Pria 76 Tahun dari Rezim Komunis Afghanistan Diadili di Belanda

Kompas.com - 17/02/2022, 11:30 WIB

DEN HAAG, KOMPAS.com - Seorang pria tua Afghanistan telah diadili di pengadilan Belanda atas tuduhan kejahatan perang.

Dia didakwa bertanggung jawab atas penjara terkenal di rezim komunis Afghanistan pada 1980-an.

Dilansir Al Jazeera, pria 76 tahun, yang diidentifikasi sebagai Abdul R, datang ke Belanda pada 2001.

Baca juga: Taliban Buat Hari “Keluarnya Bangsa Asing” dari Afghanistan sebagai Hari Libur Nasional Baru

Dia kemudian memperoleh kewarganegaraan Belanda, dan ditangkap pada 2019.

Jaksa mengatakan bahwa dari tahun 1983 hingga 1990, dia adalah kepala penjara Pul-e-Charkhi di timur Kabul.

Itu adalah tempat penentang rezim ditahan tanpa pengadilan yang adil dalam "kondisi yang mengerikan".

Persidangan di Den Haag jadi yang terbaru dari serangkaian upaya di negara-negara Eropa untuk membawa orang dan mempertanggungjawabkan kejahatannya di negara-negara yang dilanda konflik, termasuk Suriah dan Afghanistan.

Baca juga: Sniper Top Taliban Jadi Wali Kota di Afghanistan

"Persidangan ini tentang seorang pria, yang kami yakini melakukan sejumlah kejahatan perang di Kabul," kata jaksa Mirjam Blom kepada kantor berita AFP, Rabu (16/2/2022).

“Kami menduga bahwa dia, sebagai komandan dan kepala urusan politik, bekerja di penjara di mana para narapidana secara sewenang-wenang dirampas kebebasan pribadinya dan memperlakukan mereka secara tidak manusiawi.”

Tampil di pengadilan dengan kursi roda, ayah empat anak Abdul R mengaku menjadi korban kasus salah identitas.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Sumber Al Jazeera
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ibu Vegan Bersalah atas Kematian Bayinya, Hanya Beri Makan Buah dan Sayur Mentah

Ibu Vegan Bersalah atas Kematian Bayinya, Hanya Beri Makan Buah dan Sayur Mentah

Global
Jadi Pramugari Terlama di Dunia, Bette Nash Masih Sigap Bekerja di Usia 86 Tahun

Jadi Pramugari Terlama di Dunia, Bette Nash Masih Sigap Bekerja di Usia 86 Tahun

Global
Jenderal Tertinggi Rusia Inspeksi Langsung Pasukan yang Menginvasi Ukraina

Jenderal Tertinggi Rusia Inspeksi Langsung Pasukan yang Menginvasi Ukraina

Global
Ukraina Menang Lawan Rusia dalam Klaim Sup Tradisional Borshch

Ukraina Menang Lawan Rusia dalam Klaim Sup Tradisional Borshch

Global
Ukraina Ekspor Listrik ke Uni Eropa Usai Rusia Kurangi Pasokan Gas

Ukraina Ekspor Listrik ke Uni Eropa Usai Rusia Kurangi Pasokan Gas

Global
Cerita Pembuat Meja Panjang Putin: Harganya Rp 1,5 Miliar, Dikirim ke Kremlin Tahun 1995

Cerita Pembuat Meja Panjang Putin: Harganya Rp 1,5 Miliar, Dikirim ke Kremlin Tahun 1995

Global
Ukraina: Jet Tempur Su-30 Rusia Jatuhkan Bom Fosfor di Pulau Ular

Ukraina: Jet Tempur Su-30 Rusia Jatuhkan Bom Fosfor di Pulau Ular

Global
Polandia, Rute Pelayaran Alternatif bagi Indonesia ke Eropa?

Polandia, Rute Pelayaran Alternatif bagi Indonesia ke Eropa?

Global
Muncul Pasca Gempa Dasyat, Pemimpin Taliban Minta Dunia Jangan Ikut Campur di Afghanistan

Muncul Pasca Gempa Dasyat, Pemimpin Taliban Minta Dunia Jangan Ikut Campur di Afghanistan

Global
Iran Diguncang Gempa Bumi Beruntun di Atas Magnitudo 6, Ratakan Desa, Sejumlah Orang Tewas

Iran Diguncang Gempa Bumi Beruntun di Atas Magnitudo 6, Ratakan Desa, Sejumlah Orang Tewas

Global
5 Hari Jokowi di Ukraina, Rusia, KTT G7, dan UEA: Curhat Putin hingga Rangkulan Biden

5 Hari Jokowi di Ukraina, Rusia, KTT G7, dan UEA: Curhat Putin hingga Rangkulan Biden

Global
Wapres China Langsung Temui Marcos Jr Usai Pelantikan Presiden, Ajukan 4 Poin Kesepahaman

Wapres China Langsung Temui Marcos Jr Usai Pelantikan Presiden, Ajukan 4 Poin Kesepahaman

Global
Cerita Penderitaan Warga Sri Lanka Harus Tidur di Mobil 2 Hari untuk Antre Bensin

Cerita Penderitaan Warga Sri Lanka Harus Tidur di Mobil 2 Hari untuk Antre Bensin

Global
Ukraina Minta Turkiye Tahan Kapal Berbendera Rusia yang Bawa Biji-bijian Ukraina

Ukraina Minta Turkiye Tahan Kapal Berbendera Rusia yang Bawa Biji-bijian Ukraina

Global
Putin Disebut Masih Ingin Rebut Sebagian Besar Ukriana

Putin Disebut Masih Ingin Rebut Sebagian Besar Ukriana

Global
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.