Kompas.com - 07/08/2021, 17:27 WIB
Largest black hole: TON 618 NASA/JPL-CaltechLargest black hole: TON 618

LOS ANGELES, KOMPAS.com - Ini adalah pertunjukan cahaya di luar angkasa yang berbeda dari yang lain.

Untuk pertama kalinya, dilansir CNN, para ilmuwan mendeteksi cahaya dari balik black hole atau lubang hitam.

Hal ini, memenuhi prediksi yang berakar pada teori relativitas umum ilmuwan Albert Einstein.

Baca juga: Einstein Prediksi Israel Bakal Jatuh, Begini Ramalannya...

Astrofisikawan Universitas Stanford Dan Wilkins dan rekan-rekannya, mengamati sinar-X yang dilepaskan oleh lubang hitam supermasif.

Lubang hitam ini terletak di pusat galaksi yang berjarak 800 juta tahun cahaya dari Bumi.

Suar cahaya terang ini tidak biasa karena meskipun cahaya tidak bisa lepas dari lubang hitam, gravitasi yang sangat besar di sekitarnya dapat memanaskan material hingga jutaan derajat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ini dapat melepaskan gelombang radio dan sinar-X.

Terkadang, bahan yang sangat panas ini terlempar ke luar angkasa oleh pancaran cepat, termasuk sinar-X dan sinar gamma.

Baca juga: J0313-1806, Lubang Hitam Tertua di Alam Semesta

Tetapi Wilkins memperhatikan kilatan sinar-X yang lebih kecil yang terjadi kemudian dan memiliki warna yang berbeda.

Semuanya datang dari sisi jauh lubang hitam.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.