Kompas.com - 04/09/2021, 12:39 WIB
Presiden Joe Biden berbalik meninggalkan podium setelah berbicara tentang berakhirnya perang di Afghanistan dari Ruang Makan Negara Gedung Putih, Selasa, 31 Agustus 2021, di Washington. AP PHOTO/EVAN VUCCIPresiden Joe Biden berbalik meninggalkan podium setelah berbicara tentang berakhirnya perang di Afghanistan dari Ruang Makan Negara Gedung Putih, Selasa, 31 Agustus 2021, di Washington.

WASHINGTON KOMPAS.com - Slogan "Amerika telah kembali" yang digaungkan Presiden Amerika (AS) Joe Biden setelah pemilihannya tampaknya tak serta merta membuat AS kembali kepada ke kebijakan awalnya, setelah keluar dari Afghanistan secara penuh.

Di luar trauma evakuasi bandara Kabul, Biden menarik mundur AS secara lebih luas, yakni dengan menghentikan penggunaan sumber daya militer besar untuk memaksakan ketertiban dan nilai-nilai AS di seluruh dunia.

Baca juga: Biden Perintahkan AS Rilis Dokumen Rahasia Serangan 9/11

"Keputusan tentang Afghanistan ini bukan hanya tentang Afghanistan. Ini tentang mengakhiri era operasi militer besar AS untuk membuat ulang negara lain," kata Biden dalam apa yang dilihat banyak orang sebagai pidato bersejarah pada Selasa (31/8/2021).

"Hak asasi manusia akan menjadi pusat kebijakan luar negeri AS, tetapi cara untuk melakukannya bukanlah melalui pengerahan militer tanpa akhir," katanya.

"Strategi kami harus berubah."

Benjamin Haddad, direktur Pusat Eropa di Dewan Atlantik dan pakar hubungan transatlantik, menyebut pidato itu sebagai "salah satu penolakan paling fasih terhadap internasionalisme liberal oleh presiden AS mana pun dalam beberapa dekade terakhir."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bagi orang-orang Amerika yang suka membayangkan negara mereka menjadi negara adidaya yang unik dan tak terkalahkan, pemenang Perang Dingin, kemudian intervensi militer AS yang hebat di mana-mana dari Irak hingga Afrika sejak itu, pernyataan Presiden ke-46 AS itu adalah kejutan.

Namun, bagi sebagian besar, jajak pendapat menunjukkan poros Biden kemungkinan akan populer.

Baca juga: POPULER GLOBAL: Taliban Marah AS Pereteli Helikopter dan Pesawatnya | PM Jepang Yoshihide Suga Mundur Bulan Ini

Biden setuju dengan Trump?

Kepresidenan Biden biasanya dilihat sebagai penolakan terhadap pemerintahan sebelumnya di bawah Donald Trump.

Memang benar banyak kebijakan AS berubah saat Biden masuk ke Ruang Oval pada 20 Januari. Seperti dari hal-hal seperti kesopanan Gedung Putih, hingga memasuki kembali kesepakatan iklim Paris.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Iran Desak Taliban Agar Lebih Ramah Terhadap Negara Tetangga Afghanistan

Iran Desak Taliban Agar Lebih Ramah Terhadap Negara Tetangga Afghanistan

Global
Carina Joe Ilmuwan Indonesia di Balik Vaksin AstraZeneca, Akan Wakili Tim Raih Penghargaan Pride of Britain

Carina Joe Ilmuwan Indonesia di Balik Vaksin AstraZeneca, Akan Wakili Tim Raih Penghargaan Pride of Britain

Global
Merck Lepas Paten Pil Covid-19 Miliknya, Izinkan Pembuat Obat Lain Produksi Molnupiravir

Merck Lepas Paten Pil Covid-19 Miliknya, Izinkan Pembuat Obat Lain Produksi Molnupiravir

Global
Anna is Sad, Situs Misterius di Dark Web yang Penuh Hal Ganjil

Anna is Sad, Situs Misterius di Dark Web yang Penuh Hal Ganjil

Global
Sejarah Kemeja Flanel, dari Kelas Pekerja hingga Anak Grunge 90an

Sejarah Kemeja Flanel, dari Kelas Pekerja hingga Anak Grunge 90an

Global
WHO: Eropa Kembali Catat Sebagian Besar Kasus dan Kematian Covid-19 Dunia Pekan Lalu

WHO: Eropa Kembali Catat Sebagian Besar Kasus dan Kematian Covid-19 Dunia Pekan Lalu

Global
Video Rayakan Kemenangan Pakistan Viral, Ratusan Pelajar Kashmir Dituntut UU Teror India

Video Rayakan Kemenangan Pakistan Viral, Ratusan Pelajar Kashmir Dituntut UU Teror India

Global
Manajer Restoran Ini Pecahkan Rekor Dunia Tumpuk Kursi hingga 17 Kaki

Manajer Restoran Ini Pecahkan Rekor Dunia Tumpuk Kursi hingga 17 Kaki

Global
Resepsi Pernikahan di Meksiko Diganggu Beruang, Ikut Makan-makan

Resepsi Pernikahan di Meksiko Diganggu Beruang, Ikut Makan-makan

Global
Bill Gates, Steve Jobs, dan Love and Hate Relationship di Baliknya

Bill Gates, Steve Jobs, dan Love and Hate Relationship di Baliknya

Global
Microsoft dan Kiprah Besarnya Merevolusi Teknologi

Microsoft dan Kiprah Besarnya Merevolusi Teknologi

Global
28 Oktober 1955: Hari Lahir Bill Gates, Pendiri Microsoft

28 Oktober 1955: Hari Lahir Bill Gates, Pendiri Microsoft

Global
Banyak Pelajar di Australia Utara Belajar Bahasa Indonesia karena Kemiripan Budaya

Banyak Pelajar di Australia Utara Belajar Bahasa Indonesia karena Kemiripan Budaya

Global
Panglima TNI Hadi Tjahjanto Dapat Penghargaan Tinggi dari Australia

Panglima TNI Hadi Tjahjanto Dapat Penghargaan Tinggi dari Australia

Global
Kisah Menyerahnya Raja Bandit India yang Sangat Ditakuti

Kisah Menyerahnya Raja Bandit India yang Sangat Ditakuti

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.