Kompas.com - 09/05/2021, 20:38 WIB
Foto tertanggal 28 Februari 2021 memperlihatkan mantan presiden Amerika Serikat Donald Trump berpidato di acara Conservative Political Action Conference (CPAC) di Orlando, Florida. AP PHOTO/JOHN RAOUXFoto tertanggal 28 Februari 2021 memperlihatkan mantan presiden Amerika Serikat Donald Trump berpidato di acara Conservative Political Action Conference (CPAC) di Orlando, Florida.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pemerintahan Donald Trump diam-diam mengintip catatan telepon tiga jurnalis Washington Post, yang melaporkan tuduhan campur tangan Rusia dalam pemilu AS 2016.

Washington Post melaporkan kasus ini pada Jumat (7/5/2021), yang memicu kekhawatiran atas kebebasan berbicara.

Kementerian Kehakiman AS telah mengirim surat kepada tiga reporter yaitu Ellen Nakashima, Greg Miller, serta Adam Entous yang merupakan mantan reporter Washington Post.

Baca juga: Trump Luncurkan Media Sosial Sendiri, Bisa Dibagikan ke Facebook dan Twitter

Dikatakan bahwa Kementerian Kehakiman AS menerima catatan telepon kantor, seluler, atau rumah mereka selama periode 15 April 2017 sampai 31 Juli 2017.

Washington Post lalu menyatakan sangat terganggu dengan kekuasaan pemerintah untuk mencari akses ke komunikasi jurnalis, kata editor pelaksana eksekutif Cameron Barr.

"Kementerian Kehakiman harus segera menjelaskan alasan gangguan ini ke dalam kegiatan wartawan melakukan pekerjaannya, suatu kegiatan yang dilindungi oleh Amendemen Pertama," lanjutnya dikutip dari AFP pada Sabtu (8/5/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Covid-19 Varian Delta Bisa Sebabkan 90 Persen Kasus di Eropa

Covid-19 Varian Delta Bisa Sebabkan 90 Persen Kasus di Eropa

Global
Korea Utara Enggan Berkontak dengan AS, Dianggap Buang-buang Waktu

Korea Utara Enggan Berkontak dengan AS, Dianggap Buang-buang Waktu

Global
Sepak Terjang John McAfee, Raja Antivirus Penuh Kontroversi yang Tewas Mengenaskan

Sepak Terjang John McAfee, Raja Antivirus Penuh Kontroversi yang Tewas Mengenaskan

Global
Baru Dibentuk, Milisi Anti-junta Bentrok dengan Tentara Myanmar

Baru Dibentuk, Milisi Anti-junta Bentrok dengan Tentara Myanmar

Global
Pendiri Antivirus McAfee Tewas Bunuh Diri di Penjara

Pendiri Antivirus McAfee Tewas Bunuh Diri di Penjara

Global
Perempuan Berdaya: Tomoe Gozen, Samurai Wanita Bernilai 1.000 Prajurit

Perempuan Berdaya: Tomoe Gozen, Samurai Wanita Bernilai 1.000 Prajurit

Internasional
Iran Gagal Luncurkan Satelit ke Ruang Angkasa

Iran Gagal Luncurkan Satelit ke Ruang Angkasa

Global
POPULER GLOBAL: India Laporkan Varian Covid-19 Delta Plus | China Murka Kapal Perusak AS Berlayar di Selat Taiwan

POPULER GLOBAL: India Laporkan Varian Covid-19 Delta Plus | China Murka Kapal Perusak AS Berlayar di Selat Taiwan

Global
Iran Klaim Gagalkan “Serangan Sabotase” pada Fasilitas Nuklirnya

Iran Klaim Gagalkan “Serangan Sabotase” pada Fasilitas Nuklirnya

Global
Ngobrol Langsung dengan Awak China di Luar Angkasa, Xi Jinping Puja-puji Astronotnya

Ngobrol Langsung dengan Awak China di Luar Angkasa, Xi Jinping Puja-puji Astronotnya

Global
Bintang TikTok Mesir Ini Divonis Penjara 10 Tahun, Dituding Memperdagangkan Manusia

Bintang TikTok Mesir Ini Divonis Penjara 10 Tahun, Dituding Memperdagangkan Manusia

Global
Faksi Gaza Ancam Israel: Tunda Bantuan Bisa Nyalakan Lagi Pertempuran

Faksi Gaza Ancam Israel: Tunda Bantuan Bisa Nyalakan Lagi Pertempuran

Global
Rusia Jatuhkan Bom dan Tembakan Peringatan ke Kapal Perang Inggris

Rusia Jatuhkan Bom dan Tembakan Peringatan ke Kapal Perang Inggris

Global
Red Light District Amsterdam: Kawasan Prostitusi Legal Paling Berkelas

Red Light District Amsterdam: Kawasan Prostitusi Legal Paling Berkelas

Global
Serba-serbi Museum CPC: 'Rumah Spiritual' Partai Komunis China

Serba-serbi Museum CPC: "Rumah Spiritual" Partai Komunis China

Global
komentar
Close Ads X