LOUISIANA, KOMPAS.com - Peti mati berisi jasad manusia masih berserakan di sekitar kota Louisiana, hampir empat minggu setelah tersapu banjir yang disebabkan oleh Badai Ida.
Kepada CNN, Pendeta Haywood Johnson, dari St Paul Missionary Baptist Church di Ironton, mengatakan peti mati masih belum dikembalikan ke liang pemakaman mereka karena masyarakat masih berusaha mati-matian untuk membangun kembali.
Baca juga: Video-video Kuatnya Badai Ida di AS hingga Koyak Atap Rumah Sakit dan Reklame Jalan
Liang pemakaman di daerah sekitar New Orleans biasanya sangat dangkal, karena permukaan air tanah sangat tinggi. Jadi, peti mati sering diletakkan pada brankas makam di atas tanah.
Tetapi ketika air banjir dari Badai Ida menyapu wilayah itu pada akhir Agustus, banyak peti mati tersapu keluar dari brankas, dan masih berserakan di sekitar kota.
Johnson menunjukkan sepasang peti mati, milik ayah dan anak perempuan, yang berakhir bersebelahan di halaman depan seseorang.
Peti mati lain terlihat terbalik di dekat tanggul, sementara brankas makan seberat ribuan pon hanyut hampir tiga ribu kaki dari tempat awalnya dan berakhir tepat di depan gereja.
Johnson mengaaku dia sendiri masih mencari peti mati ibu, paman, dan saudara perempuannya.
"Itu menyebabkan warga semakin kalut," kata Johnson kepada CNN.
Baca juga: New York Umumkan Keadaan Darurat Akibat Dilanda Badai Ida
Jeremy Salvant berjalan di tanggul Sungai Mississippi untuk menghindari ular dan melewati peti mati John Chaney, setelah menyelamatkan foto-foto keluarga dari rumahnya yang hancur di Ironton, La., Minggu, 19 September 2021, tiga minggu setelah angin dan badai gelombang dari Badai Ida menghancurkan komunitas Afrika-Amerika yang bersejarah di Plaquemines Parish. “Mereka dikejutkan oleh besarnya kehancuran, tetapi mereka bahkan lebih kewalahan, karena orang yang mereka cintai mengambang dan akhirnya mendarat di jalan-jalan dan pekarangan orang-orang, dan di sisi tanggul dan terdampar di lapangan. Itu menimbulkan (kesulitan) luar biasa.”
"Salah satu hal yang mengganggu saya adalah bahwa saya adalah orang yang mengubur sebagian besar orang-orang itu, sebagian besar yang meninggal, dan itu seperti menarik perban dari luka," tambahnya.
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & Ketentuan
Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.