"Dukun" Kerusuhan Gedung Capitol Dipenjara 41 Bulan

Kompas.com - 21/11/2021, 13:19 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Jacob Chansley (34) pria yang menyebut dirinya "dukun" dalam kerusuhan 6 Januari di Gedung Capitol, Washington DC, Amerika Serikat (AS), dijatuhi hukuman 41 bulan penjara pada Rabu (17/11/2021).

Chansley mengaku bersalah karena menghalangi proses resmi, setelah ikut andil dalam penyerbuan Capitol Hill oleh para pendukung mantan presiden Donald Trump.

Pengadilan mendengar, setelah memasuki gedung Kongres AS itu Chansley mengambil kursi wakil presiden Mike Pence di mimbar, meninggalkan pesan yang mengatakan: "Ini hanya masalah waktu. Keadilan akan datang."

Baca juga: Dukun Kerusuhan Gedung Capitol Akan Dipenjara 4 Tahun

"Pria terhormat mengakui ketika mereka salah," kata Chansley di pengadilan. "Saya salah memasuki Capitol. Saya tidak punya alasan," dikutip dari AFP.

Dalam pernyataan yang panjang dan bertele-tele, Chansley memuji hakim dan merujuk pada Yesus Kristus, Mahatma Gandhi, Buddha, serta Hakim Agung AS Clarence Thomas.

"Saya bukan pemberontak. Saya jelas bukan teroris domestik," katanya.

Hukuman itu sesuai dengan hukuman terberat yang dijatuhkan kepada ratusan pendukung Trump yang berpartisipasi dalam penyerbuan Gedung Capitol.

Demokrat menyebut penyerbuan Capitol Hill sebagai pemberontakan yang berusaha menghalangi Kongres mengesahkan kemenangan Joe Biden atas Trump di pilpres AS 2020.

Jaksa federal sebelumnya menuntut 51 bulan penjara untuk Chansley, promotor teori konspirasi QAnon yang telah bepergian ke seantero AS untuk tampil di demonstrasi pro-Trump.

Menjelang hukuman, Asisten Jaksa AS Kimberly Paschall memutar video Chansley saat berada di ruang Senat, beberapa saat setelah Pence dan para senator dievakuasi karena serangan itu.

Dalam video tersebut, Chansley membawa tombak dengan bendera AS terpasang dan wajahnya dicat merah, putih, dan biru, melolong panjang dan berteriak "waktunya habis".

Pengacara Chansley, Albert Watkins, mengatakan kliennya itu sudah lama menderita penyakit mental yang telah didiagnosis dan benar-benar menyesali perbuatannya.

"Dia bertanggung jawab dan ingin dimintai pertanggungjawaban," kata Watkins.

Jacob Chansley si dukun kerusuhan Gedung Capito adalah salah satu dari 600 lebih orang yang didakwa atas serangan 6 Januari, yang menunda beberapa jam sertifikasi Biden sebagai presiden berikutnya.

Baca juga: Pengadilan AS Tunda Rilis Dokumen Penyerbuan Capitol Hill Sesuai Permintaan Trump

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ukraina Kumpulkan Mayat-mayat Tentara Rusia yang Bergelimpangan, Ini yang Akan Dilakukan

Ukraina Kumpulkan Mayat-mayat Tentara Rusia yang Bergelimpangan, Ini yang Akan Dilakukan

Global
UPDATE Penembakan Sekolah Dasar di Texas, Jumlah Siswa yang Tewas Jadi 18 Anak

UPDATE Penembakan Sekolah Dasar di Texas, Jumlah Siswa yang Tewas Jadi 18 Anak

Global
Korea Selatan: Korea Utara Tembakkan 3 Rudal Balistik ke Arah Laut Jepang

Korea Selatan: Korea Utara Tembakkan 3 Rudal Balistik ke Arah Laut Jepang

Global
Cacar Monyet Menyebar ke Austria, Ceko, dan Slovenia

Cacar Monyet Menyebar ke Austria, Ceko, dan Slovenia

Global
Di Mana Persoalannya, Nuklir Iran atau Nuklir Israel?

Di Mana Persoalannya, Nuklir Iran atau Nuklir Israel?

Global
Penembakan di Sekolah Dasar Texas, 14 Siswa dan 1 Guru Tewas Jadi Korban

Penembakan di Sekolah Dasar Texas, 14 Siswa dan 1 Guru Tewas Jadi Korban

Global
Rangkuman Hari Ke-90 Serangan Rusia ke Ukraina, Putin Incar Konflik Panjang, Batas Usia Militer Rusia Diubah

Rangkuman Hari Ke-90 Serangan Rusia ke Ukraina, Putin Incar Konflik Panjang, Batas Usia Militer Rusia Diubah

Global
[POPULER GLOBAL] Zelensky Hanya Ingin Bertemu Putin | Ragam Kegagalan Rusia dalam Perang Ukraina

[POPULER GLOBAL] Zelensky Hanya Ingin Bertemu Putin | Ragam Kegagalan Rusia dalam Perang Ukraina

Global
Pendudukan Rusia di Melitopol Mendapat Perlawanan Sengit dari Penduduk Kota

Pendudukan Rusia di Melitopol Mendapat Perlawanan Sengit dari Penduduk Kota

Global
Mengapa Kasus Cacar Monyet Tiba-tiba Muncul di Seluruh Dunia, Mungkinkah Ada Mutasi Virus?

Mengapa Kasus Cacar Monyet Tiba-tiba Muncul di Seluruh Dunia, Mungkinkah Ada Mutasi Virus?

Global
Apa itu IPEF, Kerangka Ekonomi Baru yang Ditawarkan AS ke Asia?

Apa itu IPEF, Kerangka Ekonomi Baru yang Ditawarkan AS ke Asia?

Global
Busana Muslim Indonesia Disambut Antusias di Kazan Modest Fashion Show Rusia

Busana Muslim Indonesia Disambut Antusias di Kazan Modest Fashion Show Rusia

Global
Rusia Gunakan Senjata Ilegal di Ukraina, dari FAB-250 hingga Bom Tandan

Rusia Gunakan Senjata Ilegal di Ukraina, dari FAB-250 hingga Bom Tandan

Global
Indonesia Promosi Produk Halal ke Tatarstan melalui Russia Halal Expo 2022

Indonesia Promosi Produk Halal ke Tatarstan melalui Russia Halal Expo 2022

Global
Duterte ke Putin: Saya Membunuh Penjahat, Bukan Anak-anak dan Orang tua

Duterte ke Putin: Saya Membunuh Penjahat, Bukan Anak-anak dan Orang tua

Global
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.