Setelah 3 Tahun Dilarang Tinggalkan China, 2 Warga AS AKhirnya Pulang

Kompas.com - 29/09/2021, 16:34 WIB
China mencabut larangan meninggalkan China untuk warga AS, Cynthia dan Victor Liu, setelah AS mencabut gugatan terhadap salah satu pimpinan tertinggi Huawei. [REUTERS VIA VOA INDONESIA] REUTERS VIA VOA INDONESIAChina mencabut larangan meninggalkan China untuk warga AS, Cynthia dan Victor Liu, setelah AS mencabut gugatan terhadap salah satu pimpinan tertinggi Huawei. [REUTERS VIA VOA INDONESIA]

KOMPAS.com - Dua bersaudara warga AS yang dilarang meninggalkan China sejak 2018 telah diizinkan untuk pulang pada akhir pekan lalu.

Pembebasan kedua warga AS oleh Beijing terjadi tidak lama setelah Washington mengakhiri kasus hukum terhadap seorang eksekutif Huawei, seperti yang dilansir dari VOA Indonesia pada Selasa (28/9/2021). 

Cynthia dan Victor Liu kembali ke AS setelah lebih dari 3 tahun mereka tidak diizinkan meninggalkan China di bawah “larangan keluar”, meskipun mereka tidak menghadapi tuduhan kriminal apa pun.

Baca juga: Think Tank China: AS Negara Paling Gagal Tangani Pandemi Covid-19

 

Liu Changming, ayah mereka yang mantan pejabat bank dan seorang buronan, dicari di China untuk menghadapi tuduhan penipuan.

Keluarnya kedua warga AS itu menyusul kesepakatan yang memungkinkan Pejabat Keuangan Tertinggi (CFO) Huawei Meng Wanzhou kembali ke China dari Kanada, setelah jaksa AS membatalkan kasus penipuan terhadapnya.

Dalam beberapa jam setelah kabar mengenai kesepakatan tersebut, dua warga Kanada yang juga ditangkap tidak lama setelah Meng Wanzhou ditahan. Michael Spavor serta Michael Kovrig, dibebaskan dari tahanan dan dikirim kembali ke Kanada.

Beijing telah membantah bahwa pembebasan itu berkaitan.

Gedung Putih, Senin (28/9/2021) menyatakan pembebasan warga Kanada itu bukanlah pertukaran tahanan, tetapi karena kasus mereka dikemukakan dalam percakapan telepon antara Presiden AS Joe Biden dan Presiden China Xi Jingping pada 9 September lalu.

Baca juga: Gertak Rusia dan China, AS Gelar Latihan Militer Terbesar dalam 40 Tahun

Departemen Kehakiman AS menyatakan keputusannya mengenai kasus Meng diambil secara independen.

“Kami menyambut baik kembalinya Cynthia dan Victor Liu ke AS pada Minggu,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, yang menambahkan bahwa staf konsuler AS di Shanghai membantu memfasilitasi kepulangan Liu bersaudara.

“Kami akan terus melakukan advokasi atas nama semua warga negara Amerika di Republik Rakyat China yang menghadapi penahanan sewenang-wenang dan larangan keluar secara paksa,” ucap juru bicara itu. 

Gedung Putih menolak berkomentar mengenai warga Amerika yang keluar dari China itu. Ibunda Cynthia dan Victor Liu, Sandra Han, masih ditahan atas tuduhan kriminal di China.

Baca juga: Takut Inovasinya Dicuri China, AS Perketat Perlindungan Penelitian Universitas

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Darurat Polusi Plastik: Udara yang Kita Hirup Mengandung Mikroplastik

Darurat Polusi Plastik: Udara yang Kita Hirup Mengandung Mikroplastik

Global
Fisikawan Perancis Ciptakan Gelembung Ajaib, Butuh Lebih dari Satu Tahun untuk Meletus

Fisikawan Perancis Ciptakan Gelembung Ajaib, Butuh Lebih dari Satu Tahun untuk Meletus

Global
MI5: Partai Komunis China Hendak Susupi Parlemen Inggris

MI5: Partai Komunis China Hendak Susupi Parlemen Inggris

Global
Iseng Periksa Folder Spam Email, Wanita Ini Temukan Jackpot Lotre Jutaan Dollar AS

Iseng Periksa Folder Spam Email, Wanita Ini Temukan Jackpot Lotre Jutaan Dollar AS

Global
Sepekan Tsunami Tonga: Kronologi, Dampak, dan Kondisi Terkini

Sepekan Tsunami Tonga: Kronologi, Dampak, dan Kondisi Terkini

Global
Misteri Hilangnya Keluarga Jamison, Benarkah Jadi Target Sekte Sesat?

Misteri Hilangnya Keluarga Jamison, Benarkah Jadi Target Sekte Sesat?

Global
Paus Fransiskus Khawatirkan Ketegangan Ukraina, Risiko Keamanan Bayangi Eropa

Paus Fransiskus Khawatirkan Ketegangan Ukraina, Risiko Keamanan Bayangi Eropa

Global
Insiden Dyatlov Pass: Misteri Kematian 9 Pendaki Rusia di Tengah Salju

Insiden Dyatlov Pass: Misteri Kematian 9 Pendaki Rusia di Tengah Salju

Global
Situasi Makin Panas, Keluarga Personel Kedutaan AS Diminta Tinggalkan Ukraina

Situasi Makin Panas, Keluarga Personel Kedutaan AS Diminta Tinggalkan Ukraina

Global
Situasi Rusia-Ukraina Makin Panas, AS Kirim Kapal Induk

Situasi Rusia-Ukraina Makin Panas, AS Kirim Kapal Induk

Global
Covid-19 India Memburuk Lagi, Catat 300.000 Kasus 4 Hari Berturut-turut

Covid-19 India Memburuk Lagi, Catat 300.000 Kasus 4 Hari Berturut-turut

Global
CEO Pfizer: Pemberian Booster Covid-19 yang Terlalu Sering Bukan Skenario yang Baik

CEO Pfizer: Pemberian Booster Covid-19 yang Terlalu Sering Bukan Skenario yang Baik

Global
Kebakaran California Lalap 1.500 Hektare Lahan, Ratusan Orang Dievakuasi

Kebakaran California Lalap 1.500 Hektare Lahan, Ratusan Orang Dievakuasi

Global
Cium Kaki Ibu di Pengadilan, Pria Mesir Selamat dari Hukuman Mati

Cium Kaki Ibu di Pengadilan, Pria Mesir Selamat dari Hukuman Mati

Global
Bantuan Kemanusiaan jadi Agenda Utama Pertemuan Taliban dengan Negara Barat

Bantuan Kemanusiaan jadi Agenda Utama Pertemuan Taliban dengan Negara Barat

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.