Tolak Vaksin Covid-19 China, Elite Korea Utara Diduga Hanya Mau Vaksin Efektivitas Tinggi

Kompas.com - 04/09/2021, 14:40 WIB
Dalam foto tak bertanggal yang disediakan oleh pemerintah Korea Utara pada hari Selasa, 31 Agustus 2021, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, tengah, bertemu dengan para peserta dalam perayaan Hari Pemuda selama sesi foto di sebuah tempat yang dirahasiakan di Korea Utara. KCNA/KNS via APDalam foto tak bertanggal yang disediakan oleh pemerintah Korea Utara pada hari Selasa, 31 Agustus 2021, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, tengah, bertemu dengan para peserta dalam perayaan Hari Pemuda selama sesi foto di sebuah tempat yang dirahasiakan di Korea Utara.

PYONGYANG, KOMPAS.com - Korea Utara mengusulkan agar vaksin Covid-19 dari China didistribusikan ke negara-negara yang lebih parah terkena virus, setelah menolak 3 juta suntikan vaksin Sinovac Covid-19 yang ditawarkan ke negara itu oleh Unicef melalui program Covax.

Sementara itu, AP melaporkan Korea Utara juga seharusnya menerima pengiriman 1,9 juta dosis vaksin Covid-19 AstraZeneca yang sekarang tertunda melalui program Covax.

Dosis vaksin Covid-19 AstraZeneca itu setidaknya akan mampu memvaksinasi atau 950.000 jiwa atau 7,3 persen dari 26 juta penduduk Korea Utara,.

Baca juga: Korea Selatan Kembangkan Rudal Balistik dengan Jangkauan Seluruh Wilayah Korea Utara

Beberapa ahli berspekulasi bahwa Korea Utara mungkin ingin melewatkan vaksin tertentu demi vaksin lain, karena efektivitas vaksin Sinovac telah dipertanyakan, sementara jarang terjadi pembekuan darah pada orang yang menerima vaksin AstraZeneca.

Kementerian Kesehatan negara itu mengatakan masih akan berkorespondensi dengan Covax di masa depan mengenai vaksin Covid-19, menurut Unicef.

Kim sebelumnya meminta warga Korea Utara untuk bersiap menghadapi pembatasan Covid-19 yang berkepanjangan. Dengan itu perbatasan negara akan tetap ditutup meskipun kondisi ekonomi dan makanan memburuk.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sejak awal pandemi, Korea Utara menggunakan karantina yang ketat dan penutupan perbatasan untuk mencegah wabah.

Akan tetapi, laporan Covid-19 Korea Utara yang diklaim sepenuhnya bebas virus secara luas diragukan.

Baca juga: Kelaparan, Warga Korea Utara Culik Anak-anak Keluarga Kaya, Minta Tebusan agar Bisa Makan

Leif-Eric Easley, seorang profesor studi internasional di Universitas Ewha Womans Seoul, mengatakan Korea Utara kemungkinan akan menerima dosis yang lebih efektif dari Covax dan kemudian secara strategis mengalokasikannya di dalam negeri.

"Pyongyang tampaknya memiliki masalah dengan Covax terkait tanggung jawab hukum dan persyaratan pelaporan distribusi," kata Easley melansir Newsweek pada Jumat (3/9/2021).

Halaman:
Baca tentang
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!


Video Pilihan

Sumber Newsweek
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.