Dalang Genosida Rwanda, Theoneste Bagosora, Meninggal di Penjara

Kompas.com - Diperbarui 29/09/2021, 20:49 WIB
File gambar yang diambil 24 Oktober 2005 ini menunjukkan Kolonel Theoneste Bagosora, tersangka dalang genosida Rwanda 1994 duduk saat dia membela diri di hadapan pengadilan yang didukung PBB di Arusha, Tanzania. AFP PHOTO/KENNEDY NDAHIROFile gambar yang diambil 24 Oktober 2005 ini menunjukkan Kolonel Theoneste Bagosora, tersangka dalang genosida Rwanda 1994 duduk saat dia membela diri di hadapan pengadilan yang didukung PBB di Arusha, Tanzania.

BAMAKO, KOMPAS.com - Dalang genosida Rwanda 1994, Theoneste Bagosora, meninggal di penjara Mali pada Minggu (26/9/2021) dalam usia 80 tahun. 

Genosida di Rwanda pada 1994 menewaskan 800.000 orang, akibat konflik antara etnis Hutu dan Tutsi.

Genosida Rwanda sendiri digerakkan oleh Theoneste Bagosora yang saat insiden terjadi adalah tokoh senior di Kementerian Pertahanan Rwanda. 

Baca juga: Sejarah Genosida Rwanda 1994, Konflik Hutu dan Tutsi yang Tewaskan 800.000 Orang

Pengadilan kriminal yang didukung PBB awalnya menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada dalang genosida Rwanda itu, tetapi kemudian dikurangi menjadi 35 tahun.

Melansir BBC pada Minggu (26/9/2021), putranya, Achille, mengatakan bahwa Theoneste Bagosora meninggal di rumah sakit di Bamako, tempat dia dirawat karena masalah jantung.

Genosida Rwanda dimulai setelah pesawat yang membawa presiden negara saat itu, Juvenal Habyarimana, ditembak jatuh pada 6 April 1994 dan menewaskan semua orang di dalamnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Theoneste Bagosora ditangkap dua tahun kemudian di Kamerun, tempat dia melarikan diri setelah Front Patriotik Rwanda pimpinan Paul Kagame merebut kekuasaan.

Baca juga: AS Tuding Hukuman 25 Tahun Penjara bagi Pahlawan Hotel Rwanda Tidak Adil

Pada 2008, Pengadilan Kriminal Internasional untuk Rwanda memutuskan dia bersalah atas kejahatan terhadap kemanusiaan dalam genosida Rwanda 1994, dan karena mengatur pembunuhan beberapa tokoh politik, termasuk Perdana Menteri Rwanda Agathe Uwilingiyimana.

Dalam persidangannya, Theoneste Bagosora mengeklaim dia adalah korban propaganda oleh pemerintah Rwanda yang didominasi Tutsi saat ini.

Jenderal Kanada Romeo Dallaire, kepala pasukan penjaga perdamaian PBB selama genosida Rwanda, menggambarkan Theoneste Bagosora sebagai dalang pembantaian, dan menuduh bahwa mantan kolonel itu juga mengancam akan membunuhnya.

Sebagai pelaku genosida Rwanda, Theoneste Bagosora awalnya dijatuhi hukuman penjara seumur hidup, tetapi tiga tahun kemudian beberapa dakwaan dibatalkan dan hukumannya dikurangi menjadi 35 tahun.

Awal tahun ini, permintaan untuk pembebasan lebih awalnya ditolak. Dia seharusnya menyelesaikan hukumannya pada usia 89 tahun.

Theoneste Bagosora menjalani hukumannya di penjara Koulikoro Mali, bersama dengan banyak orang lain yang dihukum karena berperan dalam genosida Rwanda.

Baca juga: Pahlawan Hotel Rwanda Dipenjara 25 Tahun karena Terorisme

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dari China hingga AS Alami Kekurangan Bahan-bahan Pokok, Apa Penyebabnya?

Dari China hingga AS Alami Kekurangan Bahan-bahan Pokok, Apa Penyebabnya?

Global
Wanita Ini Jadikan Anjingnya Vegetarian Demi Kurangi Emisi Karbon

Wanita Ini Jadikan Anjingnya Vegetarian Demi Kurangi Emisi Karbon

Global
Dinyatakan Tidak Bisa Punya Anak oleh Dokter, Wanita Ini Jadi Ibu di Usia 70 Tahun

Dinyatakan Tidak Bisa Punya Anak oleh Dokter, Wanita Ini Jadi Ibu di Usia 70 Tahun

Global
Dua Menteri Afghanistan Sempat Keliling London dengan Mobil Mahal Sebelum Negaranya Jatuh ke Taliban

Dua Menteri Afghanistan Sempat Keliling London dengan Mobil Mahal Sebelum Negaranya Jatuh ke Taliban

Global
Taliban Izinkan Vaksinasi Polio di Afghanistan Setelah Bertahun-tahun Melarang

Taliban Izinkan Vaksinasi Polio di Afghanistan Setelah Bertahun-tahun Melarang

Global
Bom Perang Dunia I Meledak di Pesta Setelah Pernikahannya, Pengantin Ini Kehilangan Saudaranya

Bom Perang Dunia I Meledak di Pesta Setelah Pernikahannya, Pengantin Ini Kehilangan Saudaranya

Global
Media Hong Kong: China Tercengang Indonesia Juara Piala Thomas

Media Hong Kong: China Tercengang Indonesia Juara Piala Thomas

Global
Telepon Darurat Lapor Ada Kebocoran Gas, Dicari Satu Jam Ternyata ...

Telepon Darurat Lapor Ada Kebocoran Gas, Dicari Satu Jam Ternyata ...

Global
Israel Setujui 4.000 Warga Palestina Jadi Penduduk di Tepi Barat, Kali Pertama Sejak 2009

Israel Setujui 4.000 Warga Palestina Jadi Penduduk di Tepi Barat, Kali Pertama Sejak 2009

Global
Presiden Ceko Dinyatakan Tidak Dapat Melakukan Tugas karena Alasan Kesehatan

Presiden Ceko Dinyatakan Tidak Dapat Melakukan Tugas karena Alasan Kesehatan

Global
China Rancang Undang-Undang Baru, Akan Hukum Orang Tua atas Perilaku Buruk Anaknya

China Rancang Undang-Undang Baru, Akan Hukum Orang Tua atas Perilaku Buruk Anaknya

Global
Nur Sajat Jual Semua Bisnisnya di Malaysia dan Pindah ke Australia

Nur Sajat Jual Semua Bisnisnya di Malaysia dan Pindah ke Australia

Global
Manhattan Project: Sejarah, Perkembangan, dan Korban Nuklirnya

Manhattan Project: Sejarah, Perkembangan, dan Korban Nuklirnya

Internasional
Indonesia dan Malaysia Mengaku Khawatir Soal Rencana Kapal Selam Nuklir Australia

Indonesia dan Malaysia Mengaku Khawatir Soal Rencana Kapal Selam Nuklir Australia

Global
Bencana Nuklir Chernobyl: Sejarah, Dampak, dan Korbannya

Bencana Nuklir Chernobyl: Sejarah, Dampak, dan Korbannya

Internasional

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.