Kompas.com - 21/06/2021, 07:51 WIB
Petugas medis yang mengenakan pakaian khusus untuk melindungi diri dari virus corona berdiri di samping seorang pasien virus corona di Rumah Sakit Kota No. 52 untuk pasien virus corona di Moskow, Rusia, Kamis, 17 Juni 2021. AP PHOTO/DENIS GRISHKINPetugas medis yang mengenakan pakaian khusus untuk melindungi diri dari virus corona berdiri di samping seorang pasien virus corona di Rumah Sakit Kota No. 52 untuk pasien virus corona di Moskow, Rusia, Kamis, 17 Juni 2021.

 

MOSKWA, KOMPAS.com - Ibu kota Rusia, Moskwa, mencatat rekor 9.056 infeksi baru, sebagian besar dengan varian delta yang pertama kali muncul di India, dan kini memicu ketakutan akan gelombang ketiga.

Daily Mail pada Jumat (18/6/2021) melaporkan, Kremlin menyalahkan lonjakan kasus Covid-19 Rusia pada sikap “nihilisme” dan keengganan untuk melakukan vaksinasi.

Baca juga: Pemimpin Junta Militer Myanmar ke Moskwa, Diundang Rusia Hadiri Konferensi Keamanan

Wali Kota Moskwa Sergei Sobyanin memperpanjang pembatasan yang telah diterapkan bulan ini.

Aturan itu mengatur larangan acara publik dengan lebih dari 1.000 orang, waktu tutup 11 malam untuk cafe dan restoran, dan penutupan “zona penggemar” yang disiapkan untuk kejuaraan sepak bola Eropa.

Sobyanin mengatakan awal pekan ini bahwa situasi di ibu kota, rumah bagi 13 juta orang, memburuk dengan cepat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Menurut data terbaru, 89,3 persen orang Moskwa (baru-baru ini) didiagnosis dengan Covid-19 memiliki mutasi, yang disebut varian Delta atau India," kantor berita TASS mengutip Sobyanin mengatakan di televisi pemerintah.

Ahli epidemiologi mengatakan Sputnik V Rusia mampu melawan strain mutan. Tetapi dengan hanya 13 persen orang Rusia yang menerima dosis pertama, menghapus pembatasan penguncian tetap berbahaya.

Infeksi baru Moskwa merupakan lebih dari setengah dari 17.262 kasus baru yang dilaporkan di seluruh Rusia, negara terbesar di dunia.

Baca juga: Hilang 4 Hari, Jasad Mahasiswi AS Ditemukan di Rusia

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin memantau situasi dengan cermat.

Diminta untuk menjelaskan lonjakan kasus, Peskov menyalahkan “sifat lihai” virus, referensi untuk mutasinya, serta “nihilisme total, dan tingkat vaksinasi yang rendah.”

Halaman:

Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

15 Tentara Niger Gugur Disergap Kelompok Teroris

15 Tentara Niger Gugur Disergap Kelompok Teroris

Global
Atlet Olimpiade Protes Diberi Ruang Karantina Covid-19 Seperti Penjara

Atlet Olimpiade Protes Diberi Ruang Karantina Covid-19 Seperti Penjara

Global
Ratusan Ribu Tulang Hewan dan Manusia Ditemukan dalam Gua di Arab Saudi, Peneliti Takjub Kondisinya Baik

Ratusan Ribu Tulang Hewan dan Manusia Ditemukan dalam Gua di Arab Saudi, Peneliti Takjub Kondisinya Baik

Global
Unjuk Rasa Pecah di Berlin Tolak Pembatasan Covid-19, 600 Orang Ditahan

Unjuk Rasa Pecah di Berlin Tolak Pembatasan Covid-19, 600 Orang Ditahan

Global
Atlet Inggris Peraih Emas Olimpiade Kedapatan Merajut Sambil Menonton Pertandingan

Atlet Inggris Peraih Emas Olimpiade Kedapatan Merajut Sambil Menonton Pertandingan

Global
Olimpiade Tokyo 2020: Cerita di Balik Karya Seni Raksasa di Sawah Jepang

Olimpiade Tokyo 2020: Cerita di Balik Karya Seni Raksasa di Sawah Jepang

Global
KABAR DUNIA SEPEKAN: Joe Biden Prediksi Jakarta Tenggelam 10 Tahun Lagi | Raja Malaysia Desak PM Muhyiddin Segera Mundur

KABAR DUNIA SEPEKAN: Joe Biden Prediksi Jakarta Tenggelam 10 Tahun Lagi | Raja Malaysia Desak PM Muhyiddin Segera Mundur

Global
Tank Nazi Perang Dunia II Ditemukan di Ruang Bawah Tanah Seorang Pensiunan, Aparat Bingung Kasih Hukuman

Tank Nazi Perang Dunia II Ditemukan di Ruang Bawah Tanah Seorang Pensiunan, Aparat Bingung Kasih Hukuman

Global
Sejumlah Negara Perketat Pembatasan Covid-19 karena Varian Delta, dari China hingga Australia

Sejumlah Negara Perketat Pembatasan Covid-19 karena Varian Delta, dari China hingga Australia

Global
Ancaman Kim Yo Jong jika Korsel Jadi Latihan Militer bersama AS

Ancaman Kim Yo Jong jika Korsel Jadi Latihan Militer bersama AS

Global
Olimpiade Tokyo, Atlet Lari Belarus Menolak Dipulangkan Usai Kritik Federasi Sendiri

Olimpiade Tokyo, Atlet Lari Belarus Menolak Dipulangkan Usai Kritik Federasi Sendiri

Global
780 WN Australia di Indonesia Minta Pulang, Khawatir dengan Varian Delta

780 WN Australia di Indonesia Minta Pulang, Khawatir dengan Varian Delta

Global
Kebakaran Hutan Melanda Turki, Orang-orang Melarikan Diri dari Rumah

Kebakaran Hutan Melanda Turki, Orang-orang Melarikan Diri dari Rumah

Global
Berhubungan Seks di Mobil Patroli Saat Siang Bolong, 2 Polisi Ini Dipecat

Berhubungan Seks di Mobil Patroli Saat Siang Bolong, 2 Polisi Ini Dipecat

Global
Pakai Kondom untuk Bertanding, Peraih Medali Emas Olimpiade Tokyo Ini Ungkap Ceritanya

Pakai Kondom untuk Bertanding, Peraih Medali Emas Olimpiade Tokyo Ini Ungkap Ceritanya

Global
komentar
Close Ads X