Biden: AS Tak Akan Kirim Pasukan ke Ukraina untuk Hadapi Rusia

Kompas.com - 09/12/2021, 16:32 WIB
Presiden AS Joe Biden. AP via VOA INDONESIAPresiden AS Joe Biden.

Penulis: VOA Indonesia

 

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden AS Joe Biden Rabu (8/12/2021) mengatakan tidak akan memerintahkan pengerahan pasukan Amerika ke Ukraina untuk melawan kemungkinan invasi Rusia ke Ukraina.

“Itu bukan hal yang perlu dibahas,” kata Biden kepada wartawan di Halaman Selatan Gedung Putih, dikutip dari VOA Indonesia.

“Gagasan Amerika secara sepihak menggunakan kekuatan untuk menghadapi Rusia yang menginvasi Ukraina bukan pilihan saat ini. Namun yang akan terjadi adalah akan ada konsekuensi berat.”

Baca juga: Invasi Rusia ke Ukraina Bisa Picu Konflik Besar Saingi Perang Dunia II

Pernyataan Biden disampaikan satu hari setelah hampir selama dua jam secara virtual bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Ia kemudian mengatakan AS dan sekutu Eropanya memiliki "keprihatinan mendalam" tentang Moskwa yang mengerahkan pasukan di dekat perbatasannya dengan Ukraina dan akan merespons dengan sanksi ekonomi "kuat" jika Rusia menyerang negara tersebut.

Presiden AS sebelum berangkat ke Kansas City untuk mengumumkan Undang-Undang Infrastruktur Bipartisan yang baru, juga mengatakan ia ingin mengumumkan pertemuan “di tingkat yang lebih tinggi” dengan Rusia dan negara-negara NATO lainnya pada hari Jumat.

Menurut Kremlin, Putin menekankan kepada Biden, kurangnya kemajuan Ukraina dalam mengimplementasikan perjanjian Minsk 2015, untuk menghentikan pertempuran di wilayah Donbass di Ukraina timur, dan ia menyampaikan "keprihatinan serius tentang tindakan provokatif Kyiv di Donbass."

Pemimpin Rusia itu menuduh NATO "melakukan upaya berbahaya untuk menaklukkan wilayah Ukraina" dan membangun kemampuan militernya di dekat perbatasan Rusia, menurut tuduhan Kremlin.

Harian The Washington Post Jumat lalu mengutip pejabat AS dan dokumen intelijen melaporkan Rusia merencanakan serangan multi medan ke Ukraina yang melibatkan hingga 175.000 tentara pada awal tahun depan.

Biden pada hari yang sama mengatakan ia telah membuat serangkaian program yang akan membuat Rusia “sangat, sangat sulit” untuk meningkatkan situasi di perbatasan.

Sebaliknya, Moskwa menduga AS dan Ukraina mungkin akan melancarkan serangannya sendiri.

Baca juga: Kenapa Rusia dan Ukraina Perang, Termasuk Berebut Crimea?

Artikel ini pernah dimuat di VOA Indonesia dengan judul Hadapi Invasi Rusia, Biden Tak Akan Kerahkan Pasukan AS ke Ukraina.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penembakan di Universitas Heidelberg Jerman Lukai Beberapa Orang, Pelaku Tewas

Penembakan di Universitas Heidelberg Jerman Lukai Beberapa Orang, Pelaku Tewas

Global
Piala Afrika: 6 Orang Tewas Terinjak-injak Saat Berebut Masuk Stadion Olembe

Piala Afrika: 6 Orang Tewas Terinjak-injak Saat Berebut Masuk Stadion Olembe

Global
POPULER GLOBAL: Penumpang Gelap di Roda Pesawat | Presiden Armenia Mundur

POPULER GLOBAL: Penumpang Gelap di Roda Pesawat | Presiden Armenia Mundur

Global
Temui Perwakilan Barat di Norwegia, Taliban Minta Aset Dicairkan

Temui Perwakilan Barat di Norwegia, Taliban Minta Aset Dicairkan

Global
Efek Ghozali: Bagaimana Cara Menjual NFT dan Apakah Transaksinya Aman?

Efek Ghozali: Bagaimana Cara Menjual NFT dan Apakah Transaksinya Aman?

Internasional
Wanita Ini Memaksa Seorang Ibu untuk Menjual Anaknya dengan Menawarkan Rp7,1 Miliar

Wanita Ini Memaksa Seorang Ibu untuk Menjual Anaknya dengan Menawarkan Rp7,1 Miliar

Global
Setelah Kisahnya Tersebar, Rohana Mengaku Dapat Tawaran Kuliah dari 2 Universitas di Malaysia

Setelah Kisahnya Tersebar, Rohana Mengaku Dapat Tawaran Kuliah dari 2 Universitas di Malaysia

Global
NASA: Letusan Gunung Api Tonga Ratusan Kali Lebih Kuat dari Bom Atom Hiroshima

NASA: Letusan Gunung Api Tonga Ratusan Kali Lebih Kuat dari Bom Atom Hiroshima

Global
China Cabut Lockdown di Xi'an Jelang Olimpiade Beijing

China Cabut Lockdown di Xi'an Jelang Olimpiade Beijing

Global
Pemburu Harta Karun Amatir Berhasil Gali Tumpukan Emas Celtic Berusia 2.000 Tahun

Pemburu Harta Karun Amatir Berhasil Gali Tumpukan Emas Celtic Berusia 2.000 Tahun

Global
Jean-Jacques Savin, Petualang Perancis Tewas dalam Misi Mendayung Solo Melintasi Atlantik

Jean-Jacques Savin, Petualang Perancis Tewas dalam Misi Mendayung Solo Melintasi Atlantik

Global
Selama 2021, China Menghukum Lebih dari 600.000 Pejabat, Ini Alasannya

Selama 2021, China Menghukum Lebih dari 600.000 Pejabat, Ini Alasannya

Global
UEA Cegat 2 Rudal Balistik yang Ditembakkan Houthi dari Yaman

UEA Cegat 2 Rudal Balistik yang Ditembakkan Houthi dari Yaman

Global
China Terbangkan 39 Pesawat Tempur ke ADIZ Taiwan, Terbanyak Kedua yang Tercatat

China Terbangkan 39 Pesawat Tempur ke ADIZ Taiwan, Terbanyak Kedua yang Tercatat

Global
Usai Mundur dari Pilpres Italia, Silvio Berlusconi Masuk Rumah Sakit Lagi

Usai Mundur dari Pilpres Italia, Silvio Berlusconi Masuk Rumah Sakit Lagi

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.