AS Kecam Meningkatnya Penerbangan Militer China di Laut China Selatan

Kompas.com - 04/06/2021, 19:00 WIB
Foto dari Angkatan Udara Malaysia pada Senin (31/5/2021) yang dirilis 1 Juni 2021, memperlihatkan pesawat Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat China (PLAAF) Ilyushin Il-76, yang menurut otoritas Malaysia terbang di atas wilayah udara mereka. Sebanyak 16 pesawat itu dikatakan terbang di atas zona maritim dekat lepas pantai negara bagian Sarawak, pulau Kalimantan. ANGKATAN UDARA MALAYSIA via APFoto dari Angkatan Udara Malaysia pada Senin (31/5/2021) yang dirilis 1 Juni 2021, memperlihatkan pesawat Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat China (PLAAF) Ilyushin Il-76, yang menurut otoritas Malaysia terbang di atas wilayah udara mereka. Sebanyak 16 pesawat itu dikatakan terbang di atas zona maritim dekat lepas pantai negara bagian Sarawak, pulau Kalimantan.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Angkatan Udara AS mengutuk meningkatnya penerbangan militer China ke Malaysia dan Taiwan, tepatnya di sekitar Laut China Selatan, pada Jumat (4/6/2021).

Pekan ini, dilansir AFP, 16 pesawat militer China dikabarkan terbang di atas perairan yang diperebutkan di lepas pantai Kalimantan itu.

Bahkan, kejadian ini sempat mendorong angkatan udara Malaysia mengerahkan jetnya.

Baca juga: Tesla Tarik Ribuan Mobil di AS dan China, Diduga Masalah Keamanan

Komandan Pasifik Angkatan Udara AS Jenderal Kenneth Wilsbach menyatakan, aksi ini, ditambah peningkatan jumlah serangan ke zona pertahanan udara Taiwan, menambah daftar kegiatan destabilisasi dan ekskalasi China di wilayah itu.

"Memasuki wilayah udara orang tidak seharusnya dilakukan," kata Wilsbach.

Baca juga: Kasus Flu Burung H10N3 pada Manusia Ditemukan di China, Ini Imbauan Kemenkes

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sejauh ini, China memang masih mengklaim Taiwan sebagai bagian dari China.

Pesawat yang muncul dari Kalimantan di atas Laut China Selatan, menurut China, sedang dalam pelatihan rutin.

China juga mengklaim tidak memasuki wilayah udara teritorial Malaysia.

Baca juga: Jet Tempur Malaysia Cegat 16 Pesawat Militer China di Lepas Pantai Kalimantan

Meski begitu, China dianggap telah mengabaikan keputusan pengadilan internasional 2016, yang menyatakan klaim historis China atas hampir semua bagian Laut China Selatan, tidak punya dasar.

Di sisi lain, Barat semakin khawatir dengan kemungkinan yang berkembang bahwa militer China semakin kuat. Berpotensi merebut kembali Taiwan dengan paksa.

Baca juga: Jubir China: Tidak Ada Menteri Luar Negeri di Taiwan

Dalam beberapa bulan terakhir, tempo penerbangan China melintasi selat memanh meningkat secara drastis.

Bahkan, aktivitas ini sampai membebani kemampuan pertahanan udara Taiwan.

"Saya percaya ini adalah strategi China untuk meminta biaya bagi angkatan udara Taiwan," kata Wilsbach.

"Dengan memaksa angkatan udara Taiwan untuk bereaksi setiap kali terjadi serangan," tambahnya.


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.