Ukraina Enggan Gencatan Senjata Jika Serahkan Wilayahnya ke Rusia

Kompas.com - 22/05/2022, 18:31 WIB

KYIV, KOMPAS.com – Pemerintah Ukraina tidak akan menyetujui kesepakatan gencatan senjata dengan Rusia bila harus merelakan wilayahnya dikuasai Moskwa.

Hal itu disampaikan Penasihat Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Mykhaylo Podolyak, sebagai tanda bahwa Kyiv mempertegas posisinya, sebagaimana dilansir BBC, Minggu (22/5/2022).

Podolyak mengatakan, Kyiv tidak akan mengikuti seruan Barat untuk gencatan senjata di mana pasukan Rusia tetap berada di wilayah yang mereka tempati di selatan dan timur Ukraina.

Baca juga: Rangkuman Hari ke-87 Serangan Rusia ke Ukraina, Kelompok Terakhir Pasukan Azovstal Menyerah, Rudal Rusia Hantam Pusat Budaya Kharkiv

Dia mengatakan, kesepakatan tersebut hanya akan membuat Moskwa memulai serangan yang lebih besar dan lebih berdarah dalam jangka panjang.

Komentarnya muncul saat Rusia melanjutkan upayanya untuk mengepung pasukan Ukraina yang mempertahankan Kota Severodonetsk di wilayah timur Ukraina.

Sebelumnya, Zelensky pada Sabtu (21/5/2022) memperingatkan bahwa hanya terobosan diplomatik yang dapat mengakhiri perang dengan Rusia, bukan kemenangan militer langsung.

Baca juga: Perkuat Perang di Ukraina, Rusia Akan Izinkan Warga Lebih dari 40 Tahun Daftar Militer

Hal ini disampaikan Zelensky menanggapi sikap Moskwa yang memotong pasokan gas ke Finlandia.

“Ada hal-hal yang hanya dapat dicapai di meja perundingan,” kata Zelensky, tepat ketika Rusia mengeklaim rudal jarak jauhnya menghancurkan pengiriman senjata Barat yang ditujukan untuk pasukan Ukraina.

Zelensky mengatakan kepada televisi Ukraina bahwa perang akan berakhir melalui jalan diplomasi, sebagaimana dilansir The Times of Israel.

Baca juga: Komandan Ukraina Perintahkan Tentara di Pabrik Baja Azovstal Berhenti Bertempur

"Konflik akan berdarah, akan ada pertempuran, tetapi hanya akan secara definitif berakhir melalui diplomasi," ujar Zelensky.

Dia juga menegaskan bahwa hal itu akan menjanjikan hasil yang adil untuk Ukraina.

“Diskusi antara Ukraina dan Rusia pasti akan berlangsung. Dalam format apa saya tidak tahu. (Bisa) dengan perantara, tanpa mereka, dalam kelompok yang lebih luas, (atau) di tingkat presiden,” katanya.

Baca juga: Setelah Tertunda, Senat AS Akhirnya Setujui Paket Bantuan Baru Rp586 Triliun untuk Ukraina

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.