Dr Anthony Fauci: Tak Perlu Banding-bandingkan Vaksin Covid-19

Kompas.com - 01/03/2021, 17:44 WIB
Dr Anthony Fauci Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular Amerika Serikat, saat berbicara di konferensi pers gugus tugas virus corona Gedung Putih, pada Kamis (19/11/2020). AP PHOTO/SUSAN WALSHDr Anthony Fauci Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular Amerika Serikat, saat berbicara di konferensi pers gugus tugas virus corona Gedung Putih, pada Kamis (19/11/2020).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pakar penyakit menular Amerika Serikat (AS) Dr Anthony Fauci memperingatkan warga Amerika Serikat agar tidak menunda-nunda vaksin Covid-19 jenis tertentu.

Menurutnya vaksin yang sudah mendapat izin penggunaan darurat di pasar AS aman dan manjur.

“Kita harus menjauh dari rantai pemikiran itu. Satu-satunya cara Anda benar-benar mengetahui perbedaan antara vaksin adalah dengan membandingkannya secara langsung," kata Fauci kepada penyiar ABC News George Stephanopoulos pada Minggu (28/1/2021).

“Kami (AS) memiliki tiga vaksin yang sangat mujarab yang aman dan berkhasiat. Itulah intinya."

Baca juga: Saat Ramadhan, Pemerintah Inggris Akan Beri Vaksin Covid-19 pada Malam Hari

Kepala penasihat medis Gedung Putih itu mengatakan opsi terbaru adalah vaksin dari Johnson & Johnson (J&J). Meskipun menunjukkan kemanjuran yang lebih rendah daripada vaksin Moderna dan Pfizer, adanya opsi vaksin baru dinilai sangat penting dalam upaya melawan pandemi.

"Ini memiliki kemanjuran lebih dari 85 persen (mencegah) penyakit parah dan penyakit kritis, dan tidak ada kematian atau rawat inap di negara mana pun dalam proses uji," ujarnya Fauci seperti dilansir New York Post.

Fauci menekankan membandingkan vaksin J&J dengan dua vaksin resmi lainnya itu rumit karena uji coba mereka memiliki perbedaan penting satu dengan yang lain.

Uji coba J&J menunjukkan kemanjuran sekitar 66 persen terhadap Covid-19 sedang hingga parah. Sedangkan uji coba untuk Pfizer dan Moderna berfokus pada penyakit ringan hingga sedang dan menunjukkan kemanjuran sekitar 95 persen dalam mencegah penyakit.

Uji coba J&J juga dilakukan lebih akhir, dan di wilayah di mana varian baru yang sangat menular beredar.

“Saya pikir kita perlu menarik diri dari membandingkan dan menguraikan angka-angka ini sampai Anda membandingkannya secara langsung. Bersyukurlah karena kita memiliki tiga vaksin yang sangat mujarab,” kata Fauci.

Baca juga: Filipina Tawarkan Perawatnya ke Inggris dan Jerman demi Dapat Vaksin Covid-19

Dalam wawancara terpisah di "Meet the Press" NBC, Fauci mengatakan tidak akan ragu mengambil vaksin J&J jika itu adalah pilihan yang tersedia baginya.

“Jika Anda pergi ke suatu tempat dan Anda memiliki J&J, dan itulah yang tersedia sekarang, Anda harus menerimanya. Saya pribadi akan melakukan hal yang sama,” katanya kepada pembawa acara Chuck Todd, Minggu (28/2/2021).

“Saya pikir orang perlu divaksinasi secepat mungkin. Dan jika saya pergi ke tempat di mana mereka memiliki J&J, saya tidak akan ragu sama sekali untuk menerimanya.”

Baca juga: Ghana Negara Pertama Penerima 600.000 Dosis Vaksin Covid-19 Gratis dari Skema Covax PBB


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X