Kompas.com - 28/04/2021, 14:27 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat berpidato di sebuah pertemuan di Ankara, Turki, Senin (7/9/2020). TURKISH PRESIDENCY via APPresiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat berpidato di sebuah pertemuan di Ankara, Turki, Senin (7/9/2020).

ANKARA, KOMPAS.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menggambarkan pernyataan resmi Presiden Amerika Serikat Joe Biden atas genosida Armenia, sebagai "tidak berdasar, tidak adil dan tidak realistis."

“Sebagai orang Turki, kami percaya bahwa tidak manusiawi untuk melawan penderitaan sejarah,” kata Erdogan melansir The World pada Selasa (27/4/2021).

Dia menyerukan para ahli dari luar negeri untuk mengunjungi arsip Turki, dan mendengar sisi cerita mereka.

“Jika Anda menyebutnya 'genosida,' Anda harus bercermin dan mengevaluasi diri Anda sendiri,” tegasnya.

Baca juga: Joe Biden Nyatakan Peristiwa Pembunuhan Armenia pada 1915 di Akhir Massa Kerajaan Ottoman Adalah Genosida

Anggota parlemen AS, kelompok hak asasi manusia Barat dan pemerintah Armenia memuji langkah Biden yang mengakui pembunuhan era Perang Dunia I sebanyak 1,5 juta orang Armenia di Kekaisaran Ottoman, pendahulu Turki modern, sebagai genosida.

Armenia yang bersyukur atas pernyataan itu mengatakan bahwa mereka menghargai "posisi berprinsip" Biden, sebagai langkah menuju "pemulihan kebenaran dan keadilan historis".

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Biden menindaklanjuti janji kampanye yang dia buat setahun yang lalu pada Sabtu (24/4/2021), dalam peringatan tahunan Hari Genosida Armenia.

AS menyatakan mengakui bahwa peristiwa yang dimulai pada 1915, adalah upaya yang disengaja untuk membunuh dan mendeportasi orang-orang Armenia.

Tahun lalu, Presiden AS ke 46 itu berpendapat bahwa kegagalan menyebut kekejaman terhadap orang-orang Armenia sebagai genosida, akan membuka jalan bagi kekejaman massal di masa depan.

Istilah yang digunakan Biden adalah yang pertama untuk Presiden AS yang menjabat, kecuali untuk sekilas ucapan serupa yang dibuat oleh Ronald Reagan pada 1981, yang kemudian diikuti era Perang Dingin selama beberapa dekade untuk menghindari masalah tersebut.

Halaman:

Sumber PRI
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejumlah Negara Perketat Pembatasan Covid-19 karena Varian Delta, dari China hingga Australia

Sejumlah Negara Perketat Pembatasan Covid-19 karena Varian Delta, dari China hingga Australia

Global
Ancaman Kim Yo Jong jika Korsel Jadi Latihan Militer bersama AS

Ancaman Kim Yo Jong jika Korsel Jadi Latihan Militer bersama AS

Global
Olimpiade Tokyo, Atlet Lari Belarus Menolak Dipulangkan Usai Kritik Federasi Sendiri

Olimpiade Tokyo, Atlet Lari Belarus Menolak Dipulangkan Usai Kritik Federasi Sendiri

Global
780 WN Australia di Indonesia Minta Pulang, Khawatir dengan Varian Delta

780 WN Australia di Indonesia Minta Pulang, Khawatir dengan Varian Delta

Global
Kebakaran Hutan Melanda Turki, Orang-orang Melarikan Diri dari Rumah

Kebakaran Hutan Melanda Turki, Orang-orang Melarikan Diri dari Rumah

Global
Berhubungan Seks di Mobil Patroli Saat Siang Bolong, 2 Polisi Ini Dipecat

Berhubungan Seks di Mobil Patroli Saat Siang Bolong, 2 Polisi Ini Dipecat

Global
Pakai Kondom untuk Bertanding, Peraih Medali Emas Olimpiade Tokyo Ini Ungkap Ceritanya

Pakai Kondom untuk Bertanding, Peraih Medali Emas Olimpiade Tokyo Ini Ungkap Ceritanya

Global
Pemimpin Junta Militer Myanmar Ambil Alih Jabatan Perdana Menteri

Pemimpin Junta Militer Myanmar Ambil Alih Jabatan Perdana Menteri

Global
Pria yang Perintahkan Pesawat Ryanair Mendarat di Belarus Ini Menghilang Misterius

Pria yang Perintahkan Pesawat Ryanair Mendarat di Belarus Ini Menghilang Misterius

Global
Kisah Kevin Cordon, Pebulu Tangkis Guatemala yang Tak Pernah Ditonton Orangtuanya

Kisah Kevin Cordon, Pebulu Tangkis Guatemala yang Tak Pernah Ditonton Orangtuanya

Global
Atlet Korea Selatan Sebut Atlet Iran Teroris, Tagar #SouthKoreaRacist Trending di Twitter

Atlet Korea Selatan Sebut Atlet Iran Teroris, Tagar #SouthKoreaRacist Trending di Twitter

Global
Iran Bantah Jadi Pelaku Serangan Kapal Tanker Minyak Seperti yang Dituduhkan Israel

Iran Bantah Jadi Pelaku Serangan Kapal Tanker Minyak Seperti yang Dituduhkan Israel

Global
Mesin Rusak, Jet Tempur Su-35S Milik Rusia Jatuh di Laut

Mesin Rusak, Jet Tempur Su-35S Milik Rusia Jatuh di Laut

Global
Sebut Lawannya dari Iran Teroris, Atlet Korea Selatan Ini Minta Maaf

Sebut Lawannya dari Iran Teroris, Atlet Korea Selatan Ini Minta Maaf

Global
Israel Berusaha Ciptakan Terobosan Vaksin Covid-19 Oral, Apa Alasannya?

Israel Berusaha Ciptakan Terobosan Vaksin Covid-19 Oral, Apa Alasannya?

Global
komentar
Close Ads X