Bagaimana Pengamanan di Gedung Capitol Pasca Pelantikan Joe Biden

Kompas.com - 21/01/2021, 23:41 WIB
Keamanan ditingkatkan di sekitar Capitol menjelang pelantikan Presiden terpilih Joe Biden dan Wakil Presiden terpilih Kamala Harris, Minggu (17/1/2021). AP PHOTO/JOHN MINCHILLOKeamanan ditingkatkan di sekitar Capitol menjelang pelantikan Presiden terpilih Joe Biden dan Wakil Presiden terpilih Kamala Harris, Minggu (17/1/2021).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Petugas keamanan Washington DC mulai membongkar beberapa pagar keamanan dalam beberapa jam setelah pelantikan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden.

Keamanan di ibu kota negara AS kemungkinan tidak akan pernah kembali ke bentuk sebelum peristiwa serbuan “pemberontak” ke Gedung Parlemen.

Masih belum jelas apakah perubahan keamanan, jika ada, yang dibuat di seluruh Washington dalam persiapan untuk pelantikan akan tetap permanen. Termasuk sejauh mana pidato Presiden Joe Biden yang akan datang pada sesi gabungan Kongres, dan kemungkinan proses pemakzulan akan dipertimbangkan dalam perencanaan keamanan.

Namun Senator Dick Durbin, seorang Demokrat dari Illinois, mengatakan kompleks Capitol AS "tidak akan pernah sama," melansir CNN pada Rabu (20/1/2021).

Wali Kota Washington Muriel Bowser pada Selasa (19/1/2021) mengatakan akan ada "sikap baru" di distrik itu. Tetapi dia juga mencatat tidak ingin pagar dan pasukan bersenjata berada di kota itu lebih lama dari yang mereka butuhkan.

Baca juga: Hampir 20 Petugas Kepolisian Gedung Capitol Dilaporkan Positif Covid-19

Dalam unggahan Rabu (20/1/2921), Kepala Staf Wali Kota mengatakan petugas akan mulai membongkar pagar di jalan-jalan utama dengan sepenuhnya mulai malam itu, dan prosesnya akan memakan waktu 36 jam.

Kerangka waktu untuk melepas pagar ditetapkan bertepatan dengan pencabutan aturan larangan makan di dalam restoran di kota itu. Larangan tersebut dijadwalkan berakhir pada pukul 5 sore pada Jumat (22/1/2021).

Jumlah tentara, petugas penegak hukum federal, petugas polisi dan infrastruktur pelindung yang belum pernah terjadi sebelumnya ditempatkan di ibu kota AS. Hal itu dilakukan untuk pelantikan Joe Biden, mengingat unjuk rasa sebelumnya berubah menjadi kerusuhan pada 6 Januari.

Lebih dari 20.000 tentara dikerahkan ke Washington untuk pelantikan Biden, dan lebih dari 6.000 tentara Garda Nasional akan tetap berada di luar batas ibu kota.

Seorang pejabat federal yang mengetahui penempatan Garda Nasional mengatakan rencana saat ini banyak unit penjaga ditugaskan sampai Kamis (21/1/2021). Beberapa yang lebih regional mungkin tinggal sampai akhir pekan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Joe Biden Akan Segera Berbicara dengan Raja Salman dan Rilis Laporan Intelijen Pembunuhan Khashoggi

Joe Biden Akan Segera Berbicara dengan Raja Salman dan Rilis Laporan Intelijen Pembunuhan Khashoggi

Global
Warga Singapura Mengaku Siksa dan Bunuh Asisten Rumah Tangganya

Warga Singapura Mengaku Siksa dan Bunuh Asisten Rumah Tangganya

Global
[POPULER GLOBAL] Media Asing Sorot Indonesia Sasaran Baru Amuk Massa Myanmar | Tak Peduli Sekitar Sepasang Sejoli Berhubungan Seks di Taman Kota

[POPULER GLOBAL] Media Asing Sorot Indonesia Sasaran Baru Amuk Massa Myanmar | Tak Peduli Sekitar Sepasang Sejoli Berhubungan Seks di Taman Kota

Global
Perempuan Berdaya: Noor Inayat Khan, Mata-mata Bangsawan Muslim India yang Dibunuh Nazi

Perempuan Berdaya: Noor Inayat Khan, Mata-mata Bangsawan Muslim India yang Dibunuh Nazi

Global
Trump Disebut Hasilkan Rp 22,5 Triliun Selama 4 Tahun Jadi Presiden AS

Trump Disebut Hasilkan Rp 22,5 Triliun Selama 4 Tahun Jadi Presiden AS

Global
Pasangan Ini Berhubungan Seks di Taman Umum, Tak Peduli Meski Ada Anak-anak

Pasangan Ini Berhubungan Seks di Taman Umum, Tak Peduli Meski Ada Anak-anak

Global
Menlu dari Junta Militer Myanmar Berdiskusi dengan Thailand dan Indonesia

Menlu dari Junta Militer Myanmar Berdiskusi dengan Thailand dan Indonesia

Global
Tato Wajah Aung San Suu Kyi Jadi Tren Atribut Massa Anti-Kudeta Militer Myanmar

Tato Wajah Aung San Suu Kyi Jadi Tren Atribut Massa Anti-Kudeta Militer Myanmar

Global
Raja Malaysia Izinkan Parlemen Bersidang, Pukulan Telak bagi PM Muhyiddin Yassin

Raja Malaysia Izinkan Parlemen Bersidang, Pukulan Telak bagi PM Muhyiddin Yassin

Global
Rusia Pamer Laboratorium Senjata Biologis yang Diubah Jadi Pabrik Vaksin Covid-19, Begini Isinya

Rusia Pamer Laboratorium Senjata Biologis yang Diubah Jadi Pabrik Vaksin Covid-19, Begini Isinya

Global
Pria Ini Menginap di Hotel Mewah Setelah Istrinya Jatuh dari Ketinggian 304 Meter

Pria Ini Menginap di Hotel Mewah Setelah Istrinya Jatuh dari Ketinggian 304 Meter

Global
Demi Selamatkan Seorang Gadis, Pasangan Ini Donor Darah di Hari Pernikahan Mereka

Demi Selamatkan Seorang Gadis, Pasangan Ini Donor Darah di Hari Pernikahan Mereka

Global
Geng Kriminal Bentrok di Penjara, Sedikitnya 75 Narapidana Tewas

Geng Kriminal Bentrok di Penjara, Sedikitnya 75 Narapidana Tewas

Global
Video Perlihatkan Istri Dibawa Suami ke Tebing, Sebelum Jatuh dari Ketinggian 304 Meter

Video Perlihatkan Istri Dibawa Suami ke Tebing, Sebelum Jatuh dari Ketinggian 304 Meter

Global
Seorang Wanita dalam Program Hamil Dipecat karena Tolak Vaksinasi Covid-19

Seorang Wanita dalam Program Hamil Dipecat karena Tolak Vaksinasi Covid-19

Global
komentar
Close Ads X