Perang Yaman Memanas, Koalisi Arab Saudi Luncurkan Serangan Skala Besar

Kompas.com - 25/12/2021, 20:32 WIB
Salah seorang warga Yaman berjalan di dekat lokasi reruntuhan akibat serangan udara yang dilancarkan koalisi pimpinan Arab Saudi di kota Aser, selatan ibu kota Sanaa, pada Senin (25/12/2017). Mohammed Huwais / AFPSalah seorang warga Yaman berjalan di dekat lokasi reruntuhan akibat serangan udara yang dilancarkan koalisi pimpinan Arab Saudi di kota Aser, selatan ibu kota Sanaa, pada Senin (25/12/2017).

RIYADH, KOMPAS.com - Koalisi yang dipimpin Arab Saudi pada Sabtu (25/12/2021) meluncurkan serangan "skala besar" di Yaman, setelah sebuah proyektil menewaskan dua orang di negara kerajaan itu.

Insiden tersebut adalah kematian pertama dalam tiga tahun oleh pemberontak Houthi yang didukung Iran.

Houthi lalu memperingatkan Arab Saudi tentang tanggapan menyakitkan jika koalisi tidak menghentikan agresinya terhadap Yaman.

Baca juga: 5 Orang Tewas Saat Arab Saudi dan Pemberontak Yaman Saling Serang

Yaman telah dilanda perang saudara sejak 2014, mengadu pemerintah yang diakui secara internasional yang didukung oleh koalisi militer pimpinan Saudi melawan Houthi yang menguasai sebagian besar wilayah utara.

Puluhan ribu orang tewas sejak itu, dalam apa yang PBB gambarkan sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Pertempuran terbaru terjadi semalam ketika dua orang - satu warga Saudi dan satunya orang Yaman - tewas serta tujuh lainnya terluka dalam serangan proyektil di Jazan, menurut pertahanan sipil Saudi.

"Sebuah proyektil militer jatuh di sebuah toko komersial di jalan utama, mengakibatkan dua kematian," katanya dikutip dari AFP, seraya menambahkan enam warga Saudi dan seorang warga Bangladesh terluka.

Foto-foto dari Saudi Press Agency setelah serangan itu menunjukkan sebuah kawah besar di darat dan sejumlah kendaraan yang hancur.

Koalisi yang dipimpin Saudi tak lama kemudian mengatakan, mereka sedang mempersiapkan operasi militer skala besar.

Koalisi kemudian meluncurkan serangan udara yang menewaskan tiga warga sipil termasuk seorang anak dan seorang wanita, serta melukai enam korban lainnya, petugas medis Yaman mengatakan kepada AFP.

Koalisi berkata, akan mengadakan konferensi pers pada Sabtu untuk membahas perkembangan terakhir.

Baca juga: 5 Perang yang Masih Terjadi Saat Ini, termasuk Korea dan Yaman

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Covid Korea Utara: 3 Pesawat Terbesar Dikirim ke China untuk Ambil Bantuan Medis

Covid Korea Utara: 3 Pesawat Terbesar Dikirim ke China untuk Ambil Bantuan Medis

Global
Rusia Klaim 1.730 Tentara Ukraina Menyerah di Pabrik Baja Azovstal

Rusia Klaim 1.730 Tentara Ukraina Menyerah di Pabrik Baja Azovstal

Global
Polandia Janji Bantu Swedia dan Finlandia jika Diserang Sebelum Jadi Anggota NATO

Polandia Janji Bantu Swedia dan Finlandia jika Diserang Sebelum Jadi Anggota NATO

Global
Kisah Atlet Bulu Tangkis dari Indonesia Alih Profesi Jadi Pebisnis Kue di Jerman

Kisah Atlet Bulu Tangkis dari Indonesia Alih Profesi Jadi Pebisnis Kue di Jerman

Global
Lewat Sidang Kejahatan Perang, Tentara Rusia Minta Maaf kepada Janda Ukraina

Lewat Sidang Kejahatan Perang, Tentara Rusia Minta Maaf kepada Janda Ukraina

Global
Ketika Burj Khalifa Gedung Tertinggi di Dunia Hilang Ditelan Badai Pasir...

Ketika Burj Khalifa Gedung Tertinggi di Dunia Hilang Ditelan Badai Pasir...

Global
Kemlu: Penolakan Masuk terhadap UAS, Kedaulatan Singapura

Kemlu: Penolakan Masuk terhadap UAS, Kedaulatan Singapura

Global
Teh Madu dan Iklan Layanan Masyarakat, Cara Korut 'Hadapi' Covid-19

Teh Madu dan Iklan Layanan Masyarakat, Cara Korut "Hadapi" Covid-19

Global
Kasus Covid-19 Korea Utara Diduga Sudah Mendekati Angka 2 Juta

Kasus Covid-19 Korea Utara Diduga Sudah Mendekati Angka 2 Juta

Global
Rusia Disebut Tembaki Jet-jet Tempur Israel dengan S-300 di Suriah

Rusia Disebut Tembaki Jet-jet Tempur Israel dengan S-300 di Suriah

Global
Pejabat Rusia yang Tentang Invasi ke Ukraina Tertangkap Basah di Perbasatan AS-Meksiko

Pejabat Rusia yang Tentang Invasi ke Ukraina Tertangkap Basah di Perbasatan AS-Meksiko

Global
Ukraina Terkini: 700 Pejuang Mariupol Menyerah, AS Buka Kembali Kedubes di Kyiv

Ukraina Terkini: 700 Pejuang Mariupol Menyerah, AS Buka Kembali Kedubes di Kyiv

Global
Korut Persiapkan Uji Coba Rudal Jelang Kunjungan Biden ke Korsel

Korut Persiapkan Uji Coba Rudal Jelang Kunjungan Biden ke Korsel

Global
Korsel: Korea Utara Sudah Selesai Persiapan Uji Coba Nuklir

Korsel: Korea Utara Sudah Selesai Persiapan Uji Coba Nuklir

Global
Zelensky Sebut Invasi Rusia ke Ukraina Terbukti Gagal Total

Zelensky Sebut Invasi Rusia ke Ukraina Terbukti Gagal Total

Global
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.