Australia Laporkan Kasus Covid-19 Varian "Mirip Omicron"

Kompas.com - 09/12/2021, 16:18 WIB
Polisi berjaga saat para pelancong tiba untuk karantina di hotel Melbourne, Australia, 7 Desember 2020. Australia pada Minggu (28/11/2021) mengumumkan telah mendeteksi Covid-19 varian Omicron dari dua pendatang yang terbang dari selatan Afrika ke Sydney. AFP PHOTO/WILLIAM WESTPolisi berjaga saat para pelancong tiba untuk karantina di hotel Melbourne, Australia, 7 Desember 2020. Australia pada Minggu (28/11/2021) mengumumkan telah mendeteksi Covid-19 varian Omicron dari dua pendatang yang terbang dari selatan Afrika ke Sydney.

CANBERRA, KOMPAS.com – Australia melaporkan temuan kasus Covid-19 varian "mirip Omicron” pada seorang pelancong dari Afrika Selatan pada Rabu (8/12/2021).

Varian tersebut lebih sulit dideteksi dibandingkan Covid-19 varian Omicron yang pertama kali dilaporkan pada akhir bulan lalu.

Pejabat Negara Bagian Queensland mengatakan kepada Bloomberg bahwa berdasarkan pengurutan genom, varian tersebut memiliki setengah dari struktur genetik varian Omicron.

Baca juga: WHO: Risiko Infeksi Ulang Varian Omicron Mungkin Lebih Tinggi, tapi Gejala Ringan

Sejauh ini, masih belum diketahui lebih jauh mengenai varian yang diidentifikasi oleh Australia tersebut sebagaimana dilansir The Hill.

Pejabat kesehatan Negara Bagian Queensland menuturkan, mereka masih belum tahu tingkat keparahan yang akan diakibatkan varian “mirip Omicron” tersebut.

Bahkan sejauh ini pun, varian Omicron masih dipelajari oleh para ahli.

Baca juga: Rusia Umumkan Kasus Pertama Varian Omicron: 2 Warga dari Afrika Selatan

Varian Omicron juga belum dianggap lebih mematikan atau berbahaya daripada varian lain, termasuk varian Delta yang sekarang mendominasi.

Tetapi, varian Omicron telah menyebar ke berbagai negara di setidaknya lima benua dalam waktu sepekan setelah pertama kali dilaporkan.

Oleh karenanya, dunia khawatir bahwa varian Omicron bisa jauh lebih menular daripada varian sebelumnya.

Baca juga: Giliran Argentina Laporkan Kasus Pertama Varian Omicron

Salah satu studi mengungkapkan, varian Omicron mengambil potongan materi genetik dari virus lain termasuk virus penyebab flu.

Australia sendiri telah melaporkan lebih dari 2.000 kematian terkait Covid-19.

Hingga saat ini, “Negeri Kanguru” juga masih menunda membuka kembali perbatasannya karena kekhawatiran Covid-19 varian baru.

Baca juga: Varian Omicron: 5 Hal yang Sudah dan Belum Diketahui

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber The Hill
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dubai jadi Destinasi Wisata Internasional Paling Populer 2022

Dubai jadi Destinasi Wisata Internasional Paling Populer 2022

Global
Menlu AS: Rusia Bisa Serang Ukraina Sebentar Lagi

Menlu AS: Rusia Bisa Serang Ukraina Sebentar Lagi

Global
1 Tahun Pemerintahan Joe Biden, Apa Saja yang Sudah Dicapai dan Gagal?

1 Tahun Pemerintahan Joe Biden, Apa Saja yang Sudah Dicapai dan Gagal?

Global
PBB: Bumi Alami Rekor Suhu Terpanas dalam 7 Tahun sejak 2015

PBB: Bumi Alami Rekor Suhu Terpanas dalam 7 Tahun sejak 2015

Global
Mobilnya Masuk Sungai, Wanita Ini Malah Sempat-sempatnya Selfie

Mobilnya Masuk Sungai, Wanita Ini Malah Sempat-sempatnya Selfie

Global
Dipecat karena Punya Suara Keras, Dosen Universitas di Inggris Ini Protes

Dipecat karena Punya Suara Keras, Dosen Universitas di Inggris Ini Protes

Global
Wanita Arab Saudi Berhasil Melahirkan 10 Bayi Kembar Secara Alami

Wanita Arab Saudi Berhasil Melahirkan 10 Bayi Kembar Secara Alami

Global
Rusia Tumpuk Pasukan di Perbatasan Ukraina, NATO Diminta Kirim Lebih Banyak Senjata

Rusia Tumpuk Pasukan di Perbatasan Ukraina, NATO Diminta Kirim Lebih Banyak Senjata

Global
Upaya Pengiriman Bantuan ke Tonga Dihantui Ancaman Infeksi Covid-19

Upaya Pengiriman Bantuan ke Tonga Dihantui Ancaman Infeksi Covid-19

Global
Inggris Cabut Pembatasan Covid-19, Klaim Gelombang Varian Omicron Telah Capai Puncak

Inggris Cabut Pembatasan Covid-19, Klaim Gelombang Varian Omicron Telah Capai Puncak

Global
Tak Bisa Keluarkan Roda Setelah Diserang Burung, Jet Tempur Siluman F-35A Mendarat Darurat

Tak Bisa Keluarkan Roda Setelah Diserang Burung, Jet Tempur Siluman F-35A Mendarat Darurat

Global
POPULER GLOBAL: Reaksi Media Asing soal Pemindahan Ibu Kota Negara Indonesia | Update Tonga

POPULER GLOBAL: Reaksi Media Asing soal Pemindahan Ibu Kota Negara Indonesia | Update Tonga

Global
Berani Pamer Tato di Profil Profesional Linkedin, Wanita Kantoran ini Panen Apresiasi

Berani Pamer Tato di Profil Profesional Linkedin, Wanita Kantoran ini Panen Apresiasi

Global
Kucing atau Anjing? Saking Besarnya Hewan Peliharaan Ini Sering Buat Orang Bingung

Kucing atau Anjing? Saking Besarnya Hewan Peliharaan Ini Sering Buat Orang Bingung

Global
Menilik Keunikan Berlian Hitam Langka 555,55 Karat, Bahannya Diduga dari Luar Angkasa

Menilik Keunikan Berlian Hitam Langka 555,55 Karat, Bahannya Diduga dari Luar Angkasa

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.