Kompas.com - 12/11/2021, 08:29 WIB
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken dan Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba, saat konferensi pers tentang penandatanganan kemitraan strategis AS-Ukraina di Gedung Kementerian Luar Negeri AS, Washington, Rabu (10/11/2021). REUTERS/LEAH MILLIS via APMenteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken dan Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba, saat konferensi pers tentang penandatanganan kemitraan strategis AS-Ukraina di Gedung Kementerian Luar Negeri AS, Washington, Rabu (10/11/2021).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pada Rabu (10/11/2021), Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken menandatangani piagam baru tentang Kemitraan Strategis antara Ukraina dan Amerika Serikat di Washington DC.

Dokumen tersebut meluncurkan bagian baru tentang hubungan strategis Ukraina-Amerika, dengan mempertimbangkan realitas dan kebutuhan saat ini.

Penandatanganan piagam baru terjadi berkat kesepakatan yang dicapai antara Presiden Volodymyr Zelenskyy dan Presiden Joe Biden selama kunjungan Presiden Ukraina ke Amerika Serikat pada September tahun ini.

Baca juga: AS Peringatkan Rusia soal Manuver Militer di Dekat Perbatasan Ukraina

Dikutip dari siaran pers yang diterima Kompas.com, ketentuan utama Piagam Kemitraan Strategis Ukraina dan Amerika Serikat adalah sebagai berikut:

  • AS mendukung upaya Ukraina untuk mempertahankan diri dari agresi Rusia, tidak mengakui upaya untuk mencaplok Crimea, dan mendukung platform Crimea.
  • AS dan Ukraina memperluas kerja sama pertahanan dan keamanan.
  • AS mendukung rencana transformasi ekonomi Ukraina.
  • AS mendukung aspirasi Ukraina untuk bergabung dengan UE dan NATO.
  • AS secara positif mengevaluasi reformasi Ukraina.

Perjanjian kemitraan strategis baru ini mengirimkan pesan yang jelas, dukungan Amerika Serikat ke Ukraina tetap kuat, seiring Rusia yang terus merusak situasi keamanan di sepanjang perbatasan Ukraina, di Donbass, dan di Laut Hitam.

Ukraina diyakinkan bahwa AS berkomitmen untuk lebih mendukung kedaulatan dan integritas teritorialnya, jika Rusia memutuskan meluncurkan gelombang baru agresinya terhadap Ukraina.

Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba dan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken membahas laporan tentang penumpukan pasukan dan peralatan Rusia di sepanjang perbatasan Ukraina.

Ukraina membutuhkan dukungan AS dalam membangun kapasitas untuk mempertahankan diri dan untuk menghalangi Rusia.

Piagam kemitraan strategis baru antara Ukraina dan AS membuat langkah penting untuk memperkuat tempat Ukraina sebagai bagian dari Barat. Ukraina mengandalkan dukungan praktis AS dalam memajukan integrasi kami ke dalam NATO dan UE.

Rusia juga dikatakan mempersenjatai pasokan gas ke Eropa untuk mengacaukan tidak hanya stabilitas energi di Ukraina tetapi juga di Eropa.

Baca juga: Rusia Khawatir Drone Turki Ganggu Stabilitas di Ukraina Timur

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Inggris Masih Butuh 6.000 Orang Lagi Untuk Uji Coba Pil Covid-19 Merck

Inggris Masih Butuh 6.000 Orang Lagi Untuk Uji Coba Pil Covid-19 Merck

Global
PM Inggris Boris Johnson Diduga Gelar Pesta Ulang Tahun Saat Lockdown

PM Inggris Boris Johnson Diduga Gelar Pesta Ulang Tahun Saat Lockdown

Global
Militer Burkina Faso Klaim Telah Gulingkan Presiden Roch Kabore

Militer Burkina Faso Klaim Telah Gulingkan Presiden Roch Kabore

Global
Perusahaan Asuransi Ini Bagikan Klaim Asuransi Paling Aneh dalam 300 Tahun Terakhir

Perusahaan Asuransi Ini Bagikan Klaim Asuransi Paling Aneh dalam 300 Tahun Terakhir

Global
Presiden Malawi Pecat Seluruh Kabinetnya karena Korupsi

Presiden Malawi Pecat Seluruh Kabinetnya karena Korupsi

Global
Ahli Bedah Perancis Jual X-Ray Korban Insiden Bataclan sebagai NFT

Ahli Bedah Perancis Jual X-Ray Korban Insiden Bataclan sebagai NFT

Global
Saat Live, Biden Tertangkap Kamera Ucapkan Kata Kotor ke Jurnalis Fox News

Saat Live, Biden Tertangkap Kamera Ucapkan Kata Kotor ke Jurnalis Fox News

Global
Angkatan Udara China Disebut Lakukan Misi Mengancam, Taiwan Siap Pertahankan Negara

Angkatan Udara China Disebut Lakukan Misi Mengancam, Taiwan Siap Pertahankan Negara

Global
Komite DPR Florida Loloskan RUU yang Melarang Diskusi LGBTQ di Sekolah

Komite DPR Florida Loloskan RUU yang Melarang Diskusi LGBTQ di Sekolah

Global
Tiga Vaksin Ini Disebut Bisa Beri Kekebalan Lebih Tinggi sebagai Booster dari Sinovac

Tiga Vaksin Ini Disebut Bisa Beri Kekebalan Lebih Tinggi sebagai Booster dari Sinovac

Global
Ketua WHO: Dunia Berada di Titik Kritis Pandemi Covid-19

Ketua WHO: Dunia Berada di Titik Kritis Pandemi Covid-19

Global
Gempa Haiti M 5,3: 2 Orang Tewas, 200 Rumah Hancur

Gempa Haiti M 5,3: 2 Orang Tewas, 200 Rumah Hancur

Global
Jet Tempur F-35 Kecelakaan Saat Mendarat di Kapal Induk AS, 7 Pelaut Terluka

Jet Tempur F-35 Kecelakaan Saat Mendarat di Kapal Induk AS, 7 Pelaut Terluka

Global
Penembakan di Universitas Heidelberg Jerman Lukai Beberapa Orang, Pelaku Tewas

Penembakan di Universitas Heidelberg Jerman Lukai Beberapa Orang, Pelaku Tewas

Global
Piala Afrika: 6 Orang Tewas Terinjak-injak Saat Berebut Masuk Stadion Olembe

Piala Afrika: 6 Orang Tewas Terinjak-injak Saat Berebut Masuk Stadion Olembe

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.