, Moskwa membuka jalan untuk merekrut warga negara asing untuk berperang di tentaranya setelah sebuah dekrit ditandatangani oleh Presiden Rusia Vladimir Putin.

Tiga bulan kemudian, Kementerian Luar Negeri Nepal mengeluarkan pernyataan yang mendesak warganya untuk tidak bergabung dengan tentara asing di negara-negara yang dilanda perang.

Baca juga: [KABAR DUNIA SEPEKAN] Israel Tolak Gencatan Senjata | Gempa Nepal

Kementerian telah meminta Rusia untuk segera memulangkan warga Nepal dan tidak menugaskan mereka untuk berperang.

Kementerian juga menjalankan misi diplomatik untuk menyelamatkan warga yang ditangkap dalam perang.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com