Tentara Bayaran dalam Perang Saudara Yaman Dijanjikan Bayaran Ratusan Juta Rupiah Seminggu

Kompas.com - 26/10/2021, 15:45 WIB
Pejuang yang setia kepada pemerintah Yaman yang didukung Saudi menempati posisi di garis depan el-Juba menghadapi pemberontak Huthi yang didukung Iran di provinsi timur laut Marib di negara itu, pada 23 Oktober 2021. AFPPejuang yang setia kepada pemerintah Yaman yang didukung Saudi menempati posisi di garis depan el-Juba menghadapi pemberontak Huthi yang didukung Iran di provinsi timur laut Marib di negara itu, pada 23 Oktober 2021.

BERLIN, KOMPAS.com - Dua mantan tentara Jerman bekerja untuk membentuk pasukan tentara bayaran, dan mengaku menawarkan bayaran hingga 10.000 dollar AS (Rp 141 juta) seminggu kepada orang rekrutannya.

Mereka nantinya “digunakan” untuk berperang dalam perang saudara yang sedang berlangsung di Yaman, menurut jaksa melansir Insider pada Senin (25/10/2021).

Baca juga: Pemimpin Partai Besar Ditembak Mati di Yaman

Arend-Adolf G dan Achim A menghadapi tuduhan terorisme di Jerman karena diduga berencana merekrut hingga 150 orang, yang terdiri dari mantan perwira polisi dan tentara.

Mereka juga menawarkan jasa kepada pemerintah Arab Saudi, menurut laporan BBC.

Keduanya berencana membayar setiap rekrutmen tentara bayaran dengan upah sekitar 46.400 dollar AS per bulan (Rp 657 juta) untuk layanan mereka, kata jaksa.

Mantan tentara itu dituduh meminta lembaga pemerintah Saudi untuk membiayai misi ilegal di Yaman. Jaksa mengatakan, upaya penjangkauan mereka tidak berhasil, menurut BBC.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Yaman telah dihancurkan oleh perang saudara sejak 2014 antara pasukan pro-pemerintah yang didukung Saudi dan pemberontak Houthi.

Menurut UNICEF, lebih dari 10.000 anak tewas atau terluka di Yaman yang dilanda perang.

PBB mengatakan, pertempuran telah mengakibatkan krisis kemanusiaan terburuk di dunia, dengan lebih dari dua pertiga penduduk membutuhkan bantuan.

Baca juga: Dewan Keamanan PBB Serukan Deeskalasi di Yaman

Dua orang Jerman itu dituduh mendirikan unit paramiliter pada awal 2021. BBC mewartakan, mereka secara aktif mencoba merekrut setidaknya tujuh orang.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kota di Kanada Pecahkan Rekor Suhu Terpanas pada Musim Dingin: 22,5 Derajat Celcius

Kota di Kanada Pecahkan Rekor Suhu Terpanas pada Musim Dingin: 22,5 Derajat Celcius

Global
Krisis Migran, Belarus Kecam Sanksi Tambahan dari Barat dan Ancam Membalas Keras

Krisis Migran, Belarus Kecam Sanksi Tambahan dari Barat dan Ancam Membalas Keras

Global
Waspadai Varian Omicron, AS Akan Perketat Kedatangan Luar Negeri, Ini Kebijakannya

Waspadai Varian Omicron, AS Akan Perketat Kedatangan Luar Negeri, Ini Kebijakannya

Global
Inggris Setujui Obat Covid GSK, Diyakini Ampuh Lawan Varian Omicron

Inggris Setujui Obat Covid GSK, Diyakini Ampuh Lawan Varian Omicron

Global
3 Negara Dekat Indonesia yang Umumkan Kasus Pertama Varian Omicron

3 Negara Dekat Indonesia yang Umumkan Kasus Pertama Varian Omicron

Global
POPULER GLOBAL: Murid Pukul Guru karena Lapar | Detik-detik Penembakan SMA Oxford

POPULER GLOBAL: Murid Pukul Guru karena Lapar | Detik-detik Penembakan SMA Oxford

Global
8 Raja Gila dalam Sejarah Kerajaan Kuno

8 Raja Gila dalam Sejarah Kerajaan Kuno

Global
Kisah Misteri Edward Mordrake, Rahasia Gelap di Balik Pria dengan Dua Wajah

Kisah Misteri Edward Mordrake, Rahasia Gelap di Balik Pria dengan Dua Wajah

Internasional
Kepala MI6 Peringatkan Jebakan Utang China, Bagaimana dengan Indonesia?

Kepala MI6 Peringatkan Jebakan Utang China, Bagaimana dengan Indonesia?

Global
Tel Aviv Geser Paris Jadi Kota Termahal di Dunia untuk Ditinggali

Tel Aviv Geser Paris Jadi Kota Termahal di Dunia untuk Ditinggali

Global
Warga India Heboh, Macan Tutul Masuk Sekolah dan Serang Seorang Siswa

Warga India Heboh, Macan Tutul Masuk Sekolah dan Serang Seorang Siswa

Global
Dubes RI di Afsel: Antrean Vaksinasi Panjang akibat Varian Omicron, tapi Tetap Tenang

Dubes RI di Afsel: Antrean Vaksinasi Panjang akibat Varian Omicron, tapi Tetap Tenang

Global
Korsel Laporkan Kasus Covid-19 Harian Tertinggi, Waspadai Varian Omicron

Korsel Laporkan Kasus Covid-19 Harian Tertinggi, Waspadai Varian Omicron

Global
China Protes Pengeboran dan Latihan Militer Indonesia di Laut Natuna Utara

China Protes Pengeboran dan Latihan Militer Indonesia di Laut Natuna Utara

Global
Covid-19 Varian Omicron Masuk Singapura, 2 Orang Positif

Covid-19 Varian Omicron Masuk Singapura, 2 Orang Positif

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.