Lebih dari 150 Garda Nasional yang Berjaga di Pelantikan Joe Biden Positif Covid-19

Kompas.com - 23/01/2021, 07:16 WIB
Anggota Garda Nasional berpatroli di depan National Mall pada 19 Januari 2021 di Washington DC. Keamanna diperketat jelang hari pelantikan Joe Biden, di tengah ancaman keamanan menyusul kerusuhan di Gedung Capitol pada 6 Januari. AFP PHOTO/GETTY IMAGES NORTH AMERICA/STEPHANIE KEITHAnggota Garda Nasional berpatroli di depan National Mall pada 19 Januari 2021 di Washington DC. Keamanna diperketat jelang hari pelantikan Joe Biden, di tengah ancaman keamanan menyusul kerusuhan di Gedung Capitol pada 6 Januari.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pejabat AS pada Jumat (22/1/2021) menyatakan, sekitar 150 hingga 200 Garda Nasional yang dikerahkan ke Washington DC untuk menjaga keamanan saat pelantikan Joe Biden dites positif Covid-19.

Pemerintah AS memberlakukan langkah keamanan yang belum pernah terjadi sebelumnya saat pelantikan Biden, menyusul terjadinya serangan mematikan pada 6 Januari di Gedung Capitol oleh massa pendukung Donald Trump.

Baca juga: Siaga 24 Jam, Gedung Capitol Berubah Jadi “Barak” Garda Nasional AS

Pagar berduri dipasang dan pos-pos pemeriksaan dijalankan oleh Garda Nasional.

Seorang pejabat yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan jumlah pasukan Garda Nasional yang dites positif Covid-19 dapat semakin meningkat, seperti yang dilansir dari Reuters pada Sabtu (23/1/2021).

Baca juga: Amankan Pelantikan Joe Biden, 20.000 Garda Nasional Dikerahkan

Namun, jumlah itu masih sebagian kecil dari lebih dari 25.000 pasukan yang dikerahkan dalam kota itu selama beberapa hari terakhir.

Amerika Serikat melaporkan lebih dari 4.000 kematian setiap hari akibat Covid-19 untuk hari kedua berturut-turut pada Kamis (21/1/2021), menurut analisis Reuters terhadap data kesehatan masyarakat, menjadikan jumlah kumulatif kematian di AS menjadi hampir 410.000.

Baca juga: Bagaimana Pengamanan di Gedung Capitol Pasca Pelantikan Joe Biden

Garda Nasional tidak segera menanggapi berita tersebut.

Militer mengatakan pengaturan sedang dibuat untuk ribuan pasukan pulang, dan sekitar 15.000 diperkirakan akan meninggalkan Washington dalam 5 sampai 10 hari ke depan.

Sekitar 7.000 personel Garda Nasional diperkirakan akan tinggal setidaknya hingga akhir bulan, kata para pejabat. Sejumlah kecil pasukan bisa tinggal lebih lama.

Baca juga: Demo Ricuh Melanda 2 Kota AS Beberapa Jam Usai Pelantikan Joe Biden


Sumber REUTERS
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Joe Biden Akan Segera Berbicara dengan Raja Salman dan Rilis Laporan Intelijen Pembunuhan Khashoggi

Joe Biden Akan Segera Berbicara dengan Raja Salman dan Rilis Laporan Intelijen Pembunuhan Khashoggi

Global
Warga Singapura Mengaku Siksa dan Bunuh Asisten Rumah Tangganya

Warga Singapura Mengaku Siksa dan Bunuh Asisten Rumah Tangganya

Global
[POPULER GLOBAL] Media Asing Sorot Indonesia Sasaran Baru Amuk Massa Myanmar | Tak Peduli Sekitar Sepasang Sejoli Berhubungan Seks di Taman Kota

[POPULER GLOBAL] Media Asing Sorot Indonesia Sasaran Baru Amuk Massa Myanmar | Tak Peduli Sekitar Sepasang Sejoli Berhubungan Seks di Taman Kota

Global
Perempuan Berdaya: Noor Inayat Khan, Mata-mata Bangsawan Muslim India yang Dibunuh Nazi

Perempuan Berdaya: Noor Inayat Khan, Mata-mata Bangsawan Muslim India yang Dibunuh Nazi

Global
Trump Disebut Hasilkan Rp 22,5 Triliun Selama 4 Tahun Jadi Presiden AS

Trump Disebut Hasilkan Rp 22,5 Triliun Selama 4 Tahun Jadi Presiden AS

Global
Pasangan Ini Berhubungan Seks di Taman Umum, Tak Peduli Meski Ada Anak-anak

Pasangan Ini Berhubungan Seks di Taman Umum, Tak Peduli Meski Ada Anak-anak

Global
Menlu dari Junta Militer Myanmar Berdiskusi dengan Thailand dan Indonesia

Menlu dari Junta Militer Myanmar Berdiskusi dengan Thailand dan Indonesia

Global
Tato Wajah Aung San Suu Kyi Jadi Tren Atribut Massa Anti-Kudeta Militer Myanmar

Tato Wajah Aung San Suu Kyi Jadi Tren Atribut Massa Anti-Kudeta Militer Myanmar

Global
Raja Malaysia Izinkan Parlemen Bersidang, Pukulan Telak bagi PM Muhyiddin Yassin

Raja Malaysia Izinkan Parlemen Bersidang, Pukulan Telak bagi PM Muhyiddin Yassin

Global
Rusia Pamer Laboratorium Senjata Biologis yang Diubah Jadi Pabrik Vaksin Covid-19, Begini Isinya

Rusia Pamer Laboratorium Senjata Biologis yang Diubah Jadi Pabrik Vaksin Covid-19, Begini Isinya

Global
Pria Ini Menginap di Hotel Mewah Setelah Istrinya Jatuh dari Ketinggian 304 Meter

Pria Ini Menginap di Hotel Mewah Setelah Istrinya Jatuh dari Ketinggian 304 Meter

Global
Demi Selamatkan Seorang Gadis, Pasangan Ini Donor Darah di Hari Pernikahan Mereka

Demi Selamatkan Seorang Gadis, Pasangan Ini Donor Darah di Hari Pernikahan Mereka

Global
Geng Kriminal Bentrok di Penjara, Sedikitnya 75 Narapidana Tewas

Geng Kriminal Bentrok di Penjara, Sedikitnya 75 Narapidana Tewas

Global
Video Perlihatkan Istri Dibawa Suami ke Tebing, Sebelum Jatuh dari Ketinggian 304 Meter

Video Perlihatkan Istri Dibawa Suami ke Tebing, Sebelum Jatuh dari Ketinggian 304 Meter

Global
Seorang Wanita dalam Program Hamil Dipecat karena Tolak Vaksinasi Covid-19

Seorang Wanita dalam Program Hamil Dipecat karena Tolak Vaksinasi Covid-19

Global
komentar
Close Ads X