Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Maskapai Air Canada Pesan 30 Pesawat Hibrida Listrik dari Swedia

Kompas.com - 16/09/2022, 15:00 WIB
Aditya Jaya Iswara

Penulis

Sumber AFP

OTTAWA, KOMPAS.com - Maskapai andalan Kanada, Air Canada, pada Kamis (15/9/2022) mengumumkan telah memesan 30 pesawat hibrida listrik yang sedang dikembangkan oleh Heart Aerospace Swedia, serta membeli saham di perusahaan tersebut.

Pesawat berkapasitas 30 penumpang yang menghasilkan nol emisi saat terbang dengan daya baterai ini diharapkan mulai beroperasi di rute regional dan komuter Air Canada pada 2028.

Burung-burung besi tersebut memiliki jangkauan hingga 200 kilometer yang dapat bertambah jika dilengkapi dengan generator.

Baca juga: India Resmikan Kapal Induk Pertama Buatan Dalam Negeri, Mampu Angkut 30 Pesawat

“Pengenalan armada pesawat listrik regional ES-30 kami dari Heart Aerospace akan menjadi langkah maju menuju tujuan kami mencapai nol emisi bersih pada 2050,” kata kepala eksekutif Air Canada Michael Rousseau dikutip dari kantor berita AFP.

Air Canada dan Saab, perusahaan kedirgantaraan dan pertahanan Swedia, mengatakan mereka masing-masing juga mengakuisisi saham senilai 5 juta dollar AS (Rp 74,67 miliar) di Heart Aerospace.

Sementara itu, Heart Aerospace mengumumkan rencana membangun fasilitas produksi dan pengujian di bandara Save di Gothenburg, Swedia, serta meningkatkan hampir empat kali lipat tenaga kerja dari 130 orang saat ini pada 2025.

"Kami memiliki rencana dan bukan hanya untuk membangun pesawat listrik baru, tetapi industri yang sama sekali baru," ujar pendiri dan kepala eksekutif Anders Forslund.

Dia mengatakan, pesanan sebelumnya untuk 200 pesawat listrik ES-19 dari United Airlines dan Mesa Air Group serta opsi untuk 100 lainnya telah ditingkatkan ke model ES-30 yang baru.

Sektor penerbangan tertarik dengan pesawat listrik selama lebih dari 10 tahun terakhir, tetapi kapasitas penyimpanan baterai tidak cukup untuk penerbangan jarak jauh.

Industri pesawat listrik saat ini berkonsentrasi pada pesawat kecil dan merancang serta membangun pesawat regional dengan beberapa lusin kursi.

Baca juga: Indonesia dan Swedia Kerja Sama Bangun Transportasi Listrik, Mulai Bus hingga Kereta

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber AFP
Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Begitu Dinanti Ukraina, DPR AS Akhirnya Setujui Bantuan Militer Rp 989 Triliun

Begitu Dinanti Ukraina, DPR AS Akhirnya Setujui Bantuan Militer Rp 989 Triliun

Global
Rusia: Bantuan AS untuk Ukraina, Israel, dan Taiwan Hanya Akan Perburuk Krisis Global

Rusia: Bantuan AS untuk Ukraina, Israel, dan Taiwan Hanya Akan Perburuk Krisis Global

Global
Palestina Kecam DPR AS Setujui Paket Bantuan Militer Baru untuk Israel

Palestina Kecam DPR AS Setujui Paket Bantuan Militer Baru untuk Israel

Global
2 Helikopter Militer Jepang Jatuh ke Laut Saat Latihan, 7 Orang Hilang 

2 Helikopter Militer Jepang Jatuh ke Laut Saat Latihan, 7 Orang Hilang 

Global
DPR AS Loloskan Paket Bantuan Rp 1.539 Triliun untuk Israel, Ukraina, dan Taiwan

DPR AS Loloskan Paket Bantuan Rp 1.539 Triliun untuk Israel, Ukraina, dan Taiwan

Global
[UNIK GLOBAL] Lupa Bawa Kunci Pas Mudik | Teman-teman Ingkar Datang Halal Bihahal

[UNIK GLOBAL] Lupa Bawa Kunci Pas Mudik | Teman-teman Ingkar Datang Halal Bihahal

Global
Ancaman Bom Picu Evakuasi Bandara Billund di Denmark, Polisi Tangkap Seorang Pria

Ancaman Bom Picu Evakuasi Bandara Billund di Denmark, Polisi Tangkap Seorang Pria

Global
Asosiasi Dokter Korea Selatan: Jika Pemerintah Tak Mengalah, Sistem Perawatan Kesehatan Bisa Runtuh

Asosiasi Dokter Korea Selatan: Jika Pemerintah Tak Mengalah, Sistem Perawatan Kesehatan Bisa Runtuh

Global
DPR AS Gelar Pemungutan Suara untuk Beri Persetujuan Bantuan ke Ukraina

DPR AS Gelar Pemungutan Suara untuk Beri Persetujuan Bantuan ke Ukraina

Global
Jerman Akan Kirim Fregat 'Hamburg' untuk Lindungi Kapal-kapal di Laut Merah

Jerman Akan Kirim Fregat "Hamburg" untuk Lindungi Kapal-kapal di Laut Merah

Global
Kapal Terbalik di India, 7 Orang Tewas

Kapal Terbalik di India, 7 Orang Tewas

Global
Jumlah Korban Tewas di Gaza Tembus 34.049 Orang, Gencatan Senjata Dinantikan

Jumlah Korban Tewas di Gaza Tembus 34.049 Orang, Gencatan Senjata Dinantikan

Global
Apa Sebenarnya Penyebab Ledakan Pangkalan Militer di Irak?

Apa Sebenarnya Penyebab Ledakan Pangkalan Militer di Irak?

Global
Warga Ini Sudah Masak Banyak dan Pasang Tenda untuk Halal Bihalal Lebaran, Ternyata Teman-temannya Ingkar Datang

Warga Ini Sudah Masak Banyak dan Pasang Tenda untuk Halal Bihalal Lebaran, Ternyata Teman-temannya Ingkar Datang

Global
Arab Saudi dan Beberapa Negara Menyesal Upaya Palestina Jadi Anggota PBB Gagal

Arab Saudi dan Beberapa Negara Menyesal Upaya Palestina Jadi Anggota PBB Gagal

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com