Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Usai Bertemu Pemimpin Hamas, Erdogan Desak Warga Palestina Bersatu

Kompas.com - 21/04/2024, 21:28 WIB
Albertus Adit

Penulis

ANKARA, KOMPAS.com - Usai pembicaraan dengan salah satu pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh di Turki pada Sabtu (20/4/2024), Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendesak warga Palestina untuk bersatu di tengah perang di Gaza.

Sebelumnya, Erdogan telah gagal mendapatkan pijakan sebagai mediator dalam konflik Gaza yang telah mengguncang wilayah tersebut.

Bahkan kini wilayah Palestina yang dikuasai Hamas bersiap menghadapi serangan baru Israel dan adanya laporan serangan Israel terhadap Iran.

Baca juga: Hamas: Bantuan Militer AS Jadi Lampu Hijau Israel Kembali Serang Gaza

Erdogan mengatakan persatuan Palestina sangat penting setelah pembicaraan di istana Dolmabahçe, yang menurut laporan media Turki berlangsung lebih dari dua setengah jam.

"Respons terkuat terhadap Israel dan jalan menuju kemenangan terletak pada persatuan dan integritas," terang Erdogan, menurut pernyataan kepresidenan Turki, dikutip dari The Guardian.

Ketika kekhawatiran akan perang regional yang lebih luas semakin meningkat, Erdogan mengatakan kejadian baru-baru ini antara Iran dan Israel tidak boleh membiarkan Israel mendapatkan kekuatan dan penting untuk bertindak dengan cara yang tetap memperhatikan Gaza.

Menteri Luar Negeri Israel Israel Katz mengutuk pertemuan antara pemimpin Hamas dan Presiden Turki.

Ketika Qatar mengatakan akan menilai kembali perannya sebagai mediator antara Hamas dan Israel, Erdogan mengirim Menteri Luar Negeri Hakan Fidan ke Doha pada hari Rabu sebagai tanda baru bahwa ia menginginkan peran tersebut.

"Saya akan melanjutkannya selama Tuhan memberikan hidup saya, untuk membela perjuangan Palestina dan menjadi suara rakyat Palestina yang tertindas," kata presiden pada hari Rabu ketika dia mengumumkan kunjungan Haniyeh.

Hamas memiliki kantor di Turki sejak 2011, ketika Turki membantu mengamankan perjanjian bagi kelompok tersebut untuk membebaskan tentara Israel Gilad Shalit.

Erdogan memelihara hubungan dengan Haniyeh, yang sering berkunjung.

Sedangkan Fidan adalah mantan kepala intelijen Turki dan negara tersebut memberikan informasi dan paspor kepada pejabat Hamas, termasuk Haniyeh.

Jika Qatar menarik diri dari upaya mediasi, Turki dapat berupaya meningkatkan profilnya berdasarkan hubungan dengan Hamas.

Baca juga: Warga Gaza Gunakan Panel Surya untuk Menyalakan Pompa Sumur dan Hasilkan Air Bersih

Fidan mengadakan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Mesir Sameh Shoukry pada hari Sabtu, dan keduanya menekankan perlunya memberikan lebih banyak bantuan kemanusiaan ke Gaza yang dilanda kelaparan.

Diketahui, Turki adalah salah satu mitra bantuan kemanusiaan utama di Gaza, mengirimkan 45.000 ton pasokan dan obat-obatan ke wilayah tersebut.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

ICJ Perintahkan Israel Buka Penyeberangan Rafah di antara Mesir dan Gaza

ICJ Perintahkan Israel Buka Penyeberangan Rafah di antara Mesir dan Gaza

Global
Pria Ini Pesan Burger McDonald's dengan Menghapus Semua Unsur, Ini yang Didapat

Pria Ini Pesan Burger McDonald's dengan Menghapus Semua Unsur, Ini yang Didapat

Global
Surat Perintah Penangkapan Netanyahu Disebut Tak Berlaku di Hongaria

Surat Perintah Penangkapan Netanyahu Disebut Tak Berlaku di Hongaria

Global
Singapore Airlines Ubah Aturan Sabuk Pengaman dan Rute Setelah Turbulensi Fatal

Singapore Airlines Ubah Aturan Sabuk Pengaman dan Rute Setelah Turbulensi Fatal

Global
Singapore Airlines Minta Maaf Setelah Penumpang Terluka Keluhkan Diamnya Maskapai

Singapore Airlines Minta Maaf Setelah Penumpang Terluka Keluhkan Diamnya Maskapai

Global
Kepala CIA Bakal ke Paris, Bahas Lagi Gencatan Senjata di Gaza

Kepala CIA Bakal ke Paris, Bahas Lagi Gencatan Senjata di Gaza

Global
Beberapa Sumber: Putin Inginkan Gencatan Senjata di Ukraina Garis Depan

Beberapa Sumber: Putin Inginkan Gencatan Senjata di Ukraina Garis Depan

Global
Mampukah Taiwan Pertahankan Diri jika China Menyerang?

Mampukah Taiwan Pertahankan Diri jika China Menyerang?

Internasional
Kematian Presiden Raisi Membuat Warga Iran Terbagi Jadi Dua Kubu

Kematian Presiden Raisi Membuat Warga Iran Terbagi Jadi Dua Kubu

Internasional
China Uji Coba Rebut Taiwan dalam Lanjutan Latihan Perang

China Uji Coba Rebut Taiwan dalam Lanjutan Latihan Perang

Global
Tanah Longsor di Papua Nugini, Diyakini Lebih dari 100 Orang Tewas

Tanah Longsor di Papua Nugini, Diyakini Lebih dari 100 Orang Tewas

Global
Wanita Ini Kencan 6 Kali Seminggu agar Tak Beli Bahan Makanan, Hemat Rp 250 Juta

Wanita Ini Kencan 6 Kali Seminggu agar Tak Beli Bahan Makanan, Hemat Rp 250 Juta

Global
Penikaman di China oleh Seorang Pria, 8 Orang Tewas

Penikaman di China oleh Seorang Pria, 8 Orang Tewas

Global
Imbas Perang di Gaza, Otoritas Palestina Berisiko Alami Keruntuhan Keuangan

Imbas Perang di Gaza, Otoritas Palestina Berisiko Alami Keruntuhan Keuangan

Global
Hari Ini, Mahkamah Internasional Bakal Putuskan Upaya Gencatan Senjata di Gaza

Hari Ini, Mahkamah Internasional Bakal Putuskan Upaya Gencatan Senjata di Gaza

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com