Kompas.com - 28/08/2021, 12:00 WIB
Maskot Someity berpose dengan simbol Paralimpiade Tokyo 2020 di taman penggemar di Tokyo pada 24 Agustus 2021. AFP PHOTO/KAZUHIRO NOGIMaskot Someity berpose dengan simbol Paralimpiade Tokyo 2020 di taman penggemar di Tokyo pada 24 Agustus 2021.

TOKYO, KOMPAS.com - Seorang pria dengan keterbatasan penglihatan ditabrak oleh bus yang dikemudikan autopilot di Paralympic Village, Tokyo.

Insiden itu disampaikan penyelenggara pada Jumat (27/8/2021), menambahkan bahwa kecelakaan tersebut tidak menyisakan luka luar.

Kecelakaannya sendiri terjadi pada Kamis sore (26/8/2021), menurut penyelenggara Paralimpiade Tokyo 2020 dan Toyota, yang mengembangkan bus antar-jemput tanpa pengemudi yang digunakan di kompleks itu.

Baca juga: Kisah Gui Yuna, Wanita Juara Binaraga Berkaki Satu dan Mantan Atlet Paralimpiade

Toyota berkata, telah menangguhkan operasi kendaraan setelah kecelakaan itu di mana salah satu bus listriknya "melakukan kontak dengan pejalan kaki yang tunanetra" di penyeberangan pejalan kaki.

"Kami sangat meminta maaf kepada mereka yang menderita luka-luka. Kami sepenuhnya bekerja sama dengan polisi dalam kasus ini," tambah perusahaan itu dikutip dari AFP.

Panitia Paralimpiade Tokyo 2020 mengatakan, pria yang ditabrak bus sudah menjalani pemeriksaan penuh dan tidak ada luka luar yang diidentifikasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Layanan bus antar-jemput di Village dihentikan sementara dan operasi akan dilanjutkan segera setelah dianggap aman untuk melakukannya," tambah penyelenggara.

Baik Tokyo 2020 maupun Toyota tidak mengidentifikasi siapa yang ditabrak kendaraan, tetapi beberapa media lokal menyebut korban adalah atlet judo Jepang, Aramitsu Kitazono.

Media lokal mengatakan, atlet berusia 30 tahun itu tertabrak dan akan membutuhkan waktu dua minggu untuk pulih dari cederanya.

Baca juga: Penuhi Keinginan Almarhumah Istri, Atlet Paralimpiade Ini Tunda Pensiun

TV publik NHK melaporkan, dia akan melewatkan pertandingannya pada Sabtu (28/8/2021) karena kondisi fisiknya yang tidak baik.

Pelatihnya mengungkapkan, keputusan diambil setelah berbicara dengan Kitazono dan berkonsultasi dengan dokter yang merawatnya, tambah laporan itu.

Harian Asahi Shimbun di Jepang melaporkan, dua operator bus - yang berada di dalam untuk mengawasi operasi otonom - mengatakan, mereka melihat atlet tersebut melintas, tetapi mengira akan berhenti saat bus mendekat.

Sementara itu Mainichi Shimbun mewartakan, bus secara otomatis berhenti tetapi operator menekan tombol start karena tidak mengira pria itu akan menyeberangi jalan.

Ada lima penumpang di dalam bus dan tidak ada yang terluka, kata Asahi, menambahkan bahwa pejalan kaki itu tidak membawa tongkat dan ada penjaga kontrol lalu lintas di persimpangan.

Ribuan atlet dan ofisial tim tinggal di Paralimpiade Village. Bus self-driving juga digunakan di Olympic Village selama Olimpiade Tokyo 2020 berlangsung.

Baca juga: Taliban Berkuasa, Afghanistan Batal Ikut Paralimpiade Tokyo

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.